Thursday, December 31, 2009

An optimism for 2010


Asap mengepul di mana-mana malam ini, menghalangi keindahan bulan purnama yang sedang menggantung di angkasa. Asap-asap itu berasal dari iringan kendaraan bermotor yang menyesaki jalan. Asap dari aneka bahan makanan yang di bakar. Dan asap dari berbagai macam bentuk petasan dan kembang api yang dinyalakan untuk menyambut perpindahan tahun.

Suara terompet beradu dengan bunyi musik dari speaker-speaker bertenaga tinggi. Begitu riuh malam ini. Tapi ternyata kemudian... hujan datang. Bubarlah semua. Tak apa-apa, ku memang sedang tidak berniat menikmati kemeriahan di luar. Saat ini ku masih memandangi monitor LCD komputer kantor menemani teman yang lembur.

2009,... dia akan segera berlalu. Sebenarnya aku juga tidak terlalu pusing bila dia pergi. Kecuali suatu kesadaran kalau aku semakin tua. Waktu, ku merasa selalu kalah berkejaran denganmu. Oleh karena itu di momen pergantian tahun ini ku berniat (untuk paling tidak) berjalan bersamamu, selanjutnya ku bertekad akan membalapmu.

2009,... Tidak ada yang istimewa di tahun ini selain peristiwa besar di Bulan Juni. Ya ku telah menemukan pendamping hidupku, dan kemudian meresmikannya dalam sebuah hubungan suami istri. Meskipun masih belum bisa berkumpul bersama, tak apa-apa lah. Insya Allah suatu saat nanti pasti bisa.

2010,... Sebuah rencana besar sudah ku susun untuk menghadapinya. Biar nanti 1 tahun setelah hari ini ku bisa banyak membanggakan satu tahun yang baru saja ku lewati.

2010,... Ku sambut dengan optimisme yang luar biasa guna memompa motivasi diri. Meningkatan kemampuan diri untuk (tentunya) menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga tidak gampang luntur semangat ini. Amiiin

Monday, December 28, 2009

Planning for my life


Detik berkelebat hanya dalam kedipan mata. Menit bergerak untuk memastikan waktu tetap berjalan. Jam demi jam melaju hingga akhirnya meninggalkan hari, bulan, dan berujung pada tahun. Terlalu cepat waktu berlalu. Terkadang kita belum sempat sadar hingga dia pergi meninggalkan kita. Akankah selalu seperti itu?? Tidak, hidup harus punya makna. Tidak terlalu terlambat untuk membuat sebuah rencana dari sekarang. Paling tidak untuk memastikan kaki kita telah melangkah dengan benar, tidak sia-sia.

Berikut rencana 5 tahunan di sisa umurku yang akan aku tanamkan di dalam dada mulai detik ini :

Umur 26 Tahun s.d. 30 tahun :
- Menikah (Sudah Terlaksana)
- Punya Anak
- Lulus S1 Manajemen UT
- Punya rumah di Bandung
- Hafal juz 28, 29, dan 30
- Memperdalam kembali bahasa Inggris
- Memulai kuliah S1 yang ke dua (Bahasa Inggris, Informatika, atau hukum)
- Mempersiapkan diri untuk membuka usaha
- Paham bahasa Arab dasar
- Menekuni kembali bahasa Perancis
- Memperdalam ilmu agama

Umur 31 Tahun s.d. 35 tahun :
- Lulus S1 yang kedua
- Kuliah S2 ( Diutamakan Mendapat Beasiswa)
- Punya anak yang kedua
- Membuka usaha
- Hafal juz 23,24,25,26, dan 27
- Bisa berbicara bahasa Arab
- Bisa berbicara bahasa Perancis
- Be able to speak english fluently
- Menyiapkan konsep untuk menulis sebuah buku
- Belajar menjadi pengajar
- Memperdalam ilmu agama (belajar tafsir, ilmu hadist, dll)

Umur 36 Tahun s.d. 40 tahun :
- Lulus S2
- Naik Haji
- Hafal juz 18,19,20,21 dan 22
- Memperkuat usaha
- Lulus assesment Eselon 4
- Mengajar secara lepas
- Menjadi Murrobi
- Fasih berbahasa Arab dan Perancis

