Saturday, February 25, 2012

Catching Fire


Judul : Catching Fire
Karya : Suzanne Collins
Tebal : 424 hlm
Penerbit Indonesia : PT. Gramedia Pustaka Utama


Catching fire merupakan buku kedua dari trilogi Hunger Games. Setelah kemenangan kontroversial Katniss dan Peeta di Hunger Games, pemberontakan mulai terjadi di beberapa distrik. Untuk meredakan pemberontakan itu maka Presiden Snow memerintahkan mereka untuk melakukan tur kemenangan. Mereka juga harus meyakinkan semuanya kalau hubungan yang mereka jalin pada saat Hunger Games adalah benar bukan hanya sandiwara belaka untuk menentang Capitol.

Suasana distrik 12 tempat mereka tinggal juga sudah berubah, para penjaga perdamaian yang dulu sangat bersahabat dengan penduduk di distrik itu sudah diganti. Peraturan dijalankan dengan ketat. Gale salah satu korbannya, dicambuk di alun-alun karena tertangkap tangan menjual hewan hasil buruannya dari hutan ke pasar gelap yang ada di distrik 12.

Pagar yang membatasi distrik 12 kembali dialiri listrik yang sempat membuat Katniss terjebak diluar pagar sehabis berburu di hutan. Sebelumnya saat berada di hutan tanpa disangka dia bertemu dengan Twill dan Bonnie yang melarikan diri dari distrik 8. Tujuan mereka adalah distrik 13, menurut desas-desus yang mereka dengar distrik 13 telah menjadi pusat pemberontakan. Hal ini pula yang menimbulkan keinginan Katniss untuk melarikan diri ke Distrik 13.

Tapi keinginan itu tak terpenuhi karena mereka mendapat kejutan yang tak terduga dari Presiden Snow kalau mereka berdua harus sekali lagi bertarung di Hunger Games ke 75. Kali ini bertajuk Quartel Qell. Diadakan setiap 25 tahun sekali. Dan untuk kali ini pesertanya diambil 2 orang dari pemenang-pemenang sebelumnya disetiap distrik.

Di sebuah arena yang berbentuk jam inilah mereka kembali berjuang untuk bertahan hidup. Tapi kali ini berbeda, mereka memiliki banyak sekutu yang siap membantu. Korban yang berjatuhan lebih banyak dikarenakan berbagai perangkap dan kejadian-kejadian yang sengaja di buat disetiap putaran jam dalam arena. Katniss merasa ada sesuatu yang aneh dengan arena itu, hingga akhirnya dia menemukan kebenarannya.

Keasyikan membaca buku ini lebih berkurang jika dibandingkan dengan buku pertamanya. Alur cerita dari awal hingga pertengahan lebih cukup membosankan. Lebih banyak berisi kisah diantara Katniss, Peeta, dan Gale. Suasana pertarungan di arena juga tidak semenarik di pertandingan Hunger Games sebelumnya. Tapi bagi yang telah membaca buku pertama wajib membaca buku ini untuk mengobati rasa penasaran atas kelanjutan cerita Hunger Games.

My Rate :

0 comments: