Judul : The Alchemist
Karya : Paulo Coelho
Penerbit Indonesia : PT. Gramedia Pustaka Utama
Santiago sudah merasa bahagia dengan kehidupannya sebagai seorang pengembala domba di daratan Spanyol, hingga ketika dia bertemu dengan orang tua yang mengaku sebagai Raja Salem. Menyarankan untuk menjemput takdirnya menemukan harta karun yang terletak di Piramida Mesir. Dan pertualanganpun di mulai.
"Jangan pernah berhenti bermimpi.
Ikutilah pertanda - pertanda.
Kalau kau menginginkan sesuatu, seisi jagat raya akan bekerja sama membantumu memperolehnya."
Dia menyebrang ke Afrika yang kemudian dia tertipu oleh seorang yang baru dikenalnya. Kehilangan uang yang dimiliki dari hasil penjualan domba, yang akhirnya kemudian harus mamaksanya mengumpulkan uang dengan jalan bekerja di sebuah toko kristal. Dia mengumpulkan bekal untuk kembali mengejar mimpinya mencari harta karun di piramida, Mesir.
Setahun kemudian setelah mempunyai cukup banyak bekal dia melanjutkan perjalannannya dengan rombongan karavan. Membawanya bertemu dengan seorang Inggris yang mencari sang Alkemis, Fatima seorang gadis yang menawan hatinya di padang pasir, dan sang Alkemis.
Meskipun banyak petuah dan kata-kata indah di novel ini tapi (menurutku) ceritanya sungguh sangat membosankan dan terlalu berkhayal. Konfliknya kurang hidup dan ada cerita-cerita yang tak masuk akal, seperti pada saat Santiago berubah menjadi angin dan sang Alkemis yang bisa mengubah logam menjadi emas. Gaya bahasa yang digunakan membuatku merasa tidak nyaman saat membacanya. Dan terakhir ending ceritanya mengecewakan. Hoammmhhh... Gak lagi deh baca karya-karya mas Paulo karena ku lihat buku-buku karyanya banyak terpampang di Gramedia.
My Rate :

0 comments:
Post a Comment