Cukup jarang aku membaca buku setebal 300 halaman lebih hanya dalam sehari semalam. 'Indonesia Mengajar' did this. Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan dari para pengajar muda yang ditempatkan selama setahun di beberapa sekolah dasar di pelosok negeri, seperti di Kab. Bengkalis, Kab. Tulang Bawang Barat, Kab. Paser, Kab. Majene, dan Kab. Halmahera Selatan, cukup menghipnotisku.
"Mangappai i'o sumangiq, Rizki?" (Mengapa kamu manangis Rizki?)
"Puang, Yakkuq meloq massikola." (Puang saya mau sekolah.)
Ia memelekku. Erat. Aku mematung. Haru. Sakit. Sesak. Bahagia. Sesak oleh perasaan bahagia.
"Pergilah ke sekolah. Aku guru di sana. Akan kuajari kau rahasia-rahasia yang ingin kau tahu. Semua rahasia. Pergilah ke Sekolah."
Erwin Puspaningtyas Irjayanti - Pengajar Muda Majene
Indonesia Mengajar sendiri adalah sebuah gerakan yang mengajak putra-putri terbaik, berprestasi, dan memiliki semangat juang untuk menjadi guru SD selama setahun di pelosok Indonesia. Jadi selama setahun mereka mengorbankan waktu, zona aman dan nyaman mereka di kota menuju daerah-daerah terpencil dengan segala keterbelakangannya.
Cukup banyak fakta yang bisa diambil dari kumpulan-kumpulan cerita tersebut. Seperti masih jauhnya sarana dan prasarana sekolah dari kata memadai, kurangnya tenaga pendidik di daerah terpencil, dan yang lebih miris lagi masih banyak digunakannya kekerasan fisik untuk 'menertibkan' para murid.
Sebenarnya tidak ada yang namanya 'anak nakal', asal kita bisa menemukan metode yang tepat untuk menyalurkan kelebihan energi mereka untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Dan terbukti pada cerita-cerita di buku itu pendekatan-pendekatan emosional dengan suasana kelas yang menyenangkan lebih membuat para murid betah di kelas daripada pendekatan kekerasan yang hanya membuat para murid belajar karena rasa takut bukan karena rasa senang.
Salut buat para pengajar muda, sebenarnya ingin juga merasakan situasi mengajar di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya. Tapi aku sangat tidak yakin bisa meninggalkan zona aman dan nyaman tinggal di kota.
My Rate :


0 comments:
Post a Comment