Wednesday, February 17, 2010

Tangkuban Parahu



Pasti sudah tidak asing dengan lokasi wisata yang satu ini, Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu. Yup, kalau jalan-jalan ke Bandung rasanya kurang lengkap kalau tidak mengunjunginya. Aku sering bolak-balik Bandung tapi baru kali ini ku bisa menyempatkan diri berwisata ke sana.

Setelah menyelesaikan tugas negara yang amat sangat penting di Jakarta (baca : Mengantar Laporan)ku langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kali ini ku memang sudah meniatkan untuk bisa mampir ke Tangkuban Perahu. Seperti biasa, dengan mengendarai sepeda motor aku dan istri berangkat menuju lokasi. Awalnya sempat takut kalau-kalau motornya tidak kuat diajak menanjak. Alhamdulillah meskipun hanya menggunakan gigi satu tapi bisa sampai ke tujuan dengan selamat sehat walafiat tak kurang apapun juga.

Lokasi wisata cagar alam gunung tangkuban perahu berajarak kurang lebih 47KM ke utara dari kota Bandung. Ketinggiannya antara 1.150 - 2.684 m diatas permukaan laut. Harga karcis masuknya agak membingungkan. Dari pihak pengelola mengeluarkan karcis masuk seharga Rp. 11.000,-/orang dan ongkos parkir sepeda motor sebesar Rp. 4.000,- sedangkan dari BKSDA Propinsi Jabar seharga Rp. 2.000,- ditambah ongkos parkir Rp 1.000,-. Di atas ditarik lagi parkir liar, mmmhhhh... Manajemen yang kurang baik.



Kami hanya sempat mengunjungi kawah ratu saja dari beberapa kawah yang ada. Dikarenakan hujan melanda kawasan itu hampir sepanjang hari. Jadi waktu yang ada banyak digunakan untuk berteduh di sebuah warung makan yang banyak bertebaran di sana. Pemandangannya lumayan bagus. Kebetulan hari itu hari sabtu jadi pengunjung ramai. Banyak juga terlihat turis asing ada di sana terutama dari Malaysia, mungkin karena penerbangan air asia ada di Bandung.

Ku sempat menikmati bandrek (susu+kelapa+gula aren+jahe) plus cuake (gabungan bakso & siomay) mmmmhhh... membuat hangat di perut untuk melawan hawa dingin disekitar. Setelah itu tentunya ritual mengambil foto tidak lupa kami lakukan. Tapi sayang baru sebentar hujan reda eh rintik hujan kembali membasahi bumi. Akhirnya kami kembali berteduh.



Sebelum pulang ku sempatkan untuk membeli souvenir berupa topi lucu dan mengambil pose di atas kuda. Pengen rasanya suatu saat nanti bisa mengajak seluruh keluarga berwisata ke sini. Keliatannya seru... Kapan ya??

Linow Lake


Bulan lalu (30/01), ku bersama istri bertouring ria dengan menggunakan sepeda motor ke danau linow, Tomohon. Ku tetarik untuk menyempatkan berpergian ke danau ini setelah melihat foto teman-teman yang sudah berpergian ke sana. The view is so beautiful. Kebetulan juga istri sedang liburan semester ke Manado. Meskipun hanya dengan bermodal sedikit info dari teman dan melihat lokasinya di situs wikimapia, jadi dech kami berpergian ke sana.

Satu hal yang ku sesalkan dari lokasi-lokasi wisata di Sulut. Petunjuk arahnya sangat minim, malah boleh dibilang tidak ada. Bahkan ku sempat bertanya dipertengahan jalan sambil istirahat. Orang yang ku tanyai itu tidak tahu kalau ada yang namanya 'Danau Linow' di daerahnya. Tapi karena ku yakin jalan yang kami tempuh benar jadi ku lanjut aja. Begini mau jadi ' Kota Pariwisata Dunia 2010'??

Sekitar 45 menit perjalanan kami akhirnya tiba dilokasi. Satu-satunya petunjuk kalau itu jalan masuk ke danau linow adalah sebuah papan nama kecil bertuliskan Jl. Linow. Setelah membayar ongkos parkir Rp. 2.000,- yang ditarik di pos dekat jalan utama baru kami melanjutkan ke lokasi danau. Dari jalan utama ke lokasi danau sekitar 800 meter dengan melalui jalan kecil yang kurang mulus dan agak menanjak. Mmmhhhh...

Di pintu masuk para pengunjung ditarik lagi tiket seharga Rp. 25.000,-/orang. Cukup mahal untuk sebuah lokasi wisata. Harga tiket hanya termasuk segelas minuman & makanan kecil yang bisa di ambil di cafe dekat danau.

Sebenarnya danau linow hanya sebuah danau kecil. Air danaunya bercampur dengan belerang yang tampak dari warna air dan baunya yang agak menyengat. Tapi viewnya benar-benar bisa memanjakan mata. Sambil menikmati segelas minuman hangat dan semangkuk mie cakalang di sebuah area terbuka dengan pemandangan ke bawah danau yang indah. Sangat layak untuk dikunjungi. Tak lupa kami puas-puasin untuk mengambil gambar disekitar danau. Katanya danau ini banyak dipakai untuk lokasi pengambilan foto-foto prewedding. Kalau kami mengambil gambar untuk keperluan foto-foto pasca wedding. Hehehe...

Next destinatination is.... :)