Judul : Hunger Games
Karya : Suzanne Collins
Satu lagi novel fiksi fantasi yang memikat hatiku setelah Harry Potter. Hanya dalam satu setengah hari aku membacanya. Antara ngeri membayangkan dan penasaran akan kelanjutan ceritanya. Awalnya ku membayangkan ceritanya akan membosankan berupa pertempuran antara hidup dan mati antar sesama peserta yang membosankan. Tapi ternyata berbeda...
Diceritakan Amerika Utara telah tenggelam sebelumnya karena air pasang dan kemudian negara Panem berdiri di atas Rocky Mountain. Capitol sebgai ibukotanya yang yang menguasai 12 distrik dengan kehidupan yang memprihatinkan yang mengelilingi Capitol. Masing-masing distrik punya spesialisasi masing untuk mendukung Capitol. Sepeti distrik 12 sebagai pusat tambang batu bara. Sebenarnya ada 13 distrik, tapi distrik 13 dihancurkan sebagai peringatan kepada distrik yang lain agar tidak memberontak.
Setiap tahunnya Capitol membuat sebuah permainan yang bernama 'Hunger Games'. Dimana pesertanya berusia antara 12-18 tahun, masing-masing seorang laki-laki dan seorang perempuan disetiap distrik. Peraturan permainan itu sangat sederhana tapi juga begitu mengerikan. Mereka akan ditempatkan di sebuah arena yang sangat luas dengan persediaan makanan yang sangat terbatas untuk saling membunuh. Pemenangnya adalah mereka yang paling terakhir bertahan hidup. Permainan itu dibuat untuk memperingatkan setiap distrik bahwa Capitol lah yang berkuasa.
Ketika aku melesat di tanah lapang, Rue berada di tanah, terperangkap tak berdaya di jaring. Rue baru sempat meloloskan tangannya di antara lubang jaring dan menyebut namaku sebelum tubuhnya ditembus tombak. Anak lelaki dari Distrik 1 tewas sebelum dia sempat menarik tombaknya. Anak panahku langsung menghujam tepat di bagian tengah lehernya.
Untuk tahun itu peserta yang diambil dari undian pada anak-anak yang telah memenuhi syarat di distrik 12 adalah Katniss Everdeen menggantikan adiknya yang secara tidak terduga terpilih sebagai peserta. Dan Peeta Mellark seorang anak laki-laki pembuat roti di distrik mereka. Yang ternyata telah lama menaruh hati pada Katniss.
Dibanding peserta yang lain dari distrik lainnya. Mereka tentu saja tidak sebanding dibandingkan dengan distrik-distrik lainnya yang sebelumnya telah benar-benar mempersiapkan dirinya secara diam-diam sebagai peserta karier. Tapi berbekal keahlian katniss memanah ketika berburu di hutan dan keahlian berkomuflase Peeta yang didapatnya dari menghias kue membantu mereke bertahan di arena itu sampai akhir.
Tragis tapi juga menegangkan. Membayangkan masyarakat Capitol yang sudah tidak perduli dengan nyawa manusia yang telah banyak tewas di permainan itu. Tak sabar untuk menunggu filmnya di layar lebar ;)
My Rate :


0 comments:
Post a Comment