Umur 41 Tahun s.d. 45 tahun :
- Hafal Juz 12,14,15,16 dan 17
- Lulus Assesment Eselon 3
- Mengembangkan usaha
- Menulis sebuah buku

Umur 46 Tahun s.d. 50 tahun :
- Hafal juz 7,8,9,10, dan 11
- Lulus Assesment Eselon 2
- Menulis lebih banyak buku
- Punya rumah di Balikpapan

Umur 51 Tahun dan seterusnya
- Hafal Al-qur'an
- Pensiun dan kemudian mengelola usaha secara penuh
- Mengajar di salah satu universitas
- Melanjutkan kuliah di S3
- Jalan-jalan keliling Asia dan Eropa

Manusia hanya bisa membuat rencana, tapi hanya Allah sang maha penentunya. Mudah-mudahan dengan niat yang tulus dan usaha yang tak kenal lelah rencana-rencana yang telah ku buat di atas bisa tercapai. Amiiin....

Sunday, December 27, 2009

Setahun Menjadi Pengguna Facebook



Sudah setahun aja ternyata ku menjadi pengguna Facebook. Yup tepatnya hari ini setahun yang lalu ku berhasil dibujuk oleh salah seorang temanku untuk mencoba membuat account di FB. Sebenarnya ku juga gak ingat tepatnya kapan, tapi kemarin ku sempat ngintip di e-mailku dan menemukan sebongkah e-mail pemberitahuan konfirmasi account di FB tanggal 28 Desember 2008.

Pada masa itu tentunya situs jejaring sosial milik tetangga (baca : Friendster) masih lebih populer dari situs lainnya. Oleh karena itu awalnya ku enggan untuk memulai karir di dunia perpesbukan. Karena saat itu ku pikir FS lebih menarik dan privacy lebih terjaga. Karena di FS setiap comment yang masuk harus mendapat approval dulu dari si pemilik baru bisa muncul di profile kita. Kalau di FB semua-muanya bisa di kasih comment tanpa menunggu ijin pempublikasian dari si empunya. Tapi itulah ternyata serunya FB daripada FS.

Tidak ada niat lain ku bergabung di situs jejaring sosial terutama di FB selain untuk tetap menjalin silaturahim terutama pada teman-teman yang sudah lama tidak bertemu dan juga untuk mencari teman-teman baru. Rekorku sich bertemu lagi dengan teman yang 7 tahun tidak bertemu setelah lulus SMA. Itu aja banyak yang lupa kalau mereka sempat menjadi temanku satu kelas (dasar teman durhaka, hehehe).

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan FB. Yang paling popular tentunya ‘update status’. Disini kita bisa menumpahkan segala hal yang saat itu terlintas dipikiran dalam sebuah kalimat pendek. Banyak user yang benar-benar menjadi ketergantungan dengan mengupdate status setiap hari. Bahkan pada hal-hal kecil. Sempat kepikiran kalau ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin berbuat jahat. Misalnya dengan hanya melihat status si user yang sedang tidak ada di rumah, dia dengan leluasa menyatroni rumah si user dan menguras isinya. Juga banyak user yang mengupdate status tanpa dipikirkan terlebih dahulu sehingga terkadang menimbulkan polemic. Jadi mending kalau mengupdate status isinya jangan terlalu bersifat pribadi dan dipikirkan terlebih dahulu sebelum di share :).

Ada juga saling berbalas comment dari setiap status yang ada. Berbagi tag foto dengan teman-teman. Berkreatifitas dengan menumpahkan ide dalam sebuah note. Bermanja-manja sedikit dengan game-game menarik yang telah disediakan. Dan juga yang sedang naik daun saat ini di FB yakni dukung-mendukung sebuah peristiwa. Mulai dari kasus Ibu prita, Ibu sri, bahkan yang terbaru Ibu Luna. Bagus juga sich sebagai faktor penyeimbang dan pengontrol berbagai masalah publik terutama ketidakadilan bidang hukum.

