Tuesday, October 27, 2009

Arti Secarik Piagam??



Apa sich arti sebuah piagam buat kamu?? Tentunya punya banyak arti. Ada yang menganggap piagam sebagai secarik kertas yang penuh dengan makna. Memajangnya dalam ruangan yang gampang dilihat orang yang lewat dengan terlebih dahulu dibingkai dalam sebuah frame cantik. Atau banyak juga yang hanya menyimpannya dalam tumpukan berkas hingga akhirnya menjadi kertas bekas, usang tak berkualitas.

Bagiku, sebuah piagam penghargaan merupakan bentuk apresiasi orang lain atas kinerja yang kita lakukan selama ini. Sebagai pertanda bahwa apa yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia. Meskipun itu hanya secarik kertas, tapi bisa untuk menambah semangat untuk terus berkarya. Melakukan yang terbaik dalam hidup.

Sebenarnya gambar di atas merupakan piagam yang diberikan oleh kantor pusat atas kinerja kantor kami(terutama di Seksi ku, seksi vera) atas penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2008. Kami menempati urutan ke 2 setelah Banjarmasin. Yach Alhamdulillah sich selama ku menempati seksi vera (verifikasi dan akuntansi) di Balikpapan hingga Manado peringkatnya tidak pernah mengecewakan. Waktu di Balikpapan dulu kami mendapat peringkat 11, kemudian saat di Manado pertama kali naik ke peringkat 8, dan yang terakhir meningkat ke posisi 2.

Ntah kontribusiku dalam penentuan peringkat itu mungkin hanya sekian persen. Tapi ku turut ikut berbangga karena ku ikut menjadi bagian team dalam pencapaian prestasi itu. Mudah-mudahan peringkat kami ditahun depan tidak 'terjun bebas' sepeninggalnya bos vera, Mr. No. Mudah-mudahan kami bisa membuktikan siapapun kepala seksinya tak jadi masalah,,, Semoga...

Alhamdulillah Ketemu Istri Lagi



Padahal baru memulai untuk sholat dhuha nich, tapi dah kerasa banget manfaatnya. Kalau menurut perhitunganku, sesuai dengan kemampuan keuangan dan waktu yang ada tentunya. Ku cuma bisa bolak-balik Bandung-Manado untuk bertemu istri paling tidak 2-3 bulan sekali. Tapi Alhamdulillah 2 bulan ini ku mendapat 'tiket gratis' buat pulang. Dimulai dengan besok, ku mengambil cuti 2 hari (kamis s.d. jum'at) sebelum hari minggunya berangkat ke Makassar untuk mengikuti sosialisasi dari kantor pusat dan bulan Desember mengantar laporan keuangan ke Jakarta sebagai hadiah dari kantor karena telah meraih peringkat 2 Laporan Keuangan se Indonesia.

Alhamdulillah bisa ketemu istri lagi :)

Saturday, October 24, 2009

A Trip to Ciawi, Tasikmalaya



Baru liat isi digital camera ku lagi, sampai lupa kalau ada foto-foto waktu libur lebaran kemarin di Ciawi, Tasik, Jawa Barat. Suasananya bener-bener masih pedesaan banget. Sawah, Balong (kolam ikan air tawar), peternak bebek dan lain sebagainya yang menandakan mata pencarian pokok para penduduknya.

Waktu itu hari kamis, hari ke empat setelah lebaran. Kami (Aku, Istri, Ayah mertua, dan adik istri) dengan menggunakan 2 motor berangkat ke sana guna bersilaturahim dengan keluarga Almarhumah ibu mertua. Aku tidak sempat menghitung berapa jarak yang kami tempuh dari Bandung menuju Ciawi. Tapi yang pasti waktu perjalannya (dihitung waktu istirahatnya juga) adalah kurang lebih 4 jam. Untung Jalur yang menuju ke Tasik tidak macet, sedangkan jalur sebaliknya menuju Bandung macet total karena telah memasuki arus balik.

