Thursday, September 23, 2010

13 Minggu Usia 'Dedek Bayi'



Libur lebaran kemarin abi dan umi sempatkan untuk melihat perkembangan mu di dalam rahim umi. Terakhir kamu di USG 6 minggu yang lalu di salah satu rumah sakit bersalin di Bandung. Kali ini kami berdua memilih Rumah Sakit Bersalin Kasih Bunda Balikpapan berdasarkan referensi dari teman-teman. Wah pengalaman pertama nich buat abi, bisa lihat secara langsung layar monitor yang menampakkan keberadaanmu. Tapi sayang abi masih belum bisa membedakannya. Saat foto hasil USG nya dicetak baru tampak perbedaannya.

Ini fotomu umur 13 minggu di dalam rahim umi. Jauh lebih jelas terlihat daripada foto sebelumnya. Ukurannya dari kepala sampai bokong sekitar 61 mm. Kakimu kata dokternya terlipat ke perut. Tapi air ketubanmu kecil yang membuatmu susah bergerak. Kecilnya ketubanmu katanya dikarenakan uminya kurang minum air putih. Tuh umi ingat banyakin minum air putih biar air ketuban dedek bayinya bisa normal lagi, hehehe... Trus kata dokternya lagi posisimu terlalu di bawah. Katanya mungkin karena umi kecapekan. Ya masih wajar karena umimu baru saja menempuh perjalanan yang cukup melelahkan.

Abi sempat khawatir sama kamu. Masih janin di dalam perut aja sudah melanglang 3 pulau besar di Indonesia naik pesawat. Mudah-mudahan kamu kuat-kuat aja ya. Oh ya, Umimu juga lagi sibuk-sibuknya menyelsaikan sekripsi. Doa'in ya supaya sekripsi umimu cepat selesai. Biar kamu dan umimu bisa tenang bermukim di rahim umimu. Jangan ikut-ikutan stress ya dek kalau umimu lagi pusing mikirin sekripsinya ;)

Mudah-mudahan abi punya kesempatan lagi melihatmu di rahim umi melalui monitor USG. Bahagia rasanya melihat perkembanganmu yang normal. Teruslah berkembang calon anakku, semoga Allah selalu menyertai pertumbuhanmu di dalam rahim umi. Amiiin...

Libur Lebaran 2010



Mudik... Mudik...

Sepertinya cuma di Indonesia aja dech yang saat musim libur lebaran sangat terasa begitu hebohnya suasana mudik. Jutaan orang berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya masing-masing dengan menggunakan berbagai alat transportasi. Bahkan terkadang banyak yang tidak memperdulikan keselamatannya dalam perjalanan hanya untuk bisa berlebaran di rumah.

Niat utama bermudik tentunya untuk bersilaturahim ke keluarga dan tetangga di kampung. Meskipun sebenarnya untuk bersilaturahim bisa kapan saja tanpa harus menunggu lebaran. Tapi karena libur lebaran merupakan libur panjang nasional dan biasanya bagi para pegawai swasta lagi banyak-banyaknya duit sehabis dapat THR jadi sepertinya libur lebaran merupakan waktu yang tepat untuk mudik. Serasa kurang lengkap kalau lebaran tanpa mudik. Bahkan bagi mereka yang tidak punya kampung halaman pun merasa iri ingin juga ikut-ikutan mudik, aneh-aneh aja. He3x

Nah kebetulan sudah 4 kali puasa 4 kali lebaran (kalah nich bang Toyib ;) secara rutin ku mudik. Kalau lebaran tahun lalu ku berlebaran di Bandung, giliran libur lebaran tahun ini ku berlebaran di Balikpapan dari tanggal 3 s,d, tanggal 13 September. Ketemuan sama istrinya di Bandara Sepinggan Balikpapan tentunya... (Kasian ya... hikss). Pesawatku tentunya lebih cepat tiba satu jam dari pesawat istri. Ku naik pesawat Bata dari Manado sedangkan istri naik Singa dari Cengkareng. Baru dech barengan naik taxi bandara ke rumah.



