Tuesday, June 26, 2012

Divergent

Judul : Divergent
Karya : Veronica Roth
Tebal : 540 hlmn
Penerbit Indonesia : PT. Mizan Pustaka
My rate :    

Novel pertama dari Trilogy Fantasi Divergent ini bercerita tentang masa depan setelah terjadinya perang nuklir, dimana kelompok masyarakatnya terbagi dalam 5 faksi sesuai dengan sifat dasar mereka. Candor (Kejujuran), Dauntless (Pemberani), Erudite (Kepintaran), Amity (Cinta Damai), dan Abnegation (Tanpa Pamrih). Setiap faksi mempunyai tugasnya masing-masing. Faksi-faksi itu dibentuk untuk mencegah terulangnya perang terjadi lagi.
 "Mereka semua berjalan sambil tidur. Aku berusaha mengejar barisan peserta inisiasi itu, lalu kucoba menyamakan langkahku seperti mereka. Sekarang, aku tahu siapa pemimpin Dauntless karena hanya merekalah yang benar-benar terjaga.

Ya memang, bukan mereka satu-satunya. Aku juga terbangun karena aku seorang Divergent."
 Tetapi yang terjadi malah sebaliknya, faksi erudite merencanakan pemusnahan faksi Abnegation yang mengurusi pemerintahan dengan memperalat faksi Dauntless. Beatrice sebagai tokoh utama dalam cerita ini memilih meninggalkan faksi Abnegation untuk beralih ke Faksi Dauntless. Tapi kemudian dia berusaha menyelamatkan faksi asalnya dari pemusnahan dengan melawan faksi pilihannya sendiri.

Novel ini merupakan novel fantasi kedua yang kubaca setelah Trilogy Hunger Games.  Meskipun memang cerita fantasi tapi menurutku imajinasi cerita sepertinya akan sulit terjadi di dunia nyata . Kenapa harus mengelompokkan manusia dalam faksi-faksi seperti di atas??. Selain susah  mengkalsifikasikannya menurutku konfliknya juga akan lebih besar dengan mengklasifikasikan seseorang dalam faksi. Padahal dari tujuan didirikannya faksi adalah untuk mencegah terjadinya perang kembali. 

Meskipun begitu novel ini menarik untuk dibaca. Tak susah untuk mengimajinasikan jalan ceritanya. Perjuangan Beatrice selama masa inisiasi di Dauntless juga cukup menegangkan. Menarik untuk menunggu kelanjutan ceritanya. So, which faction are you??



Sunday, June 24, 2012

The Geography of Bliss

Judul : The Geography of Bliss
Karya : Eric Weiner
Tebal : 512 hlmn 
Penerbit Indonesia : Qanita (PT. Mizan Pustaka)

Berpetualang ke beberapa negara sambil melakukan observasi mengenai tingkat kebahagian negara tersebut?? Seru juga kali ya. Itulah yang dilakukan oleh seorang penggerutu, Eric Weiner, mengunjungi negara-negara yang memiliki tingkat kebahagiaan diatas rata-rata.

Dimulai dari negeri Belanda yang terkenal dengan ketoleransiannya yang tinggi terutama terhadap narkoba ringan dan prostitusi. Yup kedua hal itu legal di Belanda. Bahkan mereka mentoleransi ketidak toleransian. Hmmm... Bingung kan?? He3x

Berlanjut ke Swiss, negara yang berdasarkan penelitian selalu menempati peringkat tinggi negara yang bahagia. Citra Swiss sebagai negara yang makmur, bersih, teratur telah terkenal secara luas. Masyarakat Swiss yang efektif dan efisien juga bisa tergambar dari produk-produknya seperti pisau swiss army dan jam tangan. Jam tangan dipergelangan tanganku yang ntah kw berapa juga ada label swissnya (jadi malu ;).

Dan masih banyak lagi negara yang dikunjunginya berkaitan dengan kebahagiaan yang kita bisa pahami. Bagaimana negara kecil di kaki gunung Himalaya, Bhutan, bisa bahagia. Padahal jalan beraspalnya hanya beberapa km saja. Qatar dengan kemakmurannya yang berlimpah, bahkan bagi masyarakat Qatar tidak perlu diraih dengan kerja keras karena semua kebutuhan telah tercukupi. Ada istilah pekerja hantu buat mereka, mereka terdaptar bekerja di suatu perusahaan tetapi yang sebenarnya mereka tidak bekerja. Mereka digaji untuk tidak bekerja, enaknya....

Di dalam buku ini juga banyak di selingi dengan filsafat-filsafat mengenai kebahagian sedikit humor khas yang membuat buku ini terkadang serius dan kemudian membuat kita tersenyum. Setelah selesai membaca buku ini tanyakan ke diri kita sendiri apakah kita bahagia? Berapa sekalanya dari 1-10??. Kalau aku sih sepertinya di skala 7. Aku akan merasa lebih bahagia bila sudah bisa berkumpul dengan keluarga kecilku. Untuk selanjutnya?? Ntahlah, standar kebahagian kita selalu berubah-ubah sesuai dengan pencapaian standar sebelumnya. So, tetaplah selalu mengejar kebahagiaanmu tapi jangan lupa bersyukur pada kebahagiaan yang telah kamu capai.



 My rate :
 

Sunday, March 4, 2012

Anak Sejuta Bintang

Sebelum membaca buku ini satu pikiran yang ku buang jauh-jauh adalah bahwa novel ini bukan menceritakan tentang Aburizal Bakrie. Novel ini adalah novel fiksi. Koq bisa gitu? Yah karena ku agak kurang suka dengan beliau, he3x. Lha kalau gak suka trus kenapa dibeli novelnya? Biasa kesalahanku, gak cari tau dulu apa isi bukunya. Cuma liat cover dan judulnya serta testimoni di belakang buku dari salah satu pakar pendidikan yang menyatakan kalau novel ini menarik.

Ternyata eh ternyata aku merasa tertipu setelah belakangan tau isi novelnya. Andaikan ada keterangan sedikit saja di covernya yang menyatakan kalau novel itu diadaptasi dari masa kecil Ical dengan sangat yakin ku gak akan membelinya. *Kejam banget :P

Awalnya sih dah males bacanya, tapi sayang dah dibeli kok gak dibaca. Akhirnya ku baca juga dengan sistem baca cepat. Membaca bagian dialognya aja tanpa kehilangan jalan cerita. Biasa aja menurutku, tidak ada cerita yang benar-benar menggugah.


Judul : Anak Sejuta Bintang
Karya : Akmal Nasery Basral
Tebal : 405 hlmn
Penerbit Indonesia : Expose

Mengambil cerita masa kecil Ical selama di TK hingga SD, novel ini seolah-olah ingin menggambarkan sosok Ical yang pintar, baik hati, dan tidak sombong (serta mungkin rajin menabung ;). Tetapi seperti yang telah ku sampaikan di atas, tidak ada cerita yang cukup menggugah. Mungkin juga salah satunya dikarenakan latar belakang keluarganya yang cukup berada, mengambil istilah penulis 'Kaya dari sononya'. Segala kebutuhannya telah tercukupi tinggal bagaimana menjalani hidup. Berbeda mungkin kalau ceritanya beliau memulai semuanya dari nol, hidup miskin dengan segala kesusahan hingga akhirnya mencapai kesuksesan.

My Rate :

Saturday, March 3, 2012

First Time on the Train


Judul Foto : First Time on The Train
Kamera : Blackberry, 3.2 MP
Tanggal : 23-01-2012
Lokasi : Bandung
Keterangan : Foto ini ku ambil saat liburan di Bulan Januari lalu. Hilma yang tak lain adalah anakku begitu antusias menikmati pengalaman pertamanya berada di atas kereta api.

Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil (One Child)

Judul : Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil (Judul Asli: One Child)
Karya : Torey Hayden
Tebal : 384 hlmn
Penerbit Indonesia : Qanita (PT. Mizan Pustaka)


Bagaimanakah perasaan Anda bila harus mengajar di sebuah kelas dengan 8 anak berkebutuhan khusus yang masih sangat belia?. Pasti membutuhkan energi yang lebih. Apalagi akan ditambah seorang gadis kecil yang memiliki catatan kriminal mencengankan.

Sheila nama anak itu, seharusnya dia akan dikirim ke rumah sakit negara karena tindakannya mengikat seorang bocah berusia 3 tahun di sebuah pohon kemudian membakarnya. Tetapi karena belum ada unit khusus di rumah sakit itu maka untuk sementara dia ditempatkan di kelas tempat Torey Hayden mengajar.

Awalnya Sheila tak tersentuh. Berkali-kali membuat kegaduhan di sekolah dan tidak mau mengikuti kegiatan belajar yang diadakan Torey. Tapi kemudian dengan kesabaran dan ketulusan Torey anak itu mampu 'dijinakkannya'. Belakangan dia baru menyadari bahwa anak itu adalah seorang anak yang istimewa. Jenius untuk anak seusianya.



Sheila melorot dari pangkuan saya dan berbalik, berlutut supaya dapat memandang langsung ke mata saya. "Kamu akan taunggung jawab sama aku. Kamu jinakkan aku, jadi sekarang kamu tanggung jawab sama aku?"

Membaca buku dengan label 'True Story' tentu merupakan sebuah keasyikan Tersendiri. Kita tau bahwa kejadian itu nyata, bukan merupakan hasil imajinasi penulis. Hal itu pula yang membuatku begitu tertarik membaca buku ini. Buku yang sebenarnya merupakan catatan Torey Hayden mengenai Sheila anak didiknya. Hingga dia menyadari bahwa buku itu layak untuk diterbitkan agar bisa dibaca oleh banyak orang.

Salah satu bagian yang mengharukan dari buku ini adalah saat Torey dengan sigapnya mengantar Sheila ke rumah sakit. Anak yang telah dianggapnya istimewa lebih dari sekedar hubungan antara guru dan murid. Kala itu Sheila datang ke kelas dengan pendarahan akibat percobaan tindakan asusila yang dilakukan pamannya Jerry. Cukup mengharukan bagaimana Sheila yang sudah menderita ditinggal ibunya sejak kecil dan harus tinggal bersama ayahnya yang suka mabuk-mabukan disebuah gubuk yang menyedihkan, ditambah lagi dengan kejadian itu.

Buku ini sangat tepat untuk dibaca siapa saja terutama untuk mereka yang harus berhubungan langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Belajar memahami mereka, dengan penuh kesabaran dan ketulusan mungkin kita bisa menyentuh hati mereka dan kemudian mengarahkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

My Rate :

Wednesday, February 29, 2012

Mimpi Sejuta Dolar

Judul : Mimpi Sejuta Dolar
Karya : Albertihiene Indah (Merry Riana)
Tebal : 362 hlm
Penerbit Indonesia : PT. Gramedia Pustaka Utama

Dalam benak kita, kuliah diluar negeri merupakan suatu kemewahan. Hanya bisa dilakukan oleh mereka yang orang tuanya berduit lebih atau mereka yang beruntung mendapatkan beasiswa di luar negeri. Berbeda dengan Merry Riana, tokoh yang diceritakan dalam buku ini.

Dia melanjutkan kuliah keluar negeri tepatnya di Nanyang Technological University (NTU) Singapura dikarenakan situasi keamanan yang tidak menentu saat itu di Indonesia (Tahun 1998). Kerusuhan sosial terjadi dimana-mana dan kaum minoritas seperti Ria (keturunan Tionghoa) kerap menjadi sasaran tindakan kekerasan.

Menjadi perempuan dengan penghasilan 1 juta dolar saat usiaku 26 tahun, tidak pernah bercokol dalam daftar cita-citaku sejak kecil. Tapi beberapa tahun penuh perjuangan di Singapura telah mengubah hidupku begitu pesat. Tak ada yang tak mungkin jika kita mau bekerja keras.

Dengan modal pinjaman dari Bank di Singapura sebesar 40.000 dolar dia mendaftar di NTU. Pinjaman itu harus dia lunasi kelak setelah lulus kuliah dengan bekerja di Singapura. Setelah di hitung-hitung, jumlah pinjaman itu setelah dipotong dengan kebutuhan kuliah dan lain-lain hanya tersisa 10 dolar setiap minggu untuk makan.

Bisa dibayangkan bagaimana cara dia harus berhemat kalau harga sepiring nasi goreng biasa 2 dolar. Mie Instant dan roti tawar menjadi menu makannya setiap hari. Meskipun begitu, dia tidak mau mengeluh ke orang tuanya di Indonesia karena dia tau mereka juga sedang mengalami masalah keuangan di masa-masa krisis Moneter.

Banyak sekali cerita-cerita yang bisa memotivasi kita di buku ini. Perjuangannya untuk menambah 'uang saku' dengan bekerja part time sebagai pembagi brosur. Pertemuannya dengan Alva (kelak menjadi suaminya) menjadikan mereka patner yang solid dalam berbagai hal. Kegigihannya untuk memulai usaha meskipun telah beberapa kali mengalami kegagalan. Dan yang paling membuatku merinding adalah perjuangannya untuk bertemu sang motivator idola Anthony Robbins secara langsung padahal beliau terkenal tidak pernah berbagi gambar disetiap seminarnya.

Dia bersikeras untuk bertemu secara langsung dengan Anthony Robbins untuk membuktikan sendiri perkataan idolanya itu pada seminar yang diikutinya, walaupun harus bersitegang dengan bodyguard yang menjaga beliau. "Jangan takut pada cita-cita besar kita. Kejarlah, bergeraklah, dan kita tahu bahwa itu tidak mustahil". Ya, keinginannya saat itu adalah untuk bertemu beliau secara langsung dan diapun mewujudkannya.

Keberaniannya melawan arus lah yang membawanya meraih kesuksesan. Disaat mayoritas temannya berniat untuk menjadi pegawai dengan melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di sana. Dia dan Alva nekat terjun sebagai sales asuransi meskipun mendapatkan cemoohan dari teman-temanya. Dengan tekat dan keberanian yang kuat serta disiplin yang sangat tinggi pada usia yang terbilang masih muda dia meraih penghasilan satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun. Dan hal itu yang membawanya diundang diberbagai macam seminar dan dianugrahi banyak penghargaan.

Sebelum baca buku ini sih ku belum pernah mengenal siapa itu Merry Riana. Tapi setelah membacanya ku jadi punya keinginan untuk bisa ikut di seminar yang dia adakan. Ingin mendengarkan sendiri perjuangannya yang dahsyat dalam meraih kesuksesan di usia muda. Mengembalikan motivasi diri sendiri untuk meraih sukses.

My Rate :

Saturday, February 25, 2012

Catching Fire


Judul : Catching Fire
Karya : Suzanne Collins
Tebal : 424 hlm
Penerbit Indonesia : PT. Gramedia Pustaka Utama


Catching fire merupakan buku kedua dari trilogi Hunger Games. Setelah kemenangan kontroversial Katniss dan Peeta di Hunger Games, pemberontakan mulai terjadi di beberapa distrik. Untuk meredakan pemberontakan itu maka Presiden Snow memerintahkan mereka untuk melakukan tur kemenangan. Mereka juga harus meyakinkan semuanya kalau hubungan yang mereka jalin pada saat Hunger Games adalah benar bukan hanya sandiwara belaka untuk menentang Capitol.

Suasana distrik 12 tempat mereka tinggal juga sudah berubah, para penjaga perdamaian yang dulu sangat bersahabat dengan penduduk di distrik itu sudah diganti. Peraturan dijalankan dengan ketat. Gale salah satu korbannya, dicambuk di alun-alun karena tertangkap tangan menjual hewan hasil buruannya dari hutan ke pasar gelap yang ada di distrik 12.

Pagar yang membatasi distrik 12 kembali dialiri listrik yang sempat membuat Katniss terjebak diluar pagar sehabis berburu di hutan. Sebelumnya saat berada di hutan tanpa disangka dia bertemu dengan Twill dan Bonnie yang melarikan diri dari distrik 8. Tujuan mereka adalah distrik 13, menurut desas-desus yang mereka dengar distrik 13 telah menjadi pusat pemberontakan. Hal ini pula yang menimbulkan keinginan Katniss untuk melarikan diri ke Distrik 13.

Tapi keinginan itu tak terpenuhi karena mereka mendapat kejutan yang tak terduga dari Presiden Snow kalau mereka berdua harus sekali lagi bertarung di Hunger Games ke 75. Kali ini bertajuk Quartel Qell. Diadakan setiap 25 tahun sekali. Dan untuk kali ini pesertanya diambil 2 orang dari pemenang-pemenang sebelumnya disetiap distrik.

Di sebuah arena yang berbentuk jam inilah mereka kembali berjuang untuk bertahan hidup. Tapi kali ini berbeda, mereka memiliki banyak sekutu yang siap membantu. Korban yang berjatuhan lebih banyak dikarenakan berbagai perangkap dan kejadian-kejadian yang sengaja di buat disetiap putaran jam dalam arena. Katniss merasa ada sesuatu yang aneh dengan arena itu, hingga akhirnya dia menemukan kebenarannya.

Keasyikan membaca buku ini lebih berkurang jika dibandingkan dengan buku pertamanya. Alur cerita dari awal hingga pertengahan lebih cukup membosankan. Lebih banyak berisi kisah diantara Katniss, Peeta, dan Gale. Suasana pertarungan di arena juga tidak semenarik di pertandingan Hunger Games sebelumnya. Tapi bagi yang telah membaca buku pertama wajib membaca buku ini untuk mengobati rasa penasaran atas kelanjutan cerita Hunger Games.

My Rate :

Friday, February 10, 2012

The Alchemist


Judul : The Alchemist
Karya : Paulo Coelho
Penerbit Indonesia : PT. Gramedia Pustaka Utama

Santiago sudah merasa bahagia dengan kehidupannya sebagai seorang pengembala domba di daratan Spanyol, hingga ketika dia bertemu dengan orang tua yang mengaku sebagai Raja Salem. Menyarankan untuk menjemput takdirnya menemukan harta karun yang terletak di Piramida Mesir. Dan pertualanganpun di mulai.

"Jangan pernah berhenti bermimpi.
Ikutilah pertanda - pertanda.

Kalau kau menginginkan sesuatu, seisi jagat raya akan bekerja sama membantumu memperolehnya."

Dia menyebrang ke Afrika yang kemudian dia tertipu oleh seorang yang baru dikenalnya. Kehilangan uang yang dimiliki dari hasil penjualan domba, yang akhirnya kemudian harus mamaksanya mengumpulkan uang dengan jalan bekerja di sebuah toko kristal. Dia mengumpulkan bekal untuk kembali mengejar mimpinya mencari harta karun di piramida, Mesir.

Setahun kemudian setelah mempunyai cukup banyak bekal dia melanjutkan perjalannannya dengan rombongan karavan. Membawanya bertemu dengan seorang Inggris yang mencari sang Alkemis, Fatima seorang gadis yang menawan hatinya di padang pasir, dan sang Alkemis.

Meskipun banyak petuah dan kata-kata indah di novel ini tapi (menurutku) ceritanya sungguh sangat membosankan dan terlalu berkhayal. Konfliknya kurang hidup dan ada cerita-cerita yang tak masuk akal, seperti pada saat Santiago berubah menjadi angin dan sang Alkemis yang bisa mengubah logam menjadi emas. Gaya bahasa yang digunakan membuatku merasa tidak nyaman saat membacanya. Dan terakhir ending ceritanya mengecewakan. Hoammmhhh... Gak lagi deh baca karya-karya mas Paulo karena ku lihat buku-buku karyanya banyak terpampang di Gramedia.


My Rate :

Sunday, February 5, 2012

Hunger Games


Judul : Hunger Games
Karya : Suzanne Collins

Satu lagi novel fiksi fantasi yang memikat hatiku setelah Harry Potter. Hanya dalam satu setengah hari aku membacanya. Antara ngeri membayangkan dan penasaran akan kelanjutan ceritanya. Awalnya ku membayangkan ceritanya akan membosankan berupa pertempuran antara hidup dan mati antar sesama peserta yang membosankan. Tapi ternyata berbeda...

Diceritakan Amerika Utara telah tenggelam sebelumnya karena air pasang dan kemudian negara Panem berdiri di atas Rocky Mountain. Capitol sebgai ibukotanya yang yang menguasai 12 distrik dengan kehidupan yang memprihatinkan yang mengelilingi Capitol. Masing-masing distrik punya spesialisasi masing untuk mendukung Capitol. Sepeti distrik 12 sebagai pusat tambang batu bara. Sebenarnya ada 13 distrik, tapi distrik 13 dihancurkan sebagai peringatan kepada distrik yang lain agar tidak memberontak.

Setiap tahunnya Capitol membuat sebuah permainan yang bernama 'Hunger Games'. Dimana pesertanya berusia antara 12-18 tahun, masing-masing seorang laki-laki dan seorang perempuan disetiap distrik. Peraturan permainan itu sangat sederhana tapi juga begitu mengerikan. Mereka akan ditempatkan di sebuah arena yang sangat luas dengan persediaan makanan yang sangat terbatas untuk saling membunuh. Pemenangnya adalah mereka yang paling terakhir bertahan hidup. Permainan itu dibuat untuk memperingatkan setiap distrik bahwa Capitol lah yang berkuasa.

Ketika aku melesat di tanah lapang, Rue berada di tanah, terperangkap tak berdaya di jaring. Rue baru sempat meloloskan tangannya di antara lubang jaring dan menyebut namaku sebelum tubuhnya ditembus tombak. Anak lelaki dari Distrik 1 tewas sebelum dia sempat menarik tombaknya. Anak panahku langsung menghujam tepat di bagian tengah lehernya.

Untuk tahun itu peserta yang diambil dari undian pada anak-anak yang telah memenuhi syarat di distrik 12 adalah Katniss Everdeen menggantikan adiknya yang secara tidak terduga terpilih sebagai peserta. Dan Peeta Mellark seorang anak laki-laki pembuat roti di distrik mereka. Yang ternyata telah lama menaruh hati pada Katniss.

Dibanding peserta yang lain dari distrik lainnya. Mereka tentu saja tidak sebanding dibandingkan dengan distrik-distrik lainnya yang sebelumnya telah benar-benar mempersiapkan dirinya secara diam-diam sebagai peserta karier. Tapi berbekal keahlian katniss memanah ketika berburu di hutan dan keahlian berkomuflase Peeta yang didapatnya dari menghias kue membantu mereke bertahan di arena itu sampai akhir.


Tragis tapi juga menegangkan. Membayangkan masyarakat Capitol yang sudah tidak perduli dengan nyawa manusia yang telah banyak tewas di permainan itu. Tak sabar untuk menunggu filmnya di layar lebar ;)

My Rate :

Monday, January 30, 2012

One Amazing Thing


Karya: Chitra Banerjee Divakaruni
Penerbit Indonesia : Qanita

Terus terang aku membeli buku ini awalnya dikarenakan covernya yang cukup menarik (lihat gambar di atas). Ternyata benar juga peribahasa, don't judge a book by its cover. Isi ceritanya agak mengecewakanku.

Bercerita tentang sekumpulan orang yang terjebak di dalam basement gedung kedutaan besar India di Amerika akibat gempa. Untuk mengisi kekosongan waktu mereka saling bercerita mengenai satu peristiwa penting yang terjadi dalam hidup mereka.

Sayangnya (menurutku) peristiwa yang masing-masing mereka ceritakan kurang begitu
menggugah. Dan, ntah karena aku yang gak paham atau ending ceritanya memang sengaja dibuat mengambang,tidak jelas apakah akhirnya mereka diselamatkan atau tidak.

Satu-satunya hal menarik menurutku dari novel ini adalah banyak mengungkap (sisi negatif) kebudayaan India. Terutama masih tedapatnya tradisi pemberian mahar dari pihak wanita kepada pihak pria untuk mendapatkan suami, meskipun praktik tersebut sudah dilarang pemeritahnya.

My Rate :

Sunday, January 15, 2012

Indonesia Mengajar


Cukup jarang aku membaca buku setebal 300 halaman lebih hanya dalam sehari semalam. 'Indonesia Mengajar' did this. Buku ini merupakan kumpulan tulisan-tulisan dari para pengajar muda yang ditempatkan selama setahun di beberapa sekolah dasar di pelosok negeri, seperti di Kab. Bengkalis, Kab. Tulang Bawang Barat, Kab. Paser, Kab. Majene, dan Kab. Halmahera Selatan, cukup menghipnotisku.

"Mangappai i'o sumangiq, Rizki?" (Mengapa kamu manangis Rizki?)
"Puang, Yakkuq meloq massikola." (Puang saya mau sekolah.)
Ia memelekku. Erat. Aku mematung. Haru. Sakit. Sesak. Bahagia. Sesak oleh perasaan bahagia.

"Pergilah ke sekolah. Aku guru di sana. Akan kuajari kau rahasia-rahasia yang ingin kau tahu. Semua rahasia. Pergilah ke Sekolah."

Erwin Puspaningtyas Irjayanti - Pengajar Muda Majene

Indonesia Mengajar sendiri adalah sebuah gerakan yang mengajak putra-putri terbaik, berprestasi, dan memiliki semangat juang untuk menjadi guru SD selama setahun di pelosok Indonesia. Jadi selama setahun mereka mengorbankan waktu, zona aman dan nyaman mereka di kota menuju daerah-daerah terpencil dengan segala keterbelakangannya.

Cukup banyak fakta yang bisa diambil dari kumpulan-kumpulan cerita tersebut. Seperti masih jauhnya sarana dan prasarana sekolah dari kata memadai, kurangnya tenaga pendidik di daerah terpencil, dan yang lebih miris lagi masih banyak digunakannya kekerasan fisik untuk 'menertibkan' para murid.

Sebenarnya tidak ada yang namanya 'anak nakal', asal kita bisa menemukan metode yang tepat untuk menyalurkan kelebihan energi mereka untuk kegiatan-kegiatan yang positif. Dan terbukti pada cerita-cerita di buku itu pendekatan-pendekatan emosional dengan suasana kelas yang menyenangkan lebih membuat para murid betah di kelas daripada pendekatan kekerasan yang hanya membuat para murid belajar karena rasa takut bukan karena rasa senang.

Salut buat para pengajar muda, sebenarnya ingin juga merasakan situasi mengajar di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya. Tapi aku sangat tidak yakin bisa meninggalkan zona aman dan nyaman tinggal di kota.

My Rate :

Thursday, January 12, 2012

Water for Elephants


Judul : Water For Elephants
Karya : Sara Gruen
Review Singkat :

Berawal dari kisah Jacob Jankowski yang berusia 90 tahun di sebuah panti hingga kemudian cerita beralih saat dia berusia 23 tahun sebagai mahasiswa tingkat akhir jurusan dokter hewan. Jacob muda kemudian mengundurkan diri dari kuliah dikarenakan tidak mempunyai biaya lagi setelah orang tuanya yang juga dokter hewan meninggal dalam sebuah kecelakaan. Orang tuanya tidak meninggalkan warisan apapun dikarenakan setiap mengobati hewan mereka tidak menetapkan tarif bahkan rumahnya pun disita sebagai jaminan pinjaman dari Bank.

Karena putus asa dia berjalan tanpa arah hingga nasib membawanya melompat ke kereta api rombongan sirkus Benzini Brothers. Dia diterima di sirkus itu sebagai dokter hewan yang mengurusi hewan-hewan sirkus. Disitulah berbagai macam konflik terjadi. Dari pertemanannya dengan August sebagai tangan kanan pemilik sirkus, Paman Al, hingga ketertarikannya pada istri August, Marlena.Konflik dengan Walter teman satu gerbongnya, dan kemudian pertemuannya dengan seekor gajah yang bernama Rosie. Gajah yang dibeli paman Al dari sebuah sirkus yang bangkrut.

Dengan plot maju mundur kita cukup dibuat penasaran dengan kelanjutan cerita. Banyak hal juga kita bisa ketahui dari kehidupan para pemain sirkus di masa itu. Layak untuk di baca.

My Rate :

Wednesday, January 11, 2012

Kite Runner


Karya : Khaled Hosseini
Review singkat :

'Untukmu yang keseribu kalinya'

Bermula dari sebuah kisah persahabatan masa kecil antara Amir dan anak pelayannya Hasan. Dipenuhi dengan masa-masa indah terutama saat bermain layang-layang. Hingga pada suatu peristiwa, Amir menjadi begitu benci kepada Hasan bukan karena kesalahan yang telah Hasan perbuat tetapi lebih dikarenakan perasaan bersalah Amir. Yang akhirnya Amir membuat jebakan supaya Hasan dituduh mencuri barang-barangnya. Hasan dan ayahnya pun akhirnya mengundurkan diri jadi pelayan tersebut untuk kembali ke kampung halamannya meskipun ayah Amir terus membujuk mereka agar tidak pergi.