Jalan setapak menyambut kami sebelum tiba di tempat tujuan. Hamparan sawah di kanan kiri jalan sempit itu seakan-seakan siap menerima kejatuhan kami bila kami tidak berhati-hati. Ditambah tidak adanya lampu penerangan membuat jalan itu menjadi semakin horor. Sehingga ku memutuskan untuk berjalan secara perlahan-lahan saja. Kan gak lucu kalau aku, istri, beserta motornya terjun bebas ke sawah,,,




Lega akhirnya sampai juga ke tempat tujuan kami, arghhh pinggangku rasanya mau copot. Sebuah rumah panggung kecil sederhana berdindingkan anyaman bambu menjadi tempat peristirahatan kami malam ini. Di rumah itu tinggal sepasang suami istri yang sudah cukup uzur, saudara tertua dari keluarga almarhumah ibu Mertua. Tahu kami datang, para tetangga yang juga umumnya masih saudara berdatangan. Serasa jadi artis... he3x. Tapi sayang mereka menggunakan bahasa sunda untuk berkomunikasi, jadi ku tidak dapat ikut berinteraksi. Ku hanya cuma bisa manggut-manggut sambil senyum-senyum mendengarkan pembicaraan yang hanya sekali-sekali diterjemahkan oleh istri. Bener-bener gak ngerti bahasa sunda euy, harus belajar nich...

Seperti yang ku takutkan, masalah utama daerah pedesaan yakni masalah sanitasi yang kurang diperhatikan ternyata benar juga. Jarang sekali rumah penduduk yang mempunyai toilet di dalam rumah mereka. Kebanyakan mereka menggunakan 'toilet helikopter' untuk urusan buang hajat. Untunglah pada keesokan paginya kami diantar ke rumah keluarga yang punya toilet di dalam rumah mereka. Lega rasanya...

Setelah sarapan kami diajak berkeliling sambil melihat-lihat proses panen ikan di balong milik keluarga. Sudah menjadi tradisi kalau ada keluarga dari jauh yang datang maka satu petak balong akan dipanen guna keperluan makan tamu dan sebagian lagi untuk dijual. Sebenarnya jijik juga sich melihat tempat habitat ikan-ikan itu. Makanan utama mereka ya kotoran dari kita-kita yang dibuang dari 'toilet helikopter'. Tapi bagaimana lagi, ikan-ikan seperti ikan gurami, ikan mas, ikan nila dan ikan-ikan air tawar lainnya enak untuk dijadikan lauk saa makan. hehehe




Karena siang hari setelah sholat jum'at kami harus balik ke Bandung jadi di sisa hari yang ada kami gunakan untuk berkeliling. Kami bersilaturahim di rumah keluarga-keluarga lainnya. Terasa banget keramah tamahan khas masyarakat pedesaan, pulangnya kami dibekali dengan banyak oleh-oleh.

Ada satu hal unik yang aku jumpai saat mengunjungi beberapa rumah keluarga yang boleh dibilang cukup mewah dibanding dengan rumah-rumah sekitarnya. Ternyata kebanyakan dari penduduk desa itu bekerja di daerah perkotaan dengan berdagang alat-alat rumah tangga secara kredit terutama pada ibu-ibu. Di kota mereka biasanya mengontrak rumah yang sangat sederhana sedangkan hasil keuntungan dari usahanya mereka simpan untuk membangun rumah di desa. Ada pula yang hanya dengan hasil menjual fried chicken di kota mereka bisa membangun rumah seperti layaknya rumah para pengusaha sukses di kota. Bisa jadi rumah para penjual kaki lima yang sering kita jumpai di jalan lebih bagus daripada rumah kita sendiri. Namanya juga rejeki ya..., yang pasti mereka tidak malu untuk berusaha.

Selesai sholat jum'at akhirnya kami balik lagi ke Bandung, karena hari minggu ku sudah harus kembali ke Manado. Perjalanan yang cukup melelahkan tapi cukup membawa pengalaman baru. Kapan-kapan ku ingin berkunjung lagi ke sana. Semogaaa...

Pengalaman Pertama Jadi Pembawa Materi


Ini dia nich pangalaman pertamaku jadi 'Pembawa Materi' di sebuah acara yang diadain oleh BPS Propinsi Sulut. Masih kaku banget pokoknya, perlu banyak-banyak belajar biar bisa jadi Pengajar yang baik. Keinginanku gak muluk-muluk, ku ingin suatu saat nanti ku bisa jadi seorang widyaswara/dosen yang baik berguna bagi agama, nusa dan bangsa (he3x)

Thursday, October 22, 2009

Photo Iseng... KCB 3


Baru-baru ini ku iseng edit foto pake photoshop, temanya banner film KCB. Masih kasar gitu sich editannya... Tapi lumayan lah buat pemula,,, he3x.

Thursday, October 15, 2009

A Tribute to Mr. NO


Serasa kehilangan induk nich beberapa hari ini, mau kerja jadi malas-malasan. Gak ada yang negur lagi sich kalau lagi keasyikan internetan, He3x. Pak boss ku (red-Kasie Vera- Pak Marno) sejak beberapa hari yang lalu mendapat promosi Esselon III sekaligus mutasi ke Kanwil Jogja. Di sana beliau menjabat sebagai Kabid Aklap. Penggantinya... belum tau kapan, mudah-mudahan bukan dalam hitungan bulan karena sebentar lagi kan tutup tahun. Kalau gak ada penggantinya juga sampai akhir tahun,.. Oh tidakkkk...

Kalau dipikir-pikir enak juga sich beliau, umur masih 30an sudah promosi ke Esselon III. Dah gitu mutasinya ke dekat kampung halaman lagi. Prestasi yang lumayan kinclong itu tentunya tidak diraih dengan gampang. Beliau itu type orang yang religus, pekerja keras (Over workholic malah...), supel, jago aplikasi, dan terkadang juga sering iseng.

Religius,,, setidaknya Puasa daud (puasa selang hari) selalu beliau amalkan. Bahkan kalau lagi tidak puasapun sangat jarang menemukan beliau sedang makan siang. Tiap pagi tak lupa rutinitas sebelum bekerja ,sholat dhuha, beliau kerjakan, & kalau sedang dzikir sehabis sholat terkadang lama bangettt.

Pesan terakhir beliau pada kami sebelum meninggalkan Manado diantaranya adalah agar kami memperbanyak shodaqoh terutama pada anak yatim. Kalau punya hajat (keinginan) bershodaqohlah di awal sebagai pembuka pintu rejeki, bukan hanya diakhir setelah rejeki itu didapat. Pesan lainnya, jangan lupa selalu meminta do'a restu dari orang terdekat. Terutama do'a dari kedua orang tua dan pada anak kita (kalau ada) yang belum baligh.

Pekerja keras... Jadi ingat waktu itu lembur sampai jam 2 pagi cuma untuk membuat surat dan mengamplopkannya supaya bisa didistribusikan keesokan paginya ke satker-satker. Pernah juga waktu itu disuruh merapikan berkas-berkas di gudang di hari sabtu-minggu. Merapikan berkas-berkas segede gunung itu?? Membayangkannya saja aku gak bisa. Boleh dibilang itu pekerjaan kuli, tapi beliau tak sungkan-sungkan langsung turun tangan . Untunglah waktu itu aku lagi sakit jadi ada alasan untuk tidak ikut membantu. Jadilah Pak Marno dkk yang membereskannya, he3x (sorry ya teman-teman :). Biasanya beliau baru meninggalkan kantor di atas jam 5 dan juga sabtu minggu tak susah menemukan beliau sedang berada di kantor. Salut dech Pak.,.

Supel... Mungkin beliau satu-satunya kasie di kantor yang paling enak diajak becanda. Bahkan oleh teman-teman sering di godain, tapi beliau tidak pernah marah. Kita-kita dan para satker tidak ada rasa sungkan untuk bertanya kepada beliau.

Jago aplikasi... Yach bila kami anak buahnya dah pada nyerah buat menyelesaikan masalah aplikasi-aplikasi dari satker. Beliau dech yang turun tangan dan hampir semuanya bisa terselesaikan.

Iseng... Terkadang mang beliau sering iseng juga. Kalau ada tas, hp,dan bahkan sendal jepit yang tergeletak sembarangan sering beliau sembunyikan. Hingga beberapa saat kemudian setelah si empunya capek mencari beliau kembalikan tanpa sepengetahuan si pemilik. Ku juga salah satu yang pernah jadi korbannya.

Sepeninggal beliau beban kami cukup berat. Rasanya sulit untuk mempertahankan peringkat 2 dari 181 KPPN dalam Penyusunan Laporan Keuangan. Boleh dibilang 75% prestasi itu diraih dari usaha beliau. Yach mudah-mudahan peringkatnya tidak terlalu jeblok lah untuk tahun depan. I wish...

Satu pelajaran dari beliau, tak ada yang namanya pekerjaan kuli. Semua pekerjaan harus dikerjakan dengan ikhlas sampai tuntas tanpa membekas. Ok pak... semoga semangatmu tertular buat kami yang kamu tinggalkan. SEMANGATTT !!!

Saturday, October 10, 2009

Buaya dan Mitos di Keluargaku


Ku termasuk salah satu orang yang tidak percaya pada hal-hal yang berbau tahayul atau pada mitos-mitos yang banyak berkembang di masyarakat terutama mengenai makhluk halus. Tapi tentunya ku percaya kalau selain kita manusia, ada makhluk lain dari golongan jin yang menempati dunia ini berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an. Bahkan jumlah mereka jauh lebih banyak daripada kita karena mereka diberi umur yang panjang dan mereka diberi keturunan yang banyak pula.

Jadi wajar-wajar saja bila dalam suatu ruangan terdapat banyak jinnya karena memang jumlah mereka sangat banyak dan mereka bertempat tinggal di mana saja. Bahkan jin dari golongan syaitan menempati bagian-bagian tubuh kita bila kita mulai tampak jauh dari Allah. Tapi seharusnya keberadaan mereka bukan untuk saling mengganggu karena faktanya kita dan mereka hidup dalam dimensi yang berbeda. Cukup kita percaya aja kalau mereka itu ada, asal mereka tidak mengganngu kita dan kita juga tidak perlu mengganngu mereka.

Kalau tahayul tentang hantu-hantu sebenarnya adalah cuma rekayasa dari jin-jin yang mampu menampakkan diri untuk menggoda manusia. Karena dalam Islam tidak ada yang namanya arwah penasaran. Setiap orang yang meninggal ruhnya tidak bisa lagi bergentayangan di dunia hingga waktunya dibangkitkan kembali.

Well,.. sebenarnya ku tidak ingin membahas secara detil segala sesuatu tentang jin karena memang pengetahuanku sangat terbatas tentang itu. Yang ingin ku bahas adalah suatu kejadian yang berhubungan mitos yang terjadi di keluargaku sendiri, yakni mengenai kesurupan adikku yang baru saja terjadi.

Jadi ceritanya adikku yang cowok, memang beberapa hari sebelum kejadian sudah mengalami sakit yang menyebabkan dia demam tinggi dan disertai batuk kering . Belum dibawa ke rumah sakit karena menurut dokter praktik, penyakit itu dapat sembuh dengan hanya banyak istirahat dan minum obat secara teratur. Hingga akhirnya di hari itu mungkin kondisi tubuhnya dalam keadaan paling lemah karena setiap makanan yang masuk selalu dimuntahkan kembali. Dimulai dari keramnya lengan adikku hingga terjadilah peristiwa itu.

Tiba-tiba saja dia terjatuh dari kursi tempat dia tidur dan kemudian bertingkah seperti layaknya buaya. Menurut cerita ibuku yang pada saat kejadian ada di sampingnya, adikku berteriak-teriak layaknya orang kesurupan. Berterak-berteriak meminta makan karena katanya dia sudah 2 bulan tidak diberi makan. Bila tidak ditindih & dipegang oleh beberapa orang adikku akan merayap menuju dapur mungkin untuk mencari makan. Kontan saja rumahku jadi rame oleh para tetangga yang menonton.

Hingga akhirnya ada yang berinisiatif untuk meminta kepada makhluk yang menguasai tubuh adikku untuk segera keluar. Tapi ternyata makhluk itu meminta syarat agar diberi makan telur kampung dan ketan terlebih dahulu baru dia mau keluar. Setelah menghabiskan 3 butir telur beserta kulitnya dan ketan barulah adikku sadar kembali.

Menurut cerita bapak dan ibuku, konon katanya dulu dari keluarga bapakku ada keluarga yang lahir kembar dengan buaya. Buaya tersebut kemudian dipelihara disamping rumah. Hingga suatu ketika buaya itu masuk ke dalam mimpi si orang tua dan meminta agar dia dilepaskan di sungai dan dalam periode tertentu diberi makanan dengan melarutkannya di air sungai.

Menurutku memang cerita itu sangat tidak logis, mana ada manusia lahir kembar dengan buaya. Lagian juga tindakan melarutkan makanan ke air adalah tindakan yang mubazir yang disenangi syaitan. Menurutku kejadian itu tak lebih dari masuknya jin ke dalam tubuh adikku yang memanfaatkan kelemahan kondisi tubuhnya saat itu dan jin itu sudah hapal bener dengan keluargaku. Karena sebelumnya juga dikeluarga bapakku yang lain sudah pernah terjadi kejadian yang sama.

Yach namanya juga mitos, sulit untuk diubah. Kebanyakan orang terutama para orang tua masih sangat percaya dengan hal-hal seperti itu. Sebenarnya kalau kondisi tubuh dan keimanan kita lagi kuat, Insya Allah tidak akan diganggu oleh mereka karena mereka sendiripun takut dengan kita. Sedangkan penanganan yang benar sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah menghadapi peristiwa itu adalah dengan rukyah.

Alhamdulillah sekarang setelah satu minggu adikku mulai pulih dari sakitnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa-peristiwa kesurupan seperti itu terjadi dikeluargaku. Dan laknat Allah moga-moga tertuju pada jin yang telah merasuki adikku itu… Amiiinn…

Tuesday, October 6, 2009

Surat Cinta untuk Istriku


Teringat ketika untuk pertama kali kita bertemu
Ku melihat pribadi tangguh yang bersemayam di dalam dirimu
Pribadi yang menurutku mampu untuk bersama membina rumah tangga
Yang dilandaskan pada kecintaan pada Allah dan Rasulnya

Pada saat itu pula ku yakin bahwa kau adalah jodohku
Tanpa berpikir panjang akhirnya ku langsung memberanikan diri melamarmu

Dua bulan kemudian ku kembali untuk memenuhi janji
Menyempurnakan separuh agama dalam sebuah ikatan suci
Bersama... Berdua denganmu... membina keluarga yang hakiki
Dalam panduan sang Ilahi Robbi...

Alhamdulillah... sudah 4 bulan hubungan suami istri telah bersama kita lalui
Hingga saat ini tak ada masalah yang berarti
Kecuali mungkin faktor komunikasi

Barangkali memang ku tak pandai dalam berucap
Merangkai kumpulan kata menjadi sebuah puisi yang mantap
Ataupun merencanakan sebuah kejutan yang dapat membuatmu terkesiap…

Bukan… aku bukan type orang seperti itu
Ku adalah type orang yang boleh dibilang terlalu kaku
Tak punya kepandaian untuk merayu apalagi untuk mengucapkan kata ‘I Love U’
Tapi yang pasti ku akan selalu tetap belajar dan tentunya itu membutuhkan waktu

Percayalah… Setelah tentunya kepada Allah dan Rasulullah…
Tak ada momen yang paling ku tunggu selain menunggu untuk bertemu denganmu
Tak ada suara terindah yang ingin ku dengar selain suara merdumu
Tak ada hal yang paling ingin ku lihat selain melihat wajah manjamu

Betapa saat ini ku juga sangat merindukanmu
Untuk selalu hadir disini… disisiku,,.
Memeluk candamu, merangkul erat cintamu

Sebelum ikrar suci kita pernah berkomitmen untuk dapat hidup saling berjauhan
Aku berjibaku dengan kesibukan kerjaku, kamu berkonsentrasi untuk menyelesaikan studimu
Dan beberapa bulan sekali bertemu untuk melepas rindu
Balikpapan-Bandung-Manado, 3 pulau besar akan menjadi jalur utama cinta kita

Sungguh sangat berat memang...
Tapi itulah artinya berjuang

Yang harus kita lakuakan sekarang adalah tetap bersabar dan terus bersabar
Hingga waktu itu tiba... waktu di mana kita akhirnya bersatu dalam satu pintu
Dalam sebuah rumah sederhana yang penuh dengan cinta
Berkumpul bersama anak-anak kita (Insya Allah)
Bertarbiyah untuk membangun rumah tangga, bangsa, dan agama
Untuk meraih ridho sang maha pencipta,,, Allah azza wa Jalla...

Ya Allah abadikan cinta kami berdua hingga yaumil qiyamah nanti

Monday, October 5, 2009

Kado Puisi untuk Pernikahan Kalian




Duhai sahabat, betapa kami ikut bahagia melihat senyum kalian berdua hari ini

Senyum yang penuh dengan arti karena akhirnya kalian telah menjalin sebuah ikatan suci

Yang Insya Allah akan selalu diridhoi oleh sang Ilahi…

Mulai hari ini bahtera rumah tangga kalian akan mulai berlayar

Mangarungi samudra kehidupan yang terbentang lebar


Bila angin sedang bertiup dengan santai dan ombak berguling dengan landai

Kembangkan layar, nikmati perjalanan cinta kalian dengan damai

Sedang bila badai mulai menghadang dan ombak tiba-tiba menerjang

Jangan pernah kalian bimbang


Tetaplah fokus untuk mencapai tujuan perjalanan dan jangan berpikir untuk mundur ke belakang

Pesan kami, berusahalah untuk saling mengerti

Karena memang kita punya ego sendiri-sendiri

Mungkin suatu saat diantara kalian harus ada yang mengalah

Bukan tanda kalah

Tapi untuk sekedar meredakan amarah

Juga sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah…


Dan jangan lupa landaskan cinta kalian hanya kepada Allah

Harapan kami, walaupun nanti kalian saling jauh harus tetap membina komunikasi

Telepon, sms, mms, video call, coment-coment an di pesbuk, e-mail, chatting, surat menyurat, faximile, telegram, dan bila perlu surat-menyurat menggunakan jasa burung merpati

Yang tepenting bisa saling bertukar informasi setiap hari


Do’a kami, Ya Allah limpahkanlah rasa cinta kepada sahabat kami

layaknya rumah tangga Rasulullah dan khadijah, Rasullullah dan Aisyah

Nabi Ibrohim dan siti hajrah, Ali bin abi thalib dan Fatimah

Rumah tangga yang dipenuhi dengan kasih sayang dan selalu penuh barokah

Yang langgeng hingga nanti di yaumil qiyamah


Ya Allah, Hiasilah rumah tangga mereka dengan cinta

Berikan keturunan kepada mereka yang shalih dan sholihah kelak sebagai pembela agama

Penuhi kehidupan mereka dengan canda dan tawa

Dan mudah-mudahan kehidupan mereka dijauhkan dari Bala


Ya Allah

Jadikan kami sebagai pribadi yang selalu bersukur kepada Mu

Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Barokallahu laka wa baroka alaika wa jama’a baynakuma fil khoir

(Presented to Kang Hadi & Teh Rini)