Alhamdulillah kabar keluarga di Balikpapan baik-baik aja. Bapak dan Ibu masih sehat, meskipun Ibu terlihat lebih kurus karena katanya kecapekan mengurusi Junior No. 5 -> Mirza. Karena bapak dan ibunya bekerja di siang hari jadi Mirza dititipkan di rumah. Ternyata memang dia luar biasa aktif, dipaksa untuk duduk satu menit aja susah banget. Mungkin kalau dihitung sehari dia berjalan bisa menempuh beberapa kilometer. Tapi tetep lucu bangettt... Salah satu kelucuannya hanya dengan kita bertanya "Matanya mana??" secara reflek dia mengedip-ngedipkan matanya yang belo. Alis matanya yang tebal ditambah bulu matanya yang lentik jadi tambah lucu ngeliatnya. Dia juga suka banget sama ondong-ondong, bukan untuk naik diondong-ondongnya tapi cuma memutar rodanya. Jadi kedatangan dia ke rumah ditunggu-tunggu, karena kalau gak ada dia rumah jadi sepi. Kalau ntar anakku seaktif dia bisa repot banget uminya ;)

Selama di Balikpapan ku banyak habiskan bersama istri untuk mengelilingi kota. Wah ternyata banyak banget perubahan di Balikpapan, padahal baru kurang setahun ku tinggalkan. Dengar-dengar sudah ada 9 mall berdiri di Balikpapan. Lebih dari cukup bila dibandingkan dengan luas wilayahnya yang tidak seberapa. Tapi anehnya mall-mall itu selalu ramai oleh para pengunjung. Dan banyak pula bangunan hoteldan bahkan apartemen berdiri. Sayangnya belum ada bangunan Islamic Center seperti di ibukota Provinsi. Kalau ada sepertinya lengkap sudah.



Suasana saat Idul Fitri seperti biasa sehabis sholat Ied dilanjutkan dengan acara yang paling mengharukan sungkeman dengan orang tua. Sehabis itu menyantap soto ayam yang sudah di masak ibu. Dikerenakan siang harinya hujan jadi cuma bersilaturahim ke tetangga terdekat aja. Di lebaran kedua baru berkeliling ke rumah calon mertua adikku dan ke rumah keluarga dari bapak. Cuma kakakku nomor 2 yang di Banjar tidak bisa ke Balikpapan. Dikarenakan istrinya baru saja melahirkan. Junior No. 6 di keluarga kami. Arumi Syifa Anindiya namanya.

Sayang waktu begitu terasa cepat, 10 hari begitu tak terasa berlalu. Ku harus berpisah dengan keluarga di Balikpapan dan juga dengan istri. Penerbangannya juga sudah ku atur, jadi pesawat istri terbang lebih dulu baru kemudian pesawatku. Sempat khwatir dengan kehamilan istri yang hanya dalam waktu berdekatan naik pesawat bolak-balik Jakarta-Balikpapan. Tapi Alhamdulillah dedeknya pintar-pintar aja di dalam perut uminya. :)

Rencanannya bulan Nopember tahun ini ku akan balik lagi ke Balikpapan. Untuk menghadiri pernikahan ke dua adikku. Pernikahan keduanya sengaja dilangsungkan dalam hari yang berdekatan supaya keluarga yang jauh-jauh bisa sekali jalan. Sebenarnya kegiatanku di bulan ini padat banget mulai dari Ujian Semester UT, kalau jadi istri juga wisuda di Bulan Nopember, lagi sibuk-sibuknya kerjaan juga karena mau dekat akhir tahun, dan ditambah lagi ujian diklat yang baru aku ikuti ternyata juga di bulan Nopember. Yach mudah-mudahan ku bisa menghadiri pernikahan mereka nanti.

Oh ya… Kami sekeluarga mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H
Taqoballallahu Minna wa minkum shiyama wa shiyamakum
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Monday, July 26, 2010

7 Minggu Usia Dedek Bayi



Assalamu'alaikum dedek bayi, gimana kabarnya di dalam rahim umi?? Baik kan?? Abi & Umi selalu mendo'akan semoga perkembangan dedek menjadi janin yang utuh berjalan dengan semestinya. Amiiin...

Gak kerasa sudah 7 minggu dedek bertumbuh kembang di perut umi. Menurut artikel yang abi baca sich ukuran dedek sekarang sekitar 1/3 s.d 1/4 inch. Masih kecil memang, tapi ukuran itu dah 10.000 kali lebih besar daripada waktu pertama kali terjadi pembuahan lho, Wowww... Subhanallah...

Itu foto dedek bayi waktu Umi di USG kemarin. Lucu ya, masih kecil banget. Belum bisa kelihatan perbedaan organ-organnya. Tapi itu aja sudah membuat kami senang bahwa dedek benar-benar ada di rahim umi. Sebelumnya umi sudah 2x test dengan alat test kehamilan sich. Tapi katanya masih belum 100% persen yakin. Jadinya umi periksa ke dokter untuk di USG, dan Alhamdulillah ternyata benar.

Maaf ya abi gak bisa sering menemani dedek. Tau sendiri kan abi sedang mencari nafkah di kota orang (Manado). Dan umimu sedang berjuang menyelesaikan kuliahnya di Bandung. Jadi belum bisa berkumpul bersama. Do'akan ya dek biar abi bisa mutasi ke Bandung supaya bisa tiap hari nemenin dedek & Umi, HEHEHE (Amiiin gitu dek ;)

Oh ya, jangan rewel ya di perut umi. Bantu umi untuk menyelesaikan sekripsinya. Kan kalau sekripsi umi sudah selesai jadi pikiran umi bisa tenang. Dedek juga gak ikut-ikutan stress. Temenin umi ya ke mana-mana. Pegangan yang kuat kalau umi lagi naik motor. Tapi umi dah bilang sich gak bakal sering naik motor. Trus kalau butuh nutrisi buat pertumbuhan dedek pilih yang terbaik dari nutrisi yang umi makan ya.

Luv U Umi,
Luv U Dedek Bayi,
Insya Allah ketemu lagi bulan September ya di kota kelahiran Abi, Balikpapan ;)

Friday, May 28, 2010

'3 Idiots', The best Bollywood movie I ever watched...



Ku sempat punya pikiran kalau film Bolywood yang bagus menurutku adalah film yang di buat oleh sutradara non India (Ex.'Slumdog Millionaire') ataupun film India yang pengambilan gambarnya bukan di India ( Ex. 'My name is Khan'). Eh ternyata setelah menonton '3 Idiots' persepsiku di atas jadi berubah.

Yup, film ini murni buatan asli bollywood. Berbeda dari film-film India kebanyakan yang mengambil tema cinta dan dipenuhi lagu-lagu dan tarian khas India, 3 Idiots mengambil tema persabahatan dan lagu-lagunya tidak banyak dan lebih banyak bernuansa pop.

Bercerita tentang 2 kawan lama, Raju dan farhan, mencari sahabat mereka Ranchad yang sudah 10 tahun tidak bertemu. Atas info dari catur, saingan mereka selama kuliah dulu, dimulailah petualangan seru mereka mencari sang sahabat. Catur juga ingin membuktikan siapa yang paling sukses diantara mereka. Apakah metode menghapal yang diyakini catur ataupun metode memahami yang diamalkan ranchad.

Plot film ini beralur maju mundur. Cerita masa-masa kuliah dulu tentang si jenius Ranchad (diperankan Amir Khan) yang menentang sistem pendidikan di Universitas itu tergabung apik dengan kisah pencarian tak terduga mereka untuk bertemu ranchad.

Film ini benar-benar berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Terkadang kita dibuat tertawa terbahak-bahak, semenit kemudian kita dibuat mengharu biru meneteskan air mata. Dan terkadang menangis dan tertawa secara bersama-sama. Tapi yang terpenting banyak pesan moral yang diambil dari film ini. Diantaranya adalah:

Pertama, Jadilah diri sendiri. Pilihlah pendidikan yang sesuai dengan minat kita sendiri. Bukan karena orang tua atau ikutan teman-teman. Karena belajar yang didasari pada minat lebih enak menjalaninya dan biasanya lebih berhasil. Tak ada kata terlambat untuk memperdalam pengetahuan tentang apa yang kita minati.

Kedua, Jauhkan pikiran tentang ketakutan-ketakutan mengenai masa depan. Belajar bukan hanya karena mencari gelar, nilai akademis yang tinggi dan prestasi-prestasi cemerlang lainnya. Terkadang kita melupakan esensi dari belajar itu sendiri yakni mencari ilmu.

Ketiga,
Jangan merasa terhalangi untuk belajar suatu hal yang baru hanya karena hal itu di luar bidang kita. Ilmu itu luas tidak akan habis-habisnya untuk digali. Berpikirlah yang efektif karena hal itulah yang akan membuat kita berhasil.

Beberapa adegan yang ku suka dari film ini :
Adegan ketika mereka bertiga ingin menunjukkan hasil karya Joy yang telah disempurnakan oleh ranchad dengan menerbangkannya ke jendela kamarnya. Ternyata Joy sudah terpaku gantung diri dengan tulisan di dinding kamarnya 'I Quit'. (mengharukan)

Adegan ketika Raju dan Farhan memaksa Ranchad asli untuk memberitahu dimana keberadaan 'Ranchad' yang mereka kenal selama kuliah. (lucu abis)

Adegan ketika menggambarkan kehidupan keluarga Raju yang miskin dengan ayah yang terbaring sakit.

Adegan ketika mereka mengetahui bahwa ranchad sebenarnya adalah seorang ilmuwan yang sedang dicari-cari oleh catur untuk kepentingan bisnisnya. Bernama asli Wangdu. (Mengharukan sekaligus lucu ).

Dan masih banyak lagi. Pokoknya film ini wajib buat ditonton terutama buat para orang tua dan pengajar yang selama ini banyak bersifat otoriter terhadap anak/anak didiknya.


The best Bollywood movie I ever watched :)

Wednesday, April 14, 2010

'Honeymoon' di Bali versi Paket Hemat



Baru kesampaian nich memposting cerita jalan-jalan bulan lalu (Bulan Maret) ke Bali. Maklum kerjaan lagi banyak. Ceritanya sich bulan maduan bareng istri. Tapi ntah sudah bulan madu yang ke berapa. He3x.

Aku berangkat dari Manado menggunakan pesawat Lion Air sehari lebih cepat dari istri yang menumpang pesawat Air Asia dari Bandung. Aku datang lebih cepat guna mempersiapkan penginapan dan alat transportasi untuk kami berkeliling pulau bali. Ku menggunakan jasa ojek untuk mencari penginapan dan rental sepeda motor.

Ini kedatanganku yang ke dua di pulau dewata ini. Tapi itu juga sudah lama banget dan dulu menginapnya dirumah keluarga teman jadi ke mana-mana di antar, belum tau jalan. Ku sudah mencetak beberapa peta yang ku dapatkan dari browsing di internet. Setidaknya punya gambaran tentang jalan-jalan di pulau bali. Ku ditunjukkan oleh si tukang ojek pada sebuah penginapan dekat pantai kuta yang murah (100rb/malam), kamarnya cukup luas dan bersih.



Untuk transportasinya ku memilih sebuah sepeda motor yang dirental seharga 50rb/hari. Sepeda motor rentalan ini yang jarang ditemukan di daerah-daerah wisata lain. Kalau harus bolak-balik ke tempat wisata menggunakan taksi maka tidak akan terhitung borosnya (di Bali angkotnya sangat jarang dan daerah yang dilalui terbatas). Lagipula dengan menggunakan sepeda motor kita bisa tahu jalan-jalan ke daerah wisata mau selama apapun tanpa kuatir tidak ada kendaraan yang mengantar. Adventuring ;)

Cuma 3 hari kami ada di Bali dan ternyata memang waktu segitu tidaklah cukup. Sehari sekali kami gunakan untuk paling tidak mengunjungi 2 tempat wisata dari sekian banyak objek wisata di sana. Dari utara pulau bali sampai ke selatan hingga dari timur sampai ke barat semuanya terwakili. Ternyata peta-peta yang ku print sebelumnya kurang akurat sehingga ku sebelum berjalan-jalan biasanya memelototi google maps dulu atau google earth di internet (very helpful). Tapi juga sebenarnya banyak petunjuk arah di kanan-kiri jalan jadi gak perlu kuatir takut nyasar, lagipula kita punya mulut kan untuk bertanya??.

Ku pernah diperingatkan waktu kunjungan pertama yang lalu bertanya arah jalan sama orang sana kendaraannya harus dimatikan terlebih dahulu trus motornya diparkirkan, kalau tidak siap-siap pertanyaan kita tidak digubris. Tidak sopan menurut mereka.