Konon saat ini jumlah pengguna FB telah mencapai 325 juta user. Indonesia menempati urutan ke 7 dari seluruh Negara di dunia sebagai pengguna terbanyak dengan hampir 12 juta user. Hal ini mungkin pula didukung dengan pengguna mobile FB yang semakin dimudahkan oleh para operator. Mark Zuckerberg si creator FB awalnya hanya berniat membuat situs ini untuk komunitasnya sendiri. Lalu kemudian trus berkembang hingga dikenal seluruh dunia yang secara otomatis menjadikannya seorang jutawan. Tapi kita lihat saja nanti apakah dengan seiring dengan sifat dasar manusia, bosan, pamor FB akan turun juga seperti pendahulunya FS??

Thursday, December 17, 2009

Sang Pemimpi


Keluar juga sekuel film dari Tetralogy Laskar Pelangi, Sang Pemimpi. Ku semalam bersama teman-teman kantor berkesempatan menonton premiernya. Lumayan sich filmnya, menurutku jauh lebih baik dari film pertamanya Laskar Pelangi. Tidak terlalu banyak membuang cerita dari novel aslinya.

Berkisah tentang masa-masa remaja Ikal, Arai dan Jimbron di SMA Manggar. Selain keisengan-keisengan khas anak muda, mereka juga sangat termotivasi untuk suatu saat kelak dapat melanjutkan kuliah di Sorbone, Prancis. Mulailah mereka bekerja keras untuk mewujudkannya. Belajar dengan giat sehingga selalu menjadi langganan juara kelas. Selain itu mereka bekerja membanting tulang untuk membiayai sekolah mereka.

Ikal sempat kehilangan motivasi karena menganggap cita-cita yang mereka tanamkan sebelumnya hanya sebuah mimpi yang terlalu tinggi. Dia beranggapan anak kampung seperti mereka hanya layak untuk menjadi pelaut seperti nenek moyang melayu mereka atau bekerja membantu di toko kelontongan atau menjadi kernet angkutan. Tapi dengan sebuah nasihat Arai yang ku suka banget bisa membangkitkan kembali semangat Ikal.

Kita harus punya mimpi dan keinginan kuat untuk mewujudkannya. Karena bila kita tidak mempunyai mimpi kita tidak ubahnya seperti orang mati, hidup tak mempunyai arti. Begitu kira-kira ucapan Arai kepada Ikal. Begitu inspiratif...

Di film ini juga berisi kelucuan-kelucuan dan sekaligus berbagai peristiwa mengharukan. Arai yang termotivasi dengan Zaskia Nurmala, teman perempuan sekelasnya. Jimbron dengan Kuda dan Laksmi, si penjual Gula Aren. Sedangkan Ikal sepertinya masih setia dengan A Ling, gadis idamannya semasa SD dulu.

Sebenarnya film ini masih tidak sesuai dengan yang ku harapkan. Jauh lebih bagus novelnya. Adegan terakhir yang sangat ku tunggu-tunggu saat mereka tiba di Sorbone tidak ada. Mungkin memang biayannya terlalu tinggi untuk bisa syuting di sana. Brusell yang digambarkan di akhir film hanya tampak seperti sebuah studio aja.

Ku menunggu lanjutan film ketiganya, kira-kira bisa di filmkan gak ya?? Kalau bisa salut banget dech. Soalnya background ceritanya lebih banyak ketika mereka sudah berada di Eropa. Kalaupun bisa sebaiknya bukan riri reza lagi dech yang jadi sutradaranya, terbukti mengecewakan. Produsernya orang Eropa aja mungkin cocok. Semoga bisa difilmkan... karena ku paling suka buku yang ke tiga ini, Edensor. Menjelajah Eropa dan Afrika. Aku bisa gak ya?? ;)

Wednesday, December 16, 2009

Jalan-jalan ke Dufan



Akhirnya terpenuhi juga keinginanku buat jalan-jalan ke Dufan. Kamis, tanggal 10 Desember, siang hari. Di temani istri, kami berangkat dari Halte Atrium menggunakan Bussway menuju Ancol. Tiketnya cuma 3.500 per orang. Ternyata antrian penumpang yang menuju Ancol panjang banget. Jadi waktu bus nya tiba di halte langsung dech diserbu, untung saja kami bisa masuk ke dalam bus meskipun harus berdiri. Bus penuh sesak dan jadi pengap di dalamnya. Pengalaman pertama naik bussway yang kurang menyenangkan.

Di Ancol, antrian di loketnya sudah mengular. Agak heran juga sich awalnya hari itu kan hari kamis, bukan pula hari libur koq rame gini. Ternyata eh ternyata, ada special promo pada hari itu. Hanya dengan menunjukkan brosur promosi atau hanya foto copy nya saja kita bisa mendapatkan potongan harga 50%. Untung saja ada orang yang berbaik hati memberikan brosur itu pada kami. Lumayan tiket yang biasanya 90rb di diskon menjadi 45rb.

Wahana pertama yang kami naiki adalah Perang Bintang. Karena dari luar terlihat yang paling sedikit mengantri. Gak taunya di dalam antriannya sudah panjang. Setelah mengantri kurang lebih 30 menit akhirnya kami mendapat giliran. Sesuai dengan namanya kita dinaikkan pada suatu kendaraan berbentuk bulat (mirip-mirip piring terbang) yang muat untuk 6 orang. Kendaraan itu berjalan di atas 'rel' dan setiap beberapa saat berputar. Ada senjata laser dan skor nilai disitu. Tugas kita menembak sasaran lampu kecil hijau yang ada pada 'monster-monster angkasa' sebanyak-banyaknya. Ku sudah bangga dengan skor akhir 3.400 di papan skorku. Tapi setelah melihat kesamping papan skornya menunjukkan angka 14.000. Wuihh...



Wahana selanjutnya yang kami tuju yaitu arung jeram. Dengan sabar kami mengantri ditengah terik matahari yang panas. Butuh waktu satu jam untuk sampai ke ujung antrian. Sama juga kendaraannya berbentuk bulat tapi kali ini menghadap ke dalam. Kendaraan itu diombang-ambingkan dengan ombak buatan. Belum sempat ku berhasil memasang sabuk pengaman kami sudah sampai pada ujung perhentian. Dengan hasil bajuku basah semua. Sungguh tidak sebanding, mengantri 1 jam hanya untuk mendapatkan baju yang basah. Baru ku tau fungsi 'Tempat Mengganti Pakaian' di dekat wahana itu. Tapi sayang kami tidak membawa baju ganti.

Jadilah kami 'mengeringkan pakaian' sambil menikmati semangkuk bakso di samping wahana pontang panting. Melihat wahana itu begitu seru jadilah kami mengantrinya. Antriannya lumayan cepat. Tapi tetap saja memakan waktu lebih dari 20 menit. Wahananya menyerupai piring diputar-putar ke atas dan kebawah dengan menggunakan sebuah tuas. Ada bangku-bangku disetiap sudutnya yang bisa memuat dua orang setiap satu bangku. Tidak seserem menurut perkiraanku. Bahkan ku lebih asyik berpose di atasnya. Hehehe



Sebenarnya wahana yang paling ingin ku naiki yakni wahana halilintar. Tapi sayang saat itu lagi dalam masa perawatan. Karena ku tertarik melihat keseruan di wahana rajawali. Ku mengajak istri untuk kembali mengantri. Lumayan panjang sich, tapi daripada penasaran. Wahananya berupa menara yang dikelilingi dengan kendaraan-kendaraan menyerupai burung, bisa muat untuk 2 orang. Kali ini lumayan seram juga saat di putar-putar di angkasa. Kalau tiba-tiba kendaraan yang kami tempati lepas. Bisa jadi dendeng mungkin :)



Karena hari telah sore dan kebetulan istri tiba-tiba tidak enak badan. Kami memutuskan untuk memasuki Teater Balada Kera. Kirain di dalam teater yang nyaman itu kita-kita bakal disuguhkan dengan kera-kera atau manusia berpakaian kera yang sibuk beratraksi. Ternyata cuma robot-robot boneka kera yang kadang-kadang muncul secara tiba-tiba di berbagai sudut panggung. Sebenarnya ceritanya gak jelas sich soalnya kebanyakan nyanyian. Tapi nyanyiannya itu cukup membuat kita-kita yang menonton terhibur.

Sebelum pulang kami menyempatkan untuk mampir ke wahana Turangga-rangga atau istilah kerennya kuda-kudaan. Memang wahana yang paling tidak menantang, tapi rasanya kurang lengkap kalau belum ke wahana ini.Hehehe... Karena memang kami berangkat kesiangan dan waktu yang ada lebih banyak digunakan untuk mengantri jadi masih banyak banget wahana yang belum sempat kami kunjungi. Lain kali dech kalau ku ada kesempatan ke Jakarta lagi. Yang penting sudah tau jalan ke sana menggunakan apa.