Dikarenakan situasi Afghanistan yang tidak aman lagi, Amir dan ayahnya memutuskan untuk mengungsi ke Pakistan hingga akhirnya mendapat suaka ke Amerika serikat. Tumbuh dewasa dan akhirnya mendapatkan istri keturunan Afghanistan dia menjadi seorang penulis dengan beberapa novel karyanya.

Hingga beberapa saat setelah ayahnya meninggal dia mendapat kabar kalau pamannya Rahim Khan sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pakistan dan berharap agar Amir mau mengunjunginya. Dari pengakuanya dia baru tahu kalau Hasan sudah tewas dibunuh Taliban dan sebenarnya Hasan adalah saudara kandungnya hasil hubungan terlarang antara ayahnya dan ibu kandung Hasan. Ibu Hasan telah melarikan diri sesaat setelah melahirkan Hasan. Hasan meninggalkan seorang anak yang saat itu sedang dalam penguasaan Taliban.

Ending cerita pun dipenuhi dengan perjuangan Amir untuk kembali ke Afghanistan guna menyelamatkan anak Hasan meskipun dia harus mempertaruhkan nyawanya karena berhadapan dengan Taliban. Dan perjuangannya agar anak itu bisa mendapat suaka untuk ikut bersamanya ke Amerika.

Cerita yang cukup memukau, kita jadi tahu banyak mengenai situasi di Afghanistan. Khususnya pada masa kekuasaan raja Zahir Sah hingga kudeta saudara sepupunya Daoud Khan menjadikan Afghanistan sebuah negara Republik, masa invasi Rusia, dan masa pemerintahan rezim Taliban di Afghanistan.

My Rate :

Postingan Perdana di 2012




Hmmhhh... Sudah lama banget nih blog di anggurin (lagi), setengah tahun lebih sejak postingan terakhir. Berniat memanfaatkan blog ini lebih maksimal lagi baik untuk sharing pengalaman unikku sehari-hari, review buku/film, dan hal-hal lain yang berguna. Mudah-mudahan bukan hanya sekedar niat aja :P.

Pengen sedikit mereview perjalananku selama tahun kemarin. Well... Alhamdulillah sekarang aku sudah menjadi seorang ayah. Setelah istriku melahirkan seorang anak yang cantik di bulan Maret. Sebuah pengalaman yang tak terkatakan menggendong anak sendiri, mengajaknya bercanda, atau sekedar berusaha menenangkannya kalau dia sedang menangis. Apalagi kalau dia bisa sampai tertidur dalam pelukanku. That's so amazing feeling. Tapi sayang belum bisa sepenuhnya menjadi seorang ayah, karena belum bisa berkumpul, baru bisa bertemu 2-3 bulan sekali. Berharap di tahun ini aku mendapat mutasi setidaknya lebih dekat dengan Bandung biar bisa sering-sering pulang.


Another achievement, Alhamdulillah setelah 6 tahun akhirnya ku bisa menyelsaikan gelar Sarjanaku di Universitas Terbuka. Kini di belakang namaku resmi bersandang gelar S.Mn (Sarjana Manajemen). Kalau soal IP jangan di tanya, malu. hihihi. Gak apa S1 nya di UT. Ntar S2 nya di Aussie... Amiiiin.

Tak ada yang lebih ku harapin di tahun 2012 ini selain tahun ini berakhir dengan tanpa suatu bencana atau peristiwa besar apapun yang menimbulkan banyak korban. Biar ramalan-ramalan mengenai kiamat di tahun 2012 hanyalah omong kosong belaka. Dan orang-orang akan berhenti untuk membicarakan kapan kiamat akan terjadi. Semua itu rahasia Allah.

Berharap di tahun ini, lebih banyak lagi achievement yang bisa ku raih. Semoga ;)