Mungkin sudah terlalu banyak artikel yang menceritakan tentang berbagai pesona wisata di pulau dewata ini. Jadi ku tida ingin berpanjang-panjang menjelaskannya. Yang pasti beberapa objek wisata yang wajib dikunjungi untuk anda yang berbudget rendah dan waktu yang terbatas diantaranya :

Pantai Kuta


Ku sarankan cari penginapan disekitar pantai kuta, karena bisa sewaktu-waktu bolak balik ke pantai dan banyak penginapan murah di sekitar pantai ini jadi tidak perlu pusing. Biasanya di pantai ini pada siang hari banyak di kunjungi oleh wisatawan asing sedangkan di malam hari banyak dipadati oleh wisatawan lokal (termasuk kami). Kalau mereka niatnya ke pantai memang untuk berjemur mencoklatkan kulit, kalau kita sudah hitam mau berjemur gimana?? hehehe. Jadi kami lebih sering ke pantai kuta dengan berjalan kaki malam hari menjelang tidur. Menikmati jagung bakar sambil duduk santai mendengarkan suara desiran ombak pantai... hmmmm... so romantic :)

Tanah Lot



Kalau objek wisata yang satu ini memang wajib untuk dikunjungi. Kalau tidak sempat mampir ke tanah lot terus mengambil beberapa foto rasanya belum lengkap ke Bali. Sempat agak ragu sich ketika melalui jalan menuju lokasi wista tanah lot yang didominasi oleh sawah-sawah Hijau, tapi ternyata benar. Yang menarik dari tempat ini adalah sebuah bukit kecil di bibir pantai yang diatasnya ada sebuah kuil. So awesome...

Danau Bedugul

Sebenarnya agak kecewa sich ketika sampai di tempat ini. Soalnya sudah jauh trus view tidak terlalu istimewa. Danaunya biasa aja, kelebihannya cuma cuaca di sana lumayan adem. Setelah liat di google maps kembali ternyata kami bersepda motor ria dari ujung barat (Tanah lot) ke utara. Pantas terlihat jauh banget perjalanan yang kami tempuh sampai rasanya pinggang mau copot.



Garuda Wisnu Kencana



Disarankan ke tempat ini menjelang pukul 5 sore. Karena ada pertunjukan tari di auditorium terbukanya. Kebetulan waktu kami ke sana sedang ditampilkan pergelaran tari tradisional yang sebagian penarinya penderita tuna rungu. Jadi mereka hanya mengetahui pergantian iringan musik hanya dari instruktur di depan panggung.

Tentunya masih banyak lagi termasuk yang belum sempat kami kunjungi. Tapi dikarenakan waktu yang terbatas dan blognya yang sudah panjang jadi ku tidak bisa menjelaskannya secara lebih terperinci.

Oh ya dari pembicaraan kami dengan seorang guide yang kebetulan lagi mojok makan di pantai kuta ku baru tahu kalau ternyata banyak bule-bule yang berkeliaran di pantai kuta merupakan bule-bule kelas bawahan. Bahkan banyak diantara mereka pengangguran di negeri asalnya. Trus gimana mereka bisa ke Bali??. Yup, katanya di negeri asalnya mereka walaupun menjadi seorang penggangguran mendapatkan tunjangan sosial dari pemerintah. Tunjangan itu bila di negeri asal mereka hanya cukup untuk satu bulan. Tapi kalau di bawa ke Bali bisa untuk bertahan hidup selama 2 bulan. Bule-bule kelas elit biasanya banyak yang berteduh di hotel nusa dua bali.

So siapa bilang jalan-jalan ke Bali itu mahal?? Yang mahal mungkin cuma tiket pesawatnya. Selain itu liburan di Bali murah meriah daripada tempat wisata lainnya.
Jiwa petualang terpenuhi. Ku masih punya keinginan suatu saat nanti balik ke Bali lagi dalam versi elit :)

Selamat berlibur!!!

Wednesday, February 17, 2010

Tangkuban Parahu



Pasti sudah tidak asing dengan lokasi wisata yang satu ini, Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu. Yup, kalau jalan-jalan ke Bandung rasanya kurang lengkap kalau tidak mengunjunginya. Aku sering bolak-balik Bandung tapi baru kali ini ku bisa menyempatkan diri berwisata ke sana.

Setelah menyelesaikan tugas negara yang amat sangat penting di Jakarta (baca : Mengantar Laporan)ku langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kali ini ku memang sudah meniatkan untuk bisa mampir ke Tangkuban Perahu. Seperti biasa, dengan mengendarai sepeda motor aku dan istri berangkat menuju lokasi. Awalnya sempat takut kalau-kalau motornya tidak kuat diajak menanjak. Alhamdulillah meskipun hanya menggunakan gigi satu tapi bisa sampai ke tujuan dengan selamat sehat walafiat tak kurang apapun juga.

Lokasi wisata cagar alam gunung tangkuban perahu berajarak kurang lebih 47KM ke utara dari kota Bandung. Ketinggiannya antara 1.150 - 2.684 m diatas permukaan laut. Harga karcis masuknya agak membingungkan. Dari pihak pengelola mengeluarkan karcis masuk seharga Rp. 11.000,-/orang dan ongkos parkir sepeda motor sebesar Rp. 4.000,- sedangkan dari BKSDA Propinsi Jabar seharga Rp. 2.000,- ditambah ongkos parkir Rp 1.000,-. Di atas ditarik lagi parkir liar, mmmhhhh... Manajemen yang kurang baik.



Kami hanya sempat mengunjungi kawah ratu saja dari beberapa kawah yang ada. Dikarenakan hujan melanda kawasan itu hampir sepanjang hari. Jadi waktu yang ada banyak digunakan untuk berteduh di sebuah warung makan yang banyak bertebaran di sana. Pemandangannya lumayan bagus. Kebetulan hari itu hari sabtu jadi pengunjung ramai. Banyak juga terlihat turis asing ada di sana terutama dari Malaysia, mungkin karena penerbangan air asia ada di Bandung.

Ku sempat menikmati bandrek (susu+kelapa+gula aren+jahe) plus cuake (gabungan bakso & siomay) mmmmhhh... membuat hangat di perut untuk melawan hawa dingin disekitar. Setelah itu tentunya ritual mengambil foto tidak lupa kami lakukan. Tapi sayang baru sebentar hujan reda eh rintik hujan kembali membasahi bumi. Akhirnya kami kembali berteduh.



Sebelum pulang ku sempatkan untuk membeli souvenir berupa topi lucu dan mengambil pose di atas kuda. Pengen rasanya suatu saat nanti bisa mengajak seluruh keluarga berwisata ke sini. Keliatannya seru... Kapan ya??

Linow Lake


Bulan lalu (30/01), ku bersama istri bertouring ria dengan menggunakan sepeda motor ke danau linow, Tomohon. Ku tetarik untuk menyempatkan berpergian ke danau ini setelah melihat foto teman-teman yang sudah berpergian ke sana. The view is so beautiful. Kebetulan juga istri sedang liburan semester ke Manado. Meskipun hanya dengan bermodal sedikit info dari teman dan melihat lokasinya di situs wikimapia, jadi dech kami berpergian ke sana.

Satu hal yang ku sesalkan dari lokasi-lokasi wisata di Sulut. Petunjuk arahnya sangat minim, malah boleh dibilang tidak ada. Bahkan ku sempat bertanya dipertengahan jalan sambil istirahat. Orang yang ku tanyai itu tidak tahu kalau ada yang namanya 'Danau Linow' di daerahnya. Tapi karena ku yakin jalan yang kami tempuh benar jadi ku lanjut aja. Begini mau jadi ' Kota Pariwisata Dunia 2010'??

Sekitar 45 menit perjalanan kami akhirnya tiba dilokasi. Satu-satunya petunjuk kalau itu jalan masuk ke danau linow adalah sebuah papan nama kecil bertuliskan Jl. Linow. Setelah membayar ongkos parkir Rp. 2.000,- yang ditarik di pos dekat jalan utama baru kami melanjutkan ke lokasi danau. Dari jalan utama ke lokasi danau sekitar 800 meter dengan melalui jalan kecil yang kurang mulus dan agak menanjak. Mmmhhhh...

Di pintu masuk para pengunjung ditarik lagi tiket seharga Rp. 25.000,-/orang. Cukup mahal untuk sebuah lokasi wisata. Harga tiket hanya termasuk segelas minuman & makanan kecil yang bisa di ambil di cafe dekat danau.

Sebenarnya danau linow hanya sebuah danau kecil. Air danaunya bercampur dengan belerang yang tampak dari warna air dan baunya yang agak menyengat. Tapi viewnya benar-benar bisa memanjakan mata. Sambil menikmati segelas minuman hangat dan semangkuk mie cakalang di sebuah area terbuka dengan pemandangan ke bawah danau yang indah. Sangat layak untuk dikunjungi. Tak lupa kami puas-puasin untuk mengambil gambar disekitar danau. Katanya danau ini banyak dipakai untuk lokasi pengambilan foto-foto prewedding. Kalau kami mengambil gambar untuk keperluan foto-foto pasca wedding. Hehehe...

Next destinatination is.... :)