Judul : The Geography of BlissKarya : Eric Weiner
Tebal : 512 hlmn
Penerbit Indonesia : Qanita (PT. Mizan Pustaka)
Berpetualang ke beberapa negara sambil melakukan observasi mengenai tingkat kebahagian negara tersebut?? Seru juga kali ya. Itulah yang dilakukan oleh seorang penggerutu, Eric Weiner, mengunjungi negara-negara yang memiliki tingkat kebahagiaan diatas rata-rata.
Dimulai dari negeri Belanda yang terkenal dengan ketoleransiannya yang tinggi terutama terhadap narkoba ringan dan prostitusi. Yup kedua hal itu legal di Belanda. Bahkan mereka mentoleransi ketidak toleransian. Hmmm... Bingung kan?? He3x
Berlanjut ke Swiss, negara yang berdasarkan penelitian selalu menempati peringkat tinggi negara yang bahagia. Citra Swiss sebagai negara yang makmur, bersih, teratur telah terkenal secara luas. Masyarakat Swiss yang efektif dan efisien juga bisa tergambar dari produk-produknya seperti pisau swiss army dan jam tangan. Jam tangan dipergelangan tanganku yang ntah kw berapa juga ada label swissnya (jadi malu ;).
Dan masih banyak lagi negara yang dikunjunginya berkaitan dengan kebahagiaan yang kita bisa pahami. Bagaimana negara kecil di kaki gunung Himalaya, Bhutan, bisa bahagia. Padahal jalan beraspalnya hanya beberapa km saja. Qatar dengan kemakmurannya yang berlimpah, bahkan bagi masyarakat Qatar tidak perlu diraih dengan kerja keras karena semua kebutuhan telah tercukupi. Ada istilah pekerja hantu buat mereka, mereka terdaptar bekerja di suatu perusahaan tetapi yang sebenarnya mereka tidak bekerja. Mereka digaji untuk tidak bekerja, enaknya....
Di dalam buku ini juga banyak di selingi dengan filsafat-filsafat mengenai kebahagian sedikit humor khas yang membuat buku ini terkadang serius dan kemudian membuat kita tersenyum. Setelah selesai membaca buku ini tanyakan ke diri kita sendiri apakah kita bahagia? Berapa sekalanya dari 1-10??. Kalau aku sih sepertinya di skala 7. Aku akan merasa lebih bahagia bila sudah bisa berkumpul dengan keluarga kecilku. Untuk selanjutnya?? Ntahlah, standar kebahagian kita selalu berubah-ubah sesuai dengan pencapaian standar sebelumnya. So, tetaplah selalu mengejar kebahagiaanmu tapi jangan lupa bersyukur pada kebahagiaan yang telah kamu capai.
My rate :
0 comments:
Post a Comment