
Akhirnya semalam kesampaian juga menonton film 2012 tentunya setelah ikutan berjuang mengantri tiket. Penasaran sich, liat thrillernya tampak bagus. Tentunya ku hanya ingin melihat special effect khas film-film holywood dalam menenggelamkan kota-kota di dunia. Kalau soal cerita tentunya sebagai seorang muslim gak akan percaya kalau kiamat terjadi di tahun 2012, haram hukumnya. Cuma Allah yang tau kapan kiamat akan terjadi.
10 Menit... 20 menit... 1 jam... sampai akhir cerita ku berkesimpulan biasa aja tuch filmnya. Special Effect yang ku tunggu-tunggu, memang lumayan bagus sich, tapi masih terlihat kasar. Lagian penenggelaman kota-kotanya hanya dilihatkan di Amerika. Dibelahan bumi lainnya tidak.
Soal cerita?? Apalagi... Kurang begitu menggigit. Ada cerita tentang seorang ayah yang telah bercerai. Istrinya sudah menikah lagi dengan pria lain. Dia berusaha manarik simpati anak-anaknya kembali. Sudah sering banget type-type cerita seperti ini, mirip cerita film di war of the world.
Asal mula kejadian bencana juga tidak dijalaskan secara detil. Kabarnya banyak ditentang oleh para Ilmuwan, tidak ilmiah menurut mereka. Inti cerita juga bukan tentang 'kiamat', tapi cuma tentang 'Bencana'. Karena kalau kiamat tentunya tidak ada makhluk hidup yang tersisa di bumi. Malah cerita filmnya menyadur cerita 'Bahtera Nabi Nuh' versi modern. Para petinggi dunia dan orang-orang yang mampu membayar diselamatkan oleh kapal-kapal raksasa. Kapal-kapal itu dibangun di atas pegunungan Himalaya.
Yang lebih buatku ill fill, belasan adegan yang menggambarkan keberuntungan para pemeran utama yang bisa lolos dari kematian. Mobil yang melaju kencang sementara jalan-jalan di belakangnya rontok. Pesawat yang kehabisan bahan bakar, rencanya akan mendarat darurat di Laut eh ternyata secara sangat kebetulan kerak bumi telah bergeser dari yang awalnya laut di peta menjadi dataran tinggi di tibet tempat yang mereka tuju. Secara kebetulan juga mereka bertemu orang-orang tibet yang mau menyelamatkan diri menuju kapal raksasa itu. Jadi dech mereka selamat.
Kesan yang biasanya ku rasakan setelah menonton sebuah film tidak ku rasakan. Ceritanya terlalu mengada-ada dan tampak memaksakan. Ku malah lebih suka film The Day After Tomorrow.
Ada satu hal yang membuatku bingung setelah menonton filmnya. Bukan tentang filmnya, tapi tentang tiketnya. Perasaan aku dapat tiketnya untuk hari rabu. Kemarin kan hari selasa?? Koq petugas di depan pintu gak meriksa?? Kebetulan juga koq bangku yang ku tempatin kosong??? Baru nyadar... ckckckck