Tuesday, December 1, 2009

4 Hari di Balikpapan


Libur Lebaran Haji yang lalu (26-29 Nopember) ku pergunakan untuk menjenguk keluarga di Balikpapan. Sengaja ku tidak berangkat ke Bandung karena Insya Allah tanggal 8 ini ku mendapat tugas dari kantor ke Jakarta, jadi bisa sekalian mampir ke Bandung tentunya.

Sudah sekitar 5 bulan ku tidak mudik ke Balikpapan, termasuk hari raya Idul Fitri yang lalu. Alhamdulillah keluarga di Balikpapan baik-baik aja, sehat walafiat. Tidak banyak perubahan yang ku lihat dikota ini. Cuma ada 2 pusat perbelanjaan yang baru buka. Tapi ku tidak sempat mampir untuk sekedar melihat-melihat karena waktuku lebih banyak dihabiskan untuk istirahat di rumah. Males mau ke mana-mana :)

Oh ya, ku sempat pangling dengan Mirza, ponakanku yg sudah berumur 6 bulan. Tentunya tambah lucu dan ganteng. Alisnya tebal, kulitnya putih, dan kalau sudah liat bola maunya nendang aja. Lucu banget dech,,, Banyak yang bilang kalau dia lebih cocok jadi bayinya para artis (mang bayi artis gimana ya?? ;).

Gak tau kapan bisa ke Balikpapan lagi. Senang aja bisa liat 5 kurcaci kecilku. Nanti pasti mereka sudah bertambah besar dan mungkin jadi bandel tidak lucu lagi. Tapi mereka tetaplah ponakan-ponakanku yang lucu. Insya Allah koleksi cucu bapak ibuku akan bertambah 1 lagi dari rahim istri kakakku. Tambah rame nanti kalau pada ngumpul libur lebaran. Miss that moment ;)

Tuesday, November 17, 2009

Film 2012?? Biasa aja tuch...


Akhirnya semalam kesampaian juga menonton film 2012 tentunya setelah ikutan berjuang mengantri tiket. Penasaran sich, liat thrillernya tampak bagus. Tentunya ku hanya ingin melihat special effect khas film-film holywood dalam menenggelamkan kota-kota di dunia. Kalau soal cerita tentunya sebagai seorang muslim gak akan percaya kalau kiamat terjadi di tahun 2012, haram hukumnya. Cuma Allah yang tau kapan kiamat akan terjadi.

10 Menit... 20 menit... 1 jam... sampai akhir cerita ku berkesimpulan biasa aja tuch filmnya. Special Effect yang ku tunggu-tunggu, memang lumayan bagus sich, tapi masih terlihat kasar. Lagian penenggelaman kota-kotanya hanya dilihatkan di Amerika. Dibelahan bumi lainnya tidak.

Soal cerita?? Apalagi... Kurang begitu menggigit. Ada cerita tentang seorang ayah yang telah bercerai. Istrinya sudah menikah lagi dengan pria lain. Dia berusaha manarik simpati anak-anaknya kembali. Sudah sering banget type-type cerita seperti ini, mirip cerita film di war of the world.

Asal mula kejadian bencana juga tidak dijalaskan secara detil. Kabarnya banyak ditentang oleh para Ilmuwan, tidak ilmiah menurut mereka. Inti cerita juga bukan tentang 'kiamat', tapi cuma tentang 'Bencana'. Karena kalau kiamat tentunya tidak ada makhluk hidup yang tersisa di bumi. Malah cerita filmnya menyadur cerita 'Bahtera Nabi Nuh' versi modern. Para petinggi dunia dan orang-orang yang mampu membayar diselamatkan oleh kapal-kapal raksasa. Kapal-kapal itu dibangun di atas pegunungan Himalaya.

Yang lebih buatku ill fill, belasan adegan yang menggambarkan keberuntungan para pemeran utama yang bisa lolos dari kematian. Mobil yang melaju kencang sementara jalan-jalan di belakangnya rontok. Pesawat yang kehabisan bahan bakar, rencanya akan mendarat darurat di Laut eh ternyata secara sangat kebetulan kerak bumi telah bergeser dari yang awalnya laut di peta menjadi dataran tinggi di tibet tempat yang mereka tuju. Secara kebetulan juga mereka bertemu orang-orang tibet yang mau menyelamatkan diri menuju kapal raksasa itu. Jadi dech mereka selamat.

Kesan yang biasanya ku rasakan setelah menonton sebuah film tidak ku rasakan. Ceritanya terlalu mengada-ada dan tampak memaksakan. Ku malah lebih suka film The Day After Tomorrow.

Ada satu hal yang membuatku bingung setelah menonton filmnya. Bukan tentang filmnya, tapi tentang tiketnya. Perasaan aku dapat tiketnya untuk hari rabu. Kemarin kan hari selasa?? Koq petugas di depan pintu gak meriksa?? Kebetulan juga koq bangku yang ku tempatin kosong??? Baru nyadar... ckckckck

Sunday, November 15, 2009

Etnosentrisme


Alhamdulillah akhirnya 2 pekan yang melelahkan berakhir juga. Berawal dari cuti untuk bertemu istri di Bandung, dilanjutkan ikut sosialisasi di Makassar. Pulang ke Manado dah di sambut lagi dengan antrian rutin kerjaan di awal bulan. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti Rakor di Kotamobagu. Terakhir ujian UT yang baru aja berakhir. Waduhhh... padat juga ya ternyata kegiatanku.

Eits jangan di tanya gimana ujiannya tadi. Alhamdulillah sukses benget (tebak-tebakannya ;). Yach bagaimana gak belajarnya aja pake SKS (Sistem Kebut Semenit). Jadi jangan berharap banyak lah dengan hasilnya. Mudah-mudahan hasil tebak-tebakanku yang tadi kukerjakan banyak yang tepat. He3x

Oh ya, salah satu mata kuliah yang ku ambil di semester ini adalah Komunikasi Antar Budaya. Waktu tadi membaca sekilas di Modulnya, ku menemukan istilah 'Etnosentrisme'. Yakni kecendrungan memandang orang lain secara tidak sadar dengan menggunakan kelompok kita sendiri dan kebiasaan kita sendiri sebagai kriteria untuk segala penilaian. Gampangnya kita cenderung menilai orang lain dari kacamata kultur kita sendiri.

Jadi ingat kalau lagi ada acara kondangan di Manado atau acara-acara makan prasmanan lainnya yang mengharuskan makan dikursi (tanpa meja). Kebanyakan teman-teman asli manado memang tidak 'malu-malu' dalam mengambil makanan yang tersedia, dan itu dianggap sebagian teman-teman dari Jawa kurang sopan. Sebaliknya setelah selesai makan teman-teman dari Jawa meletakkan piring bekas makanan di bawah kursi tempat duduk. Hal itu dianggap kurang sopan buat teman-teman dari Manado.

Kalau aku akhirnya mengambil sisi baik dari keduanya, mengambil makanan dengan tidak berlebihan (kalau lagi inget, he3x) dan juga setelah makan meletakkan piring sisa makan di tempat yang lebih tinggi (biasanya di meja) dengan harapan supaya piringnya tidak tersenggol waktu menggeser kursi atau sedang berjalan.

Asyik juga sich udah punya kesempatan untuk bisa memperhatikan sebagaian besar keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Kalau aku sendiri sepertinya tidak punya sebuah budaya yang dominan. Ibu dari Jawa, Bapak asli Kalimantan, Istri keturunan Sunda, saat ini ku menetap di pulau Sulawesi. Gado-gado budaya yang mempengaruhiku. Yach pokoknya selama sebuah kebudayaan itu baik dan tentunya tidak bertentangan dengan agama, sah-sah saja menurutku untuk disadur.

Awalnya sich mungkin kita akan mengalami yang namanya culture shock bila menghadapi sebuah budaya yang kita anggap baru. Merasa tidak siap dengan perubahan yang terjadi. Bahkan pada hal-hal yang terbilang kecil sekalipun. Tapi selanjutnya secara perlahan-lahan kita akan terbiasa. Contohnya nich aku sendiri, sebelumnya yang ada dipikiranku kalau yang namanya teh haruslah manis. Tapi buat orang-orang sunda, yang namanya teh ya hanya teh, tanpa gula. Kecuali kita meminta untuk ditambah pemanis.

Ku baru sadar, ternyata yang selama ini membuatku tergila-gila pada minuman teh bukan pada tehnya, tapi pada rasa manis dari gulanya. Kalau tanpa gula rasanya jadi 'aneh' menurut lidahku. Tapi memang ada benarnya, khasiat utama dari minuman teh ya pada sari daun tehnya. Bukan pada gulanya. Harus dibiasain nich minum teh tanpa gula untuk kesehatanku juga :)


Yach menurutku, kita jangan terjebak dalam sebuah seterotipe. Menilai budaya lain dengan kacamata budaya kita sendiri. Lihatlah dari sudut pandang yang berbeda-beda. Siapa tau yang selama ini kita pikirkan mengenai prilaku sebuah budaya adalah salah. Bahkan sebaliknya, siapa tau kita dapat mengambil sisi baiknya.Berusahalah untuk melihat perbedaan karena tidak dapat dipungkiri kita hidup di negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, Indonesia...

Saturday, November 14, 2009

Jalan-Jalan ke 'Kota'


(SING)

Pada hari sabtu ku turut Pak Boss ke Kota (mobagu)
Naik Bentor Roda 3 ku duduk di muka
Ku duduk depan pak bentor yang sedang bekerja
Mengendarai bentor supaya bener jalannya

Hey... broom... broom
broom... broom.... suara knalpotnya

Jedug... jedug... jedug... jedug...
suara speakernya.

Thursday, November 12, 2009

Jakarta In Chaos??

Semalam di mobil dalam perjalanan dari Manado ke Kotamobagu yang memakan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan darat. Ada sebuah peristiwa yang sempat membuat kami seisi mobil takut gak karuan. Penyebabnya adalah sebuah sms yang diterima oleh salah satu atasanku dari istrinya. Isinya begini :

"Jakarta saat ini dilanda kekacauan, para penduduknya diungsikan ke tempat-tempat yang lebih aman. Polisi dan TNI dikerahkan untuk mengamankan situasi. Dan ambulan-ambulan disiagakan di jalan-jalan."

Pikiranku saat itu sudah macam-macam. Benarkah sudah separah itu Jakarta?? Apakah polisi sudah benar-benar marah karena selalu dipojokkan sehingga kemudian memberontak menguasai Ibu kota. Kebetulan saat itu kami sedang berada di jalan yang sepi dan tidak bisa menonton televisi, jadi tidak tau perkembangan terkini negeri ini.

Mungkin saja saat itu juga Manado sedang kacau. Sesaat setelah kami tinggalkan. Bagaimana kabar Istriku di Bandung?? bagaimana orang tuaku di Balikpapan?? Sempat kacau dech pikirannya.

Ternyata sms itu belum selesai, lanjutan SMS nya :

" Karena pada hari ini direncanakan Gusdur akan belajar mengemudi di jalanan Ibu kota"

SIALLLLL... %#@&*$#

Wednesday, November 11, 2009

Galaksi Kinanthi


Ku baru saja menamatkan membaca sebuah buku, judulnya 'Galaksi Kinanthi'. Sebuah novel karya Tosaro GK yang katanya sich terinspirasi dari cerita nyata. Ku mendapat info tentang buku ini dari teman kostku (red-Kang Udin). Katanya (dengan menggebu-gebu) novel ini ceritanya bagus, boleh disandingkan dengan novel Ayat-Ayat Cinta & Laskar Pelangi. Jadilah aku penasaran dan akhirnya membeli buku itu.

Endorsement dari cover novel ini dipenuhi dengan orang-orang ternama, seperti : Dewi Lestari, Helvi Tiana Rosa, Imam Tantowi, Gola Gong, dll. Jadi tambah penasaran ingin cepat-cepat membacanya.

Pada halaman pertama di bab pertama belum apa-apa ku sudah disambut dengan sebuah paragraf yang manis. Berikut kutipannya :

"Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta.
Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman disekitarnya. Jika dia dekat kau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika kau merasa ia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebutpun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa disebut gila.
Berhati-hatilah...


Prasangkaku ternyata benar, inti cerita novel ini memang tentang cinta dari kelas sosial yang berbeda. Tapi bukan sembarang kisah cinta picisan. Tersebutlah seorang gadis cilik bernama kinanthi hidup sangat miskin di di daerah gunung kidul, anak dari seorang ayah penjudi. Tak ada seorang temanpun yang mau bermain dengan dia kecuali seorang teman sebayanya bernama Ajuj. Anak seorang Rohis (semacam tetua agama di kampung). Tentu saja kedekatan mereka di tentang orang tua masing-masing.

Hingga pada puncaknya, karena ketidakmampuan orang tua kinanthi untuk membiayainya sekolah. Dia 'ditukar' dengan hanya dengan '50kg' beras kepada keluarga yang mereka anggap lebih mampu. Dia dibawa oleh keluarga itu ke Bandung. Meskipun dia di sana disekolahkan, tapi sebenarnya dia tak lebih dari seorang pembantu. Sepulang sekolah dia harus mengurus rumah keluarga itu tanpa digaji sepersenpun. Hingga karena sebuah peristiwa akhirnya dia benar-benar dilarang keluar rumah. Baru satu tahun kemudian dia bisa keluar, itupun karena 'dijual' untuk menjadi TKW di negeri Arab.

Tak gampang menjadi pembantu di negeri orang. Apalagi mereka-mereka telah menganggap seorang pembantu adalah sama dengan seorang budak. Yang bisa diperlakukan sekehendak sang majikan. Untung saja kinanthi seorang pribadi yang tangguh, telah terbiasa dengan kesusahan dan mampu untuk membela diri. Dia harus keluar-masuk rumah berganti majikan. Hingga akhirnya dia bertemu dengan calon majikan yang akan bermukim di Amerika. Diapun setuju untuk ikut pindah ke Amerika.

Ternyata majikannya itu adalah saudara dari mantan majikannya waktu bekerja di arab. Dia pernah 'melawan' perlakuan kasar mantan majikannya itu hingga menyebabkan sang majikan cedera. Jadilah saudaranya itu membalas dendam. Dia diperlakukan layaknya binatang. Dia tidak dapat membela diri lagi, benar-benar 'dihancurkan'. Hingga pada suatu waktu dia punya kesempatan untuk melarikan diri. Dia bertemu dengan seorang yang berbaik hati membantunya. Singkat cerita dia mendapat kewarganegaraan Amerika dan kemudian disekolahkan kembali. Dia menjadi seorang profesor dan penulis terkenal.

Cerita selanjutnya diisi dengan pencarian Kinanthi terhadap masa lalunya, keluarganya dan ajuj. Kali ini tetap terjadi pertentangan kelas, tapi berlaku sebaliknya. Kinanthi sang profesor dengan pola pikir cenderung sekuler, sedangkan Ajuj hanyalah seorang anak desa lulusan pesantren.

Kesimpulanku, novel ini layak untuk dibaca. Banyak hal yang dapat kita pelajari terutama tentang nasib para TKI kita di luar negeri. Sungguh membuat hati miris. Dan satu hal lagi, jangan pernah menyerah dengan keadaan, teruslah berjuang :)

Monday, November 9, 2009

Fenomena Drama 'Cicak dan Buaya'


Pasti dah liat berita di TV hari ini kan?? Atau mungkin baca di koran & berita dari situs-situs di internet??. Isinya memang masih sama dengan berita minggu lalu. Didominasi oleh drama pertikaian yang terkenal dengan julukan 'Cicak & Buaya'. Mau pagi, siang, sore, malam, sampai pagi lagi beritanya masih itu-itu juga. Jadi jangan kuatir, gak bakal ketinggalan berita dech,,,He3x

Ator-aktor utamanya para petinggi di Negeri Indonesia Tercinta ini. Diantaranya dari pihak KPK diwakili oleh Bibit-Chandra, dari pihak kepolisian Susno Duadji, dari Kejaksaan Abdul Hakim Ritonga, ditambah para geng dari surabaya (Anggoro, Anggodo, Ari Muliadi, dan si tokoh misterius Yulianto), diwasiti oleh Tim 8, serta tokoh-tokoh baru lainnya yang kemungkinan akan bermunculan. Sampai hapal gini nama-namanya :).

Kali ini ku gak ingin membahas tentang masalah hukumnya karena memang ku masih sangat awam untuk mengerti mengenai dