Sunday, March 4, 2012

Anak Sejuta Bintang

Sebelum membaca buku ini satu pikiran yang ku buang jauh-jauh adalah bahwa novel ini bukan menceritakan tentang Aburizal Bakrie. Novel ini adalah novel fiksi. Koq bisa gitu? Yah karena ku agak kurang suka dengan beliau, he3x. Lha kalau gak suka trus kenapa dibeli novelnya? Biasa kesalahanku, gak cari tau dulu apa isi bukunya. Cuma liat cover dan judulnya serta testimoni di belakang buku dari salah satu pakar pendidikan yang menyatakan kalau novel ini menarik.

Ternyata eh ternyata aku merasa tertipu setelah belakangan tau isi novelnya. Andaikan ada keterangan sedikit saja di covernya yang menyatakan kalau novel itu diadaptasi dari masa kecil Ical dengan sangat yakin ku gak akan membelinya. *Kejam banget :P

Awalnya sih dah males bacanya, tapi sayang dah dibeli kok gak dibaca. Akhirnya ku baca juga dengan sistem baca cepat. Membaca bagian dialognya aja tanpa kehilangan jalan cerita. Biasa aja menurutku, tidak ada cerita yang benar-benar menggugah.


Judul : Anak Sejuta Bintang
Karya : Akmal Nasery Basral
Tebal : 405 hlmn
Penerbit Indonesia : Expose

Mengambil cerita masa kecil Ical selama di TK hingga SD, novel ini seolah-olah ingin menggambarkan sosok Ical yang pintar, baik hati, dan tidak sombong (serta mungkin rajin menabung ;). Tetapi seperti yang telah ku sampaikan di atas, tidak ada cerita yang cukup menggugah. Mungkin juga salah satunya dikarenakan latar belakang keluarganya yang cukup berada, mengambil istilah penulis 'Kaya dari sononya'. Segala kebutuhannya telah tercukupi tinggal bagaimana menjalani hidup. Berbeda mungkin kalau ceritanya beliau memulai semuanya dari nol, hidup miskin dengan segala kesusahan hingga akhirnya mencapai kesuksesan.

My Rate :

Saturday, March 3, 2012

First Time on the Train


Judul Foto : First Time on The Train
Kamera : Blackberry, 3.2 MP
Tanggal : 23-01-2012
Lokasi : Bandung
Keterangan : Foto ini ku ambil saat liburan di Bulan Januari lalu. Hilma yang tak lain adalah anakku begitu antusias menikmati pengalaman pertamanya berada di atas kereta api.

Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil (One Child)

Judul : Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil (Judul Asli: One Child)
Karya : Torey Hayden
Tebal : 384 hlmn
Penerbit Indonesia : Qanita (PT. Mizan Pustaka)


Bagaimanakah perasaan Anda bila harus mengajar di sebuah kelas dengan 8 anak berkebutuhan khusus yang masih sangat belia?. Pasti membutuhkan energi yang lebih. Apalagi akan ditambah seorang gadis kecil yang memiliki catatan kriminal mencengankan.

Sheila nama anak itu, seharusnya dia akan dikirim ke rumah sakit negara karena tindakannya mengikat seorang bocah berusia 3 tahun di sebuah pohon kemudian membakarnya. Tetapi karena belum ada unit khusus di rumah sakit itu maka untuk sementara dia ditempatkan di kelas tempat Torey Hayden mengajar.

Awalnya Sheila tak tersentuh. Berkali-kali membuat kegaduhan di sekolah dan tidak mau mengikuti kegiatan belajar yang diadakan Torey. Tapi kemudian dengan kesabaran dan ketulusan Torey anak itu mampu 'dijinakkannya'. Belakangan dia baru menyadari bahwa anak itu adalah seorang anak yang istimewa. Jenius untuk anak seusianya.



Sheila melorot dari pangkuan saya dan berbalik, berlutut supaya dapat memandang langsung ke mata saya. "Kamu akan taunggung jawab sama aku. Kamu jinakkan aku, jadi sekarang kamu tanggung jawab sama aku?"

Membaca buku dengan label 'True Story' tentu merupakan sebuah keasyikan Tersendiri. Kita tau bahwa kejadian itu nyata, bukan merupakan hasil imajinasi penulis. Hal itu pula yang membuatku begitu tertarik membaca buku ini. Buku yang sebenarnya merupakan catatan Torey Hayden mengenai Sheila anak didiknya. Hingga dia menyadari bahwa buku itu layak untuk diterbitkan agar bisa dibaca oleh banyak orang.

Salah satu bagian yang mengharukan dari buku ini adalah saat Torey dengan sigapnya mengantar Sheila ke rumah sakit. Anak yang telah dianggapnya istimewa lebih dari sekedar hubungan antara guru dan murid. Kala itu Sheila datang ke kelas dengan pendarahan akibat percobaan tindakan asusila yang dilakukan pamannya Jerry. Cukup mengharukan bagaimana Sheila yang sudah menderita ditinggal ibunya sejak kecil dan harus tinggal bersama ayahnya yang suka mabuk-mabukan disebuah gubuk yang menyedihkan, ditambah lagi dengan kejadian itu.

Buku ini sangat tepat untuk dibaca siapa saja terutama untuk mereka yang harus berhubungan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Belajar memahami mereka, dengan penuh kesabaran dan ketulusan mungkin kita bisa menyentuh hati mereka dan kemudian mengarahkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

My Rate :

Wednesday, February 29, 2012

Mimpi Sejuta Dolar

Judul : Mimpi Sejuta Dolar
Karya : Albertihiene Indah (Merry Riana)
Tebal : 362 hlm
Penerbit Indonesia : PT. Gramedia Pustaka Utama

Dalam benak kita, kuliah diluar negeri merupakan suatu kemewahan. Hanya bisa dilakukan oleh mereka yang orang tuanya berduit lebih atau mereka yang beruntung mendapatkan beasiswa di luar negeri. Berbeda dengan Merry Riana, tokoh yang diceritakan dalam buku ini.

Dia melanjutkan kuliah keluar negeri tepatnya di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dikarenakan situasi keamanan yang tidak menentu saat itu di Indonesia (Tahun 1998). Kerusuhan sosial terjadi dimana-mana dan kaum minoritas seperti Ria (keturunan Tionghoa) kerap menjadi sasaran tindakan kekerasan.

Menjadi perempuan dengan penghasilan 1 juta dolar saat usiaku 26 tahun, tidak pernah bercokol dalam daftar cita-citaku sejak kecil. Tapi beberapa tahun penuh perjuangan di Singapura telah mengubah hidupku begitu pesat. Tak ada yang tak mungkin jika kita mau bekerja keras.

Dengan modal pinjaman dari Bank di Singapura sebesar 40.000 dolar dia mendaftar di NTU. Pinjaman itu harus dia lunasi kelak setelah lulus kuliah dengan bekerja di Singapura. Setelah di hitung-hitung, jumlah pinjaman itu setelah dipotong dengan kebutuhan kuliah dan lain-lain hanya tersisa 10 dolar setiap minggu untuk makan.

Bisa dibayangkan bagaimana cara dia harus berhemat kalau harga sepiring nasi goreng biasa 2 dolar. Mie Instant dan roti tawar menjadi menu makannya setiap hari. Meskipun begitu, dia tidak mau mengeluh ke orang tuanya di Indonesia karena dia tau mereka juga sedang mengalami masalah keuangan di masa-masa krisis Moneter.

Banyak sekali cerita-cerita yang bisa memotivasi kita di buku ini. Perjuangannya untuk menambah 'uang saku' dengan bekerja part time sebagai pembagi brosur. Pertemuannya dengan Alva (kelak menjadi suaminya) menjadikan mereka patner yang solid dalam berbagai hal. Kegigihannya untuk memulai usaha meskipun telah beberapa kali mengalami kegagalan. Dan yang paling membuatku merinding adalah perjuangannya untuk bertemu sang motivator idola Anthony Robbins secara langsung padahal beliau terkenal tidak pernah berbagi gambar disetiap seminarnya.

Dia bersikeras untuk bertemu secara langsung dengan Anthony Robbins untuk membuktikan sendiri perkataan idolanya itu pada seminar yang diikutinya, walaupun harus bersitegang dengan bodyguard yang menjaga beliau. "Jangan takut pada cita-cita besar kita. Kejarlah, bergeraklah, dan kita tahu bahwa itu tidak mustahil". Ya, keinginannya saat itu adalah untuk bertemu beliau secara langsung dan diapun mewujudkannya.

Keberaniannya melawan arus lah yang membawanya meraih kesuksesan. Disaat mayoritas temannya berniat untuk menjadi pegawai dengan melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di sana. Dia dan Alva nekat terjun sebagai sales asuransi meskipun mendapatkan cemoohan dari teman-temanya. Dengan tekat dan keberanian yang kuat serta disiplin yang sangat tinggi pada usia yang terbilang masih muda dia meraih penghasilan satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun. Dan hal itu yang membawanya diundang diberbagai macam seminar dan dianugrahi banyak penghargaan.

Sebelum baca buku ini sih ku belum pernah mengenal siapa itu Merry Riana. Tapi setelah membacanya ku jadi punya keinginan untuk bisa ikut di seminar yang dia adakan. Ingin mendengarkan sendiri perjuangannya yang dahsyat dalam meraih kesuksesan di usia muda. Mengembalikan motivasi diri sendiri untuk meraih sukses.

My Rate :