Saturday, October 10, 2009

Buaya dan Mitos di Keluargaku


Ku termasuk salah satu orang yang tidak percaya pada hal-hal yang berbau tahayul atau pada mitos-mitos yang banyak berkembang di masyarakat terutama mengenai makhluk halus. Tapi tentunya ku percaya kalau selain kita manusia, ada makhluk lain dari golongan jin yang menempati dunia ini berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an. Bahkan jumlah mereka jauh lebih banyak daripada kita karena mereka diberi umur yang panjang dan mereka diberi keturunan yang banyak pula.

Jadi wajar-wajar saja bila dalam suatu ruangan terdapat banyak jinnya karena memang jumlah mereka sangat banyak dan mereka bertempat tinggal di mana saja. Bahkan jin dari golongan syaitan menempati bagian-bagian tubuh kita bila kita mulai tampak jauh dari Allah. Tapi seharusnya keberadaan mereka bukan untuk saling mengganggu karena faktanya kita dan mereka hidup dalam dimensi yang berbeda. Cukup kita percaya aja kalau mereka itu ada, asal mereka tidak mengganngu kita dan kita juga tidak perlu mengganngu mereka.

Kalau tahayul tentang hantu-hantu sebenarnya adalah cuma rekayasa dari jin-jin yang mampu menampakkan diri untuk menggoda manusia. Karena dalam Islam tidak ada yang namanya arwah penasaran. Setiap orang yang meninggal ruhnya tidak bisa lagi bergentayangan di dunia hingga waktunya dibangkitkan kembali.

Well,.. sebenarnya ku tidak ingin membahas secara detil segala sesuatu tentang jin karena memang pengetahuanku sangat terbatas tentang itu. Yang ingin ku bahas adalah suatu kejadian yang berhubungan mitos yang terjadi di keluargaku sendiri, yakni mengenai kesurupan adikku yang baru saja terjadi.

Jadi ceritanya adikku yang cowok, memang beberapa hari sebelum kejadian sudah mengalami sakit yang menyebabkan dia demam tinggi dan disertai batuk kering . Belum dibawa ke rumah sakit karena menurut dokter praktik, penyakit itu dapat sembuh dengan hanya banyak istirahat dan minum obat secara teratur. Hingga akhirnya di hari itu mungkin kondisi tubuhnya dalam keadaan paling lemah karena setiap makanan yang masuk selalu dimuntahkan kembali. Dimulai dari keramnya lengan adikku hingga terjadilah peristiwa itu.

Tiba-tiba saja dia terjatuh dari kursi tempat dia tidur dan kemudian bertingkah seperti layaknya buaya. Menurut cerita ibuku yang pada saat kejadian ada di sampingnya, adikku berteriak-teriak layaknya orang kesurupan. Berterak-berteriak meminta makan karena katanya dia sudah 2 bulan tidak diberi makan. Bila tidak ditindih & dipegang oleh beberapa orang adikku akan merayap menuju dapur mungkin untuk mencari makan. Kontan saja rumahku jadi rame oleh para tetangga yang menonton.

Hingga akhirnya ada yang berinisiatif untuk meminta kepada makhluk yang menguasai tubuh adikku untuk segera keluar. Tapi ternyata makhluk itu meminta syarat agar diberi makan telur kampung dan ketan terlebih dahulu baru dia mau keluar. Setelah menghabiskan 3 butir telur beserta kulitnya dan ketan barulah adikku sadar kembali.

Menurut cerita bapak dan ibuku, konon katanya dulu dari keluarga bapakku ada keluarga yang lahir kembar dengan buaya. Buaya tersebut kemudian dipelihara disamping rumah. Hingga suatu ketika buaya itu masuk ke dalam mimpi si orang tua dan meminta agar dia dilepaskan di sungai dan dalam periode tertentu diberi makanan dengan melarutkannya di air sungai.

Menurutku memang cerita itu sangat tidak logis, mana ada manusia lahir kembar dengan buaya. Lagian juga tindakan melarutkan makanan ke air adalah tindakan yang mubazir yang disenangi syaitan. Menurutku kejadian itu tak lebih dari masuknya jin ke dalam tubuh adikku yang memanfaatkan kelemahan kondisi tubuhnya saat itu dan jin itu sudah hapal bener dengan keluargaku. Karena sebelumnya juga dikeluarga bapakku yang lain sudah pernah terjadi kejadian yang sama.

Yach namanya juga mitos, sulit untuk diubah. Kebanyakan orang terutama para orang tua masih sangat percaya dengan hal-hal seperti itu. Sebenarnya kalau kondisi tubuh dan keimanan kita lagi kuat, Insya Allah tidak akan diganggu oleh mereka karena mereka sendiripun takut dengan kita. Sedangkan penanganan yang benar sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah menghadapi peristiwa itu adalah dengan rukyah.

Alhamdulillah sekarang setelah satu minggu adikku mulai pulih dari sakitnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa-peristiwa kesurupan seperti itu terjadi dikeluargaku. Dan laknat Allah moga-moga tertuju pada jin yang telah merasuki adikku itu… Amiiinn…

0 comments: