.jpg)
Keluar juga sekuel film dari Tetralogy Laskar Pelangi, Sang Pemimpi. Ku semalam bersama teman-teman kantor berkesempatan menonton premiernya. Lumayan sich filmnya, menurutku jauh lebih baik dari film pertamanya Laskar Pelangi. Tidak terlalu banyak membuang cerita dari novel aslinya.
Berkisah tentang masa-masa remaja Ikal, Arai dan Jimbron di SMA Manggar. Selain keisengan-keisengan khas anak muda, mereka juga sangat termotivasi untuk suatu saat kelak dapat melanjutkan kuliah di Sorbone, Prancis. Mulailah mereka bekerja keras untuk mewujudkannya. Belajar dengan giat sehingga selalu menjadi langganan juara kelas. Selain itu mereka bekerja membanting tulang untuk membiayai sekolah mereka.
Ikal sempat kehilangan motivasi karena menganggap cita-cita yang mereka tanamkan sebelumnya hanya sebuah mimpi yang terlalu tinggi. Dia beranggapan anak kampung seperti mereka hanya layak untuk menjadi pelaut seperti nenek moyang melayu mereka atau bekerja membantu di toko kelontongan atau menjadi kernet angkutan. Tapi dengan sebuah nasihat Arai yang ku suka banget bisa membangkitkan kembali semangat Ikal.
Kita harus punya mimpi dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Karena bila kita tidak mempunyai mimpi kita tidak ubahnya seperti orang mati, hidup tak mempunyai arti. Begitu kira-kira ucapan Arai kepada Ikal. Begitu inspiratif...
Di film ini juga berisi kelucuan-kelucuan dan sekaligus berbagai peristiwa mengharukan. Arai yang termotivasi dengan Zaskia Nurmala, teman perempuan sekelasnya. Jimbron dengan Kuda dan Laksmi, si penjual Gula Aren. Sedangkan Ikal sepertinya masih setia dengan A Ling, gadis idamannya semasa SD dulu.
Sebenarnya film ini masih tidak sesuai dengan yang ku harapkan. Jauh lebih bagus novelnya. Adegan terakhir yang sangat ku tunggu-tunggu saat mereka tiba di Sorbone tidak ada. Mungkin memang biayannya terlalu tinggi untuk bisa syuting di sana. Brusell yang digambarkan di akhir film hanya tampak seperti sebuah studio aja.
Ku menunggu lanjutan film ketiganya, kira-kira bisa di filmkan gak ya?? Kalau bisa salut banget dech. Soalnya background ceritanya lebih banyak ketika mereka sudah berada di Eropa. Kalaupun bisa sebaiknya bukan riri reza lagi dech yang jadi sutradaranya, terbukti mengecewakan. Produsernya orang Eropa aja mungkin cocok. Semoga bisa difilmkan... karena ku paling suka buku yang ke tiga ini, Edensor. Menjelajah Eropa dan Afrika. Aku bisa gak ya?? ;)
0 comments:
Post a Comment