Pasti sudah tidak asing dengan lokasi wisata yang satu ini, Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu. Yup, kalau jalan-jalan ke Bandung rasanya kurang lengkap kalau tidak mengunjunginya. Aku sering bolak-balik Bandung tapi baru kali ini ku bisa menyempatkan diri berwisata ke sana.
Setelah menyelesaikan tugas negara yang amat sangat penting di Jakarta (baca : Mengantar Laporan)ku langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kali ini ku memang sudah meniatkan untuk bisa mampir ke Tangkuban Perahu. Seperti biasa, dengan mengendarai sepeda motor aku dan istri berangkat menuju lokasi. Awalnya sempat takut kalau-kalau motornya tidak kuat diajak menanjak. Alhamdulillah meskipun hanya menggunakan gigi satu tapi bisa sampai ke tujuan dengan selamat sehat walafiat tak kurang apapun juga.
Lokasi wisata cagar alam gunung tangkuban perahu berajarak kurang lebih 47KM ke utara dari kota Bandung. Ketinggiannya antara 1.150 - 2.684 m diatas permukaan laut. Harga karcis masuknya agak membingungkan. Dari pihak pengelola mengeluarkan karcis masuk seharga Rp. 11.000,-/orang dan ongkos parkir sepeda motor sebesar Rp. 4.000,- sedangkan dari BKSDA Propinsi Jabar seharga Rp. 2.000,- ditambah ongkos parkir Rp 1.000,-. Di atas ditarik lagi parkir liar, mmmhhhh... Manajemen yang kurang baik.

Kami hanya sempat mengunjungi kawah ratu saja dari beberapa kawah yang ada. Dikarenakan hujan melanda kawasan itu hampir sepanjang hari. Jadi waktu yang ada banyak digunakan untuk berteduh di sebuah warung makan yang banyak bertebaran di sana. Pemandangannya lumayan bagus. Kebetulan hari itu hari sabtu jadi pengunjung ramai. Banyak juga terlihat turis asing ada di sana terutama dari Malaysia, mungkin karena penerbangan air asia ada di Bandung.
Ku sempat menikmati bandrek (susu+kelapa+gula aren+jahe) plus cuake (gabungan bakso & siomay) mmmmhhh... membuat hangat di perut untuk melawan hawa dingin disekitar. Setelah itu tentunya ritual mengambil foto tidak lupa kami lakukan. Tapi sayang baru sebentar hujan reda eh rintik hujan kembali membasahi bumi. Akhirnya kami kembali berteduh.

Sebelum pulang ku sempatkan untuk membeli souvenir berupa topi lucu dan mengambil pose di atas kuda. Pengen rasanya suatu saat nanti bisa mengajak seluruh keluarga berwisata ke sini. Keliatannya seru... Kapan ya??
