Thursday, December 31, 2009

An optimism for 2010


Asap mengepul di mana-mana malam ini, menghalangi keindahan bulan purnama yang sedang menggantung di angkasa. Asap-asap itu berasal dari iringan kendaraan bermotor yang menyesaki jalan. Asap dari aneka bahan makanan yang di bakar. Dan asap dari berbagai macam bentuk petasan dan kembang api yang dinyalakan untuk menyambut perpindahan tahun.

Suara terompet beradu dengan bunyi musik dari speaker-speaker bertenaga tinggi. Begitu riuh malam ini. Tapi ternyata kemudian... hujan datang. Bubarlah semua. Tak apa-apa, ku memang sedang tidak berniat menikmati kemeriahan di luar. Saat ini ku masih memandangi monitor LCD komputer kantor menemani teman yang lembur.

2009,... dia akan segera berlalu. Sebenarnya aku juga tidak terlalu pusing bila dia pergi. Kecuali suatu kesadaran kalau aku semakin tua. Waktu, ku merasa selalu kalah berkejaran denganmu. Oleh karena itu di momen pergantian tahun ini ku berniat (untuk paling tidak) berjalan bersamamu, selanjutnya ku bertekad akan membalapmu.

2009,... Tidak ada yang istimewa di tahun ini selain peristiwa besar di Bulan Juni. Ya ku telah menemukan pendamping hidupku, dan kemudian meresmikannya dalam sebuah hubungan suami istri. Meskipun masih belum bisa berkumpul bersama, tak apa-apa lah. Insya Allah suatu saat nanti pasti bisa.

2010,... Sebuah rencana besar sudah ku susun untuk menghadapinya. Biar nanti 1 tahun setelah hari ini ku bisa banyak membanggakan satu tahun yang baru saja ku lewati.

2010,... Ku sambut dengan optimisme yang luar biasa guna memompa motivasi diri. Meningkatan kemampuan diri untuk (tentunya) menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga tidak gampang luntur semangat ini. Amiiin

Monday, December 28, 2009

Planning for my life


Detik berkelebat hanya dalam kedipan mata. Menit bergerak untuk memastikan waktu tetap berjalan. Jam demi jam melaju hingga akhirnya meninggalkan hari, bulan, dan berujung pada tahun. Terlalu cepat waktu berlalu. Terkadang kita belum sempat sadar hingga dia pergi meninggalkan kita. Akankah selalu seperti itu?? Tidak, hidup harus punya makna. Tidak terlalu terlambat untuk membuat sebuah rencana dari sekarang. Paling tidak untuk memastikan kaki kita telah melangkah dengan benar, tidak sia-sia.

Berikut rencana 5 tahunan di sisa umurku yang akan aku tanamkan di dalam dada mulai detik ini :

Umur 26 Tahun s.d. 30 tahun :
- Menikah (Sudah Terlaksana)
- Punya Anak
- Lulus S1 Manajemen UT
- Punya rumah di Bandung
- Hafal juz 28, 29, dan 30
- Memperdalam kembali bahasa Inggris
- Memulai kuliah S1 yang ke dua (Bahasa Inggris, Informatika, atau hukum)
- Mempersiapkan diri untuk membuka usaha
- Paham bahasa Arab dasar
- Menekuni kembali bahasa Perancis
- Memperdalam ilmu agama

Umur 31 Tahun s.d. 35 tahun :
- Lulus S1 yang kedua
- Kuliah S2 ( Diutamakan Mendapat Beasiswa)
- Punya anak yang kedua
- Membuka usaha
- Hafal juz 23,24,25,26, dan 27
- Bisa berbicara bahasa Arab
- Bisa berbicara bahasa Perancis
- Be able to speak english fluently
- Menyiapkan konsep untuk menulis sebuah buku
- Belajar menjadi pengajar
- Memperdalam ilmu agama (belajar tafsir, ilmu hadist, dll)

Umur 36 Tahun s.d. 40 tahun :
- Lulus S2
- Naik Haji
- Hafal juz 18,19,20,21 dan 22
- Memperkuat usaha
- Lulus assesment Eselon 4
- Mengajar secara lepas
- Menjadi Murrobi
- Fasih berbahasa Arab dan Perancis

Umur 41 Tahun s.d. 45 tahun :
- Hafal Juz 12,14,15,16 dan 17
- Lulus Assesment Eselon 3
- Mengembangkan usaha
- Menulis sebuah buku

Umur 46 Tahun s.d. 50 tahun :
- Hafal juz 7,8,9,10, dan 11
- Lulus Assesment Eselon 2
- Menulis lebih banyak buku
- Punya rumah di Balikpapan

Umur 51 Tahun dan seterusnya
- Hafal Al-qur'an
- Pensiun dan kemudian mengelola usaha secara penuh
- Mengajar di salah satu universitas
- Melanjutkan kuliah di S3
- Jalan-jalan keliling Asia dan Eropa

Manusia hanya bisa membuat rencana, tapi hanya Allah sang maha penentunya. Mudah-mudahan dengan niat yang tulus dan usaha yang tak kenal lelah rencana-rencana yang telah ku buat di atas bisa tercapai. Amiiin....

Sunday, December 27, 2009

Setahun Menjadi Pengguna Facebook



Sudah setahun aja ternyata ku menjadi pengguna Facebook. Yup tepatnya hari ini setahun yang lalu ku berhasil dibujuk oleh salah seorang temanku untuk mencoba membuat account di FB. Sebenarnya ku juga gak ingat tepatnya kapan, tapi kemarin ku sempat ngintip di e-mailku dan menemukan sebongkah e-mail pemberitahuan konfirmasi account di FB tanggal 28 Desember 2008.

Pada masa itu tentunya situs jejaring sosial milik tetangga (baca : Friendster) masih lebih populer dari situs lainnya. Oleh karena itu awalnya ku enggan untuk memulai karir di dunia perpesbukan. Karena saat itu ku pikir FS lebih menarik dan privacy lebih terjaga. Karena di FS setiap comment yang masuk harus mendapat approval dulu dari si pemilik baru bisa muncul di profile kita. Kalau di FB semua-muanya bisa di kasih comment tanpa menunggu ijin pempublikasian dari si empunya. Tapi itulah ternyata serunya FB daripada FS.

Tidak ada niat lain ku bergabung di situs jejaring sosial terutama di FB selain untuk tetap menjalin silaturahim terutama pada teman-teman yang sudah lama tidak bertemu dan juga untuk mencari teman-teman baru. Rekorku sich bertemu lagi dengan teman yang 7 tahun tidak bertemu setelah lulus SMA. Itu aja banyak yang lupa kalau mereka sempat menjadi temanku satu kelas (dasar teman durhaka, hehehe).

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan FB. Yang paling popular tentunya ‘update status’. Disini kita bisa menumpahkan segala hal yang saat itu terlintas dipikiran dalam sebuah kalimat pendek. Banyak user yang benar-benar menjadi ketergantungan dengan mengupdate status setiap hari. Bahkan pada hal-hal kecil. Sempat kepikiran kalau ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin berbuat jahat. Misalnya dengan hanya melihat status si user yang sedang tidak ada di rumah, dia dengan leluasa menyatroni rumah si user dan menguras isinya. Juga banyak user yang mengupdate status tanpa dipikirkan terlebih dahulu sehingga terkadang menimbulkan polemic. Jadi mending kalau mengupdate status isinya jangan terlalu bersifat pribadi dan dipikirkan terlebih dahulu sebelum di share :).

Ada juga saling berbalas comment dari setiap status yang ada. Berbagi tag foto dengan teman-teman. Berkreatifitas dengan menumpahkan ide dalam sebuah note. Bermanja-manja sedikit dengan game-game menarik yang telah disediakan. Dan juga yang sedang naik daun saat ini di FB yakni dukung-mendukung sebuah peristiwa. Mulai dari kasus Ibu prita, Ibu sri, bahkan yang terbaru Ibu Luna. Bagus juga sich sebagai faktor penyeimbang dan pengontrol berbagai masalah publik terutama ketidakadilan bidang hukum.

Konon saat ini jumlah pengguna FB telah mencapai 325 juta user. Indonesia menempati urutan ke 7 dari seluruh Negara di dunia sebagai pengguna terbanyak dengan hampir 12 juta user. Hal ini mungkin pula didukung dengan pengguna mobile FB yang semakin dimudahkan oleh para operator. Mark Zuckerberg si creator FB awalnya hanya berniat membuat situs ini untuk komunitasnya sendiri. Lalu kemudian trus berkembang hingga dikenal seluruh dunia yang secara otomatis menjadikannya seorang jutawan. Tapi kita lihat saja nanti apakah dengan seiring dengan sifat dasar manusia, bosan, pamor FB akan turun juga seperti pendahulunya FS??

Thursday, December 17, 2009

Sang Pemimpi


Keluar juga sekuel film dari Tetralogy Laskar Pelangi, Sang Pemimpi. Ku semalam bersama teman-teman kantor berkesempatan menonton premiernya. Lumayan sich filmnya, menurutku jauh lebih baik dari film pertamanya Laskar Pelangi. Tidak terlalu banyak membuang cerita dari novel aslinya.

Berkisah tentang masa-masa remaja Ikal, Arai dan Jimbron di SMA Manggar. Selain keisengan-keisengan khas anak muda, mereka juga sangat termotivasi untuk suatu saat kelak dapat melanjutkan kuliah di Sorbone, Prancis. Mulailah mereka bekerja keras untuk mewujudkannya. Belajar dengan giat sehingga selalu menjadi langganan juara kelas. Selain itu mereka bekerja membanting tulang untuk membiayai sekolah mereka.

Ikal sempat kehilangan motivasi karena menganggap cita-cita yang mereka tanamkan sebelumnya hanya sebuah mimpi yang terlalu tinggi. Dia beranggapan anak kampung seperti mereka hanya layak untuk menjadi pelaut seperti nenek moyang melayu mereka atau bekerja membantu di toko kelontongan atau menjadi kernet angkutan. Tapi dengan sebuah nasihat Arai yang ku suka banget bisa membangkitkan kembali semangat Ikal.

Kita harus punya mimpi dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Karena bila kita tidak mempunyai mimpi kita tidak ubahnya seperti orang mati, hidup tak mempunyai arti. Begitu kira-kira ucapan Arai kepada Ikal. Begitu inspiratif...

Di film ini juga berisi kelucuan-kelucuan dan sekaligus berbagai peristiwa mengharukan. Arai yang termotivasi dengan Zaskia Nurmala, teman perempuan sekelasnya. Jimbron dengan Kuda dan Laksmi, si penjual Gula Aren. Sedangkan Ikal sepertinya masih setia dengan A Ling, gadis idamannya semasa SD dulu.

Sebenarnya film ini masih tidak sesuai dengan yang ku harapkan. Jauh lebih bagus novelnya. Adegan terakhir yang sangat ku tunggu-tunggu saat mereka tiba di Sorbone tidak ada. Mungkin memang biayannya terlalu tinggi untuk bisa syuting di sana. Brusell yang digambarkan di akhir film hanya tampak seperti sebuah studio aja.

Ku menunggu lanjutan film ketiganya, kira-kira bisa di filmkan gak ya?? Kalau bisa salut banget dech. Soalnya background ceritanya lebih banyak ketika mereka sudah berada di Eropa. Kalaupun bisa sebaiknya bukan riri reza lagi dech yang jadi sutradaranya, terbukti mengecewakan. Produsernya orang Eropa aja mungkin cocok. Semoga bisa difilmkan... karena ku paling suka buku yang ke tiga ini, Edensor. Menjelajah Eropa dan Afrika. Aku bisa gak ya?? ;)

Wednesday, December 16, 2009

Jalan-jalan ke Dufan



Akhirnya terpenuhi juga keinginanku buat jalan-jalan ke Dufan. Kamis, tanggal 10 Desember, siang hari. Di temani istri, kami berangkat dari Halte Atrium menggunakan Bussway menuju Ancol. Tiketnya cuma 3.500 per orang. Ternyata antrian penumpang yang menuju Ancol panjang banget. Jadi waktu bus nya tiba di halte langsung dech diserbu, untung saja kami bisa masuk ke dalam bus meskipun harus berdiri. Bus penuh sesak dan jadi pengap di dalamnya. Pengalaman pertama naik bussway yang kurang menyenangkan.

Di Ancol, antrian di loketnya sudah mengular. Agak heran juga sich awalnya hari itu kan hari kamis, bukan pula hari libur koq rame gini. Ternyata eh ternyata, ada special promo pada hari itu. Hanya dengan menunjukkan brosur promosi atau hanya foto copy nya saja kita bisa mendapatkan potongan harga 50%. Untung saja ada orang yang berbaik hati memberikan brosur itu pada kami. Lumayan tiket yang biasanya 90rb di diskon menjadi 45rb.

Wahana pertama yang kami naiki adalah Perang Bintang. Karena dari luar terlihat yang paling sedikit mengantri. Gak taunya di dalam antriannya sudah panjang. Setelah mengantri kurang lebih 30 menit akhirnya kami mendapat giliran. Sesuai dengan namanya kita dinaikkan pada suatu kendaraan berbentuk bulat (mirip-mirip piring terbang) yang muat untuk 6 orang. Kendaraan itu berjalan di atas 'rel' dan setiap beberapa saat berputar. Ada senjata laser dan skor nilai disitu. Tugas kita menembak sasaran lampu kecil hijau yang ada pada 'monster-monster angkasa' sebanyak-banyaknya. Ku sudah bangga dengan skor akhir 3.400 di papan skorku. Tapi setelah melihat kesamping papan skornya menunjukkan angka 14.000. Wuihh...



Wahana selanjutnya yang kami tuju yaitu arung jeram. Dengan sabar kami mengantri ditengah terik matahari yang panas. Butuh waktu satu jam untuk sampai ke ujung antrian. Sama juga kendaraannya berbentuk bulat tapi kali ini menghadap ke dalam. Kendaraan itu diombang-ambingkan dengan ombak buatan. Belum sempat ku berhasil memasang sabuk pengaman kami sudah sampai pada ujung perhentian. Dengan hasil bajuku basah semua. Sungguh tidak sebanding, mengantri 1 jam hanya untuk mendapatkan baju yang basah. Baru ku tau fungsi 'Tempat Mengganti Pakaian' di dekat wahana itu. Tapi sayang kami tidak membawa baju ganti.

Jadilah kami 'mengeringkan pakaian' sambil menikmati semangkuk bakso di samping wahana pontang panting. Melihat wahana itu begitu seru jadilah kami mengantrinya. Antriannya lumayan cepat. Tapi tetap saja memakan waktu lebih dari 20 menit. Wahananya menyerupai piring diputar-putar ke atas dan kebawah dengan menggunakan sebuah tuas. Ada bangku-bangku disetiap sudutnya yang bisa memuat dua orang setiap satu bangku. Tidak seserem menurut perkiraanku. Bahkan ku lebih asyik berpose di atasnya. Hehehe



Sebenarnya wahana yang paling ingin ku naiki yakni wahana halilintar. Tapi sayang saat itu lagi dalam masa perawatan. Karena ku tertarik melihat keseruan di wahana rajawali. Ku mengajak istri untuk kembali mengantri. Lumayan panjang sich, tapi daripada penasaran. Wahananya berupa menara yang dikelilingi dengan kendaraan-kendaraan menyerupai burung, bisa muat untuk 2 orang. Kali ini lumayan seram juga saat di putar-putar di angkasa. Kalau tiba-tiba kendaraan yang kami tempati lepas. Bisa jadi dendeng mungkin :)



Karena hari telah sore dan kebetulan istri tiba-tiba tidak enak badan. Kami memutuskan untuk memasuki Teater Balada Kera. Kirain di dalam teater yang nyaman itu kita-kita bakal disuguhkan dengan kera-kera atau manusia berpakaian kera yang sibuk beratraksi. Ternyata cuma robot-robot boneka kera yang kadang-kadang muncul secara tiba-tiba di berbagai sudut panggung. Sebenarnya ceritanya gak jelas sich soalnya kebanyakan nyanyian. Tapi nyanyiannya itu cukup membuat kita-kita yang menonton terhibur.

Sebelum pulang kami menyempatkan untuk mampir ke wahana Turangga-rangga atau istilah kerennya kuda-kudaan. Memang wahana yang paling tidak menantang, tapi rasanya kurang lengkap kalau belum ke wahana ini.Hehehe... Karena memang kami berangkat kesiangan dan waktu yang ada lebih banyak digunakan untuk mengantri jadi masih banyak banget wahana yang belum sempat kami kunjungi. Lain kali dech kalau ku ada kesempatan ke Jakarta lagi. Yang penting sudah tau jalan ke sana menggunakan apa.

Tuesday, December 1, 2009

4 Hari di Balikpapan


Libur Lebaran Haji yang lalu (26-29 Nopember) ku pergunakan untuk menjenguk keluarga di Balikpapan. Sengaja ku tidak berangkat ke Bandung karena Insya Allah tanggal 8 ini ku mendapat tugas dari kantor ke Jakarta, jadi bisa sekalian mampir ke Bandung tentunya.

Sudah sekitar 5 bulan ku tidak mudik ke Balikpapan, termasuk hari raya Idul Fitri yang lalu. Alhamdulillah keluarga di Balikpapan baik-baik aja, sehat walafiat. Tidak banyak perubahan yang ku lihat dikota ini. Cuma ada 2 pusat perbelanjaan yang baru buka. Tapi ku tidak sempat mampir untuk sekedar melihat-melihat karena waktuku lebih banyak dihabiskan untuk istirahat di rumah. Males mau ke mana-mana :)

Oh ya, ku sempat pangling dengan Mirza, ponakanku yg sudah berumur 6 bulan. Tentunya tambah lucu dan ganteng. Alisnya tebal, kulitnya putih, dan kalau sudah liat bola maunya nendang aja. Lucu banget dech,,, Banyak yang bilang kalau dia lebih cocok jadi bayinya para artis (mang bayi artis gimana ya?? ;).

Gak tau kapan bisa ke Balikpapan lagi. Senang aja bisa liat 5 kurcaci kecilku. Nanti pasti mereka sudah bertambah besar dan mungkin jadi bandel tidak lucu lagi. Tapi mereka tetaplah ponakan-ponakanku yang lucu. Insya Allah koleksi cucu bapak ibuku akan bertambah 1 lagi dari rahim istri kakakku. Tambah rame nanti kalau pada ngumpul libur lebaran. Miss that moment ;)