Monday, November 9, 2009

Fenomena Drama 'Cicak dan Buaya'


Pasti dah liat berita di TV hari ini kan?? Atau mungkin baca di koran & berita dari situs-situs di internet??. Isinya memang masih sama dengan berita minggu lalu. Didominasi oleh drama pertikaian yang terkenal dengan julukan 'Cicak & Buaya'. Mau pagi, siang, sore, malam, sampai pagi lagi beritanya masih itu-itu juga. Jadi jangan kuatir, gak bakal ketinggalan berita dech,,,He3x

Ator-aktor utamanya para petinggi di Negeri Indonesia Tercinta ini. Diantaranya dari pihak KPK diwakili oleh Bibit-Chandra, dari pihak kepolisian Susno Duadji, dari Kejaksaan Abdul Hakim Ritonga, ditambah para geng dari surabaya (Anggoro, Anggodo, Ari Muliadi, dan si tokoh misterius Yulianto), diwasiti oleh Tim 8, serta tokoh-tokoh baru lainnya yang kemungkinan akan bermunculan. Sampai hapal gini nama-namanya :).

Kali ini ku gak ingin membahas tentang masalah hukumnya karena memang ku masih sangat awam untuk mengerti mengenai dunia hukum, apalagi dunia hukum di Indonesia. Ku hanya ingin mengajak berlogika dalam melihat fenomena-fenomena unik yang terjadi.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bibit-chandra diperiksa oleh pak polisi karena diduga menyalah gunakan kekuasaannya dengan mencekal Anggoro. Si Anggoro di cekal supaya tidak melarikan diri keluar negeri karena diduga sebagai pemberi suap pada Yusuf Emir Faisal dan beberapa anggota DPR lainnya dalam kasus Tanjung si api-api. Yusuf Emir Faisal sendiri sudah didakwa bersalah oleh Pengadilan Tipikor di Jakarta.
Logikanya nich, kalau yang menerima suap aja udah jadi tersangka trus gimana yang pemberi suap?? Harusnya dihukum juga dunk. Kalau gak dihukum berarti malah akan banyak timbul pertanyaan. Nah ini ada pihak yang mau bertindak tegas malah di anggap menyalahgunakan kekuasaan.

Fenomena unik lainnya yakni begitu besar peran media saat ini, opini publik yang dibentuknya sungguh luar biasa. Polisi dan Kejaksaan tampak benar-benar 'dihabisi' oleh media, seakan-akan tidak punya kharisma lagi. Dengan cepat seseorang dianggap sebagai pahlawan dan dengan cepat pula seseorang dihabisi karakternya hanya dengan sebuah berita.

Sebenarnya senang-senang aja sich beritanya di liput secara terus menerus oleh media. Tapi menurutku sich seharusnya juga diimbangi dengan berita-berita lainnya yang sifatnya mencerahkan, membangkitkan kecintaan pada negeri sendiri. Misalnya tentang keberhasilan anak Indonesia dalam berprestasi mengharumkan nama bangsa (atau mungkin memang berita seperti ini sangat langka ya??). Kalau terus-menerus disajikan berita-berita tentang ulah para penguasanya yang tak patut untuk ditiru, lama-kelamaan akan menambah rasa pesimistis kita tehadap negeri sendri.

Yach kita liat aja kelanjutan kasusnya berkembang ke mana. Bingung juga sich, semuanya bersumpah mengaku tidak bersalah. Apa mereka sudah tidak menganggap sakral lagi ya arti sebuah sumpah. Yang buat lebih miris lagi kalau memang semua itu benar, sudah separah itukah penegakan hukum di negeri ini?? Malu aku sebagai warga negaranya.

Mudah-mudahan aja sich media tetap trus mengawal kasus itu sampai tuntas. Tidak seperti kasus Ibu Prita yang sampai sekarang sudah gak ada kabarnya lagi. Gimana ya kabar Ibu Prita sekarang??

0 comments: