
Baru kesampaian nich memposting cerita jalan-jalan bulan lalu (Bulan Maret) ke Bali. Maklum kerjaan lagi banyak. Ceritanya sich bulan maduan bareng istri. Tapi ntah sudah bulan madu yang ke berapa. He3x.
Aku berangkat dari Manado menggunakan pesawat Lion Air sehari lebih cepat dari istri yang menumpang pesawat Air Asia dari Bandung. Aku datang lebih cepat guna mempersiapkan penginapan dan alat transportasi untuk kami berkeliling pulau bali. Ku menggunakan jasa ojek untuk mencari penginapan dan rental sepeda motor.
Ini kedatanganku yang ke dua di pulau dewata ini. Tapi itu juga sudah lama banget dan dulu menginapnya dirumah keluarga teman jadi ke mana-mana di antar, belum tau jalan. Ku sudah mencetak beberapa peta yang ku dapatkan dari browsing di internet. Setidaknya punya gambaran tentang jalan-jalan di pulau bali. Ku ditunjukkan oleh si tukang ojek pada sebuah penginapan dekat pantai kuta yang murah (100rb/malam), kamarnya cukup luas dan bersih.

Untuk transportasinya ku memilih sebuah sepeda motor yang dirental seharga 50rb/hari. Sepeda motor rentalan ini yang jarang ditemukan di daerah-daerah wisata lain. Kalau harus bolak-balik ke tempat wisata menggunakan taksi maka tidak akan terhitung borosnya (di Bali angkotnya sangat jarang dan daerah yang dilalui terbatas). Lagipula dengan menggunakan sepeda motor kita bisa tahu jalan-jalan ke daerah wisata mau selama apapun tanpa kuatir tidak ada kendaraan yang mengantar. Adventuring ;)
Cuma 3 hari kami ada di Bali dan ternyata memang waktu segitu tidaklah cukup. Sehari sekali kami gunakan untuk paling tidak mengunjungi 2 tempat wisata dari sekian banyak objek wisata di sana. Dari utara pulau bali sampai ke selatan hingga dari timur sampai ke barat semuanya terwakili. Ternyata peta-peta yang ku print sebelumnya kurang akurat sehingga ku sebelum berjalan-jalan biasanya memelototi google maps dulu atau google earth di internet (very helpful). Tapi juga sebenarnya banyak petunjuk arah di kanan-kiri jalan jadi gak perlu kuatir takut nyasar, lagipula kita punya mulut kan untuk bertanya??.
Ku pernah diperingatkan waktu kunjungan pertama yang lalu bertanya arah jalan sama orang sana kendaraannya harus dimatikan terlebih dahulu trus motornya diparkirkan, kalau tidak siap-siap pertanyaan kita tidak digubris. Tidak sopan menurut mereka.
Mungkin sudah terlalu banyak artikel yang menceritakan tentang berbagai pesona wisata di pulau dewata ini. Jadi ku tida ingin berpanjang-panjang menjelaskannya. Yang pasti beberapa objek wisata yang wajib dikunjungi untuk anda yang berbudget rendah dan waktu yang terbatas diantaranya :
Pantai Kuta

Ku sarankan cari penginapan disekitar pantai kuta, karena bisa sewaktu-waktu bolak balik ke pantai dan banyak penginapan murah di sekitar pantai ini jadi tidak perlu pusing. Biasanya di pantai ini pada siang hari banyak di kunjungi oleh wisatawan asing sedangkan di malam hari banyak dipadati oleh wisatawan lokal (termasuk kami). Kalau mereka niatnya ke pantai memang untuk berjemur mencoklatkan kulit, kalau kita sudah hitam mau berjemur gimana?? hehehe. Jadi kami lebih sering ke pantai kuta dengan berjalan kaki malam hari menjelang tidur. Menikmati jagung bakar sambil duduk santai mendengarkan suara desiran ombak pantai... hmmmm... so romantic :)
Tanah Lot

Kalau objek wisata yang satu ini memang wajib untuk dikunjungi. Kalau tidak sempat mampir ke tanah lot terus mengambil beberapa foto rasanya belum lengkap ke Bali. Sempat agak ragu sich ketika melalui jalan menuju lokasi wista tanah lot yang didominasi oleh sawah-sawah Hijau, tapi ternyata benar. Yang menarik dari tempat ini adalah sebuah bukit kecil di bibir pantai yang diatasnya ada sebuah kuil. So awesome...
Danau Bedugul
Sebenarnya agak kecewa sich ketika sampai di tempat ini. Soalnya sudah jauh trus view tidak terlalu istimewa. Danaunya biasa aja, kelebihannya cuma cuaca di sana lumayan adem. Setelah liat di google maps kembali ternyata kami bersepda motor ria dari ujung barat (Tanah lot) ke utara. Pantas terlihat jauh banget perjalanan yang kami tempuh sampai rasanya pinggang mau copot.
Garuda Wisnu Kencana

Disarankan ke tempat ini menjelang pukul 5 sore. Karena ada pertunjukan tari di auditorium terbukanya. Kebetulan waktu kami ke sana sedang ditampilkan pergelaran tari tradisional yang sebagian penarinya penderita tuna rungu. Jadi mereka hanya mengetahui pergantian iringan musik hanya dari instruktur di depan panggung.
Tentunya masih banyak lagi termasuk yang belum sempat kami kunjungi. Tapi dikarenakan waktu yang terbatas dan blognya yang sudah panjang jadi ku tidak bisa menjelaskannya secara lebih terperinci.
Oh ya dari pembicaraan kami dengan seorang guide yang kebetulan lagi mojok makan di pantai kuta ku baru tahu kalau ternyata banyak bule-bule yang berkeliaran di pantai kuta merupakan bule-bule kelas bawahan. Bahkan banyak diantara mereka pengangguran di negeri asalnya. Trus gimana mereka bisa ke Bali??. Yup, katanya di negeri asalnya mereka walaupun menjadi seorang penggangguran mendapatkan tunjangan sosial dari pemerintah. Tunjangan itu bila di negeri asal mereka hanya cukup untuk satu bulan. Tapi kalau di bawa ke Bali bisa untuk bertahan hidup selama 2 bulan. Bule-bule kelas elit biasanya banyak yang berteduh di hotel nusa dua bali.
So siapa bilang jalan-jalan ke Bali itu mahal?? Yang mahal mungkin cuma tiket pesawatnya. Selain itu liburan di Bali murah meriah daripada tempat wisata lainnya.
Jiwa petualang terpenuhi. Ku masih punya keinginan suatu saat nanti balik ke Bali lagi dalam versi elit :)
Selamat berlibur!!!