Sebelum membaca buku ini satu pikiran yang ku buang jauh-jauh adalah bahwa novel ini bukan menceritakan tentang Aburizal Bakrie. Novel ini adalah novel fiksi. Koq bisa gitu? Yah karena ku agak kurang suka dengan beliau, he3x. Lha kalau gak suka trus kenapa dibeli novelnya? Biasa kesalahanku, gak cari tau dulu apa isi bukunya. Cuma liat cover dan judulnya serta testimoni di belakang buku dari salah satu pakar pendidikan yang menyatakan kalau novel ini menarik.
Ternyata eh ternyata aku merasa tertipu setelah belakangan tau isi novelnya. Andaikan ada keterangan sedikit saja di covernya yang menyatakan kalau novel itu diadaptasi dari masa kecil Ical dengan sangat yakin ku gak akan membelinya. *Kejam banget :P
Awalnya sih dah males bacanya, tapi sayang dah dibeli kok gak dibaca. Akhirnya ku baca juga dengan sistem baca cepat. Membaca bagian dialognya aja tanpa kehilangan jalan cerita. Biasa aja menurutku, tidak ada cerita yang benar-benar menggugah.
Judul : Anak Sejuta Bintang
Karya : Akmal Nasery Basral
Tebal : 405 hlmn
Penerbit Indonesia : Expose
Mengambil cerita masa kecil Ical selama di TK hingga SD, novel ini seolah-olah ingin menggambarkan sosok Ical yang pintar, baik hati, dan tidak sombong (serta mungkin rajin menabung ;). Tetapi seperti yang telah ku sampaikan di atas, tidak ada cerita yang cukup menggugah. Mungkin juga salah satunya dikarenakan latar belakang keluarganya yang cukup berada, mengambil istilah penulis 'Kaya dari sononya'. Segala kebutuhannya telah tercukupi tinggal bagaimana menjalani hidup. Berbeda mungkin kalau ceritanya beliau memulai semuanya dari nol, hidup miskin dengan segala kesusahan hingga akhirnya mencapai kesuksesan.
My Rate :
Current Time GMT+8 :
Categories
- Book Review (13)
- Daily Personal Notes (9)
- Jalan-Jalan (4)
- Motivation (2)
- Movies Review (3)
- My Pictures (1)
Total Pageviews
Sunday, March 4, 2012
Saturday, March 3, 2012
First Time on the Train
Published :
3:54 AM
Author :
Agus Harianto
Judul Foto : First Time on The Train
Kamera : Blackberry, 3.2 MP
Tanggal : 23-01-2012
Lokasi : Bandung
Keterangan : Foto ini ku ambil saat liburan di Bulan Januari lalu. Hilma yang tak lain adalah anakku begitu antusias menikmati pengalaman pertamanya berada di atas kereta api.
Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil (One Child)
Published :
2:56 AM
Author :
Agus Harianto
Judul : Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil (Judul Asli: One Child)
Karya : Torey Hayden
Tebal : 384 hlmn
Penerbit Indonesia : Qanita (PT. Mizan Pustaka)
Bagaimanakah perasaan Anda bila harus mengajar di sebuah kelas dengan 8 anak berkebutuhan khusus yang masih sangat belia?. Pasti membutuhkan energi yang lebih. Apalagi akan ditambah seorang gadis kecil yang memiliki catatan kriminal mencengankan.
Sheila nama anak itu, seharusnya dia akan dikirim ke rumah sakit negara karena tindakannya mengikat seorang bocah berusia 3 tahun di sebuah pohon kemudian membakarnya. Tetapi karena belum ada unit khusus di rumah sakit itu maka untuk sementara dia ditempatkan di kelas tempat Torey Hayden mengajar.
Awalnya Sheila tak tersentuh. Berkali-kali membuat kegaduhan di sekolah dan tidak mau mengikuti kegiatan belajar yang diadakan Torey. Tapi kemudian dengan kesabaran dan ketulusan Torey anak itu mampu 'dijinakkannya'. Belakangan dia baru menyadari bahwa anak itu adalah seorang anak yang istimewa. Jenius untuk anak seusianya.
Membaca buku dengan label 'True Story' tentu merupakan sebuah keasyikan Tersendiri. Kita tau bahwa kejadian itu nyata, bukan merupakan hasil imajinasi penulis. Hal itu pula yang membuatku begitu tertarik membaca buku ini. Buku yang sebenarnya merupakan catatan Torey Hayden mengenai Sheila anak didiknya. Hingga dia menyadari bahwa buku itu layak untuk diterbitkan agar bisa dibaca oleh banyak orang.
Salah satu bagian yang mengharukan dari buku ini adalah saat Torey dengan sigapnya mengantar Sheila ke rumah sakit. Anak yang telah dianggapnya istimewa lebih dari sekedar hubungan antara guru dan murid. Kala itu Sheila datang ke kelas dengan pendarahan akibat percobaan tindakan asusila yang dilakukan pamannya Jerry. Cukup mengharukan bagaimana Sheila yang sudah menderita ditinggal ibunya sejak kecil dan harus tinggal bersama ayahnya yang suka mabuk-mabukan disebuah gubuk yang menyedihkan, ditambah lagi dengan kejadian itu.
Buku ini sangat tepat untuk dibaca siapa saja terutama untuk mereka yang harus berhubungan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Belajar memahami mereka, dengan penuh kesabaran dan ketulusan mungkin kita bisa menyentuh hati mereka dan kemudian mengarahkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
My Rate :
Karya : Torey Hayden
Tebal : 384 hlmn
Penerbit Indonesia : Qanita (PT. Mizan Pustaka)
Bagaimanakah perasaan Anda bila harus mengajar di sebuah kelas dengan 8 anak berkebutuhan khusus yang masih sangat belia?. Pasti membutuhkan energi yang lebih. Apalagi akan ditambah seorang gadis kecil yang memiliki catatan kriminal mencengankan.
Sheila nama anak itu, seharusnya dia akan dikirim ke rumah sakit negara karena tindakannya mengikat seorang bocah berusia 3 tahun di sebuah pohon kemudian membakarnya. Tetapi karena belum ada unit khusus di rumah sakit itu maka untuk sementara dia ditempatkan di kelas tempat Torey Hayden mengajar.
Awalnya Sheila tak tersentuh. Berkali-kali membuat kegaduhan di sekolah dan tidak mau mengikuti kegiatan belajar yang diadakan Torey. Tapi kemudian dengan kesabaran dan ketulusan Torey anak itu mampu 'dijinakkannya'. Belakangan dia baru menyadari bahwa anak itu adalah seorang anak yang istimewa. Jenius untuk anak seusianya.
Sheila melorot dari pangkuan saya dan berbalik, berlutut supaya dapat memandang langsung ke mata saya. "Kamu akan taunggung jawab sama aku. Kamu jinakkan aku, jadi sekarang kamu tanggung jawab sama aku?"
Membaca buku dengan label 'True Story' tentu merupakan sebuah keasyikan Tersendiri. Kita tau bahwa kejadian itu nyata, bukan merupakan hasil imajinasi penulis. Hal itu pula yang membuatku begitu tertarik membaca buku ini. Buku yang sebenarnya merupakan catatan Torey Hayden mengenai Sheila anak didiknya. Hingga dia menyadari bahwa buku itu layak untuk diterbitkan agar bisa dibaca oleh banyak orang.
Salah satu bagian yang mengharukan dari buku ini adalah saat Torey dengan sigapnya mengantar Sheila ke rumah sakit. Anak yang telah dianggapnya istimewa lebih dari sekedar hubungan antara guru dan murid. Kala itu Sheila datang ke kelas dengan pendarahan akibat percobaan tindakan asusila yang dilakukan pamannya Jerry. Cukup mengharukan bagaimana Sheila yang sudah menderita ditinggal ibunya sejak kecil dan harus tinggal bersama ayahnya yang suka mabuk-mabukan disebuah gubuk yang menyedihkan, ditambah lagi dengan kejadian itu.
Buku ini sangat tepat untuk dibaca siapa saja terutama untuk mereka yang harus berhubungan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Belajar memahami mereka, dengan penuh kesabaran dan ketulusan mungkin kita bisa menyentuh hati mereka dan kemudian mengarahkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
My Rate :
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- Book Review (13)
- Daily Personal Notes (9)
- Jalan-Jalan (4)
- Motivation (2)
- Movies Review (3)
- My Pictures (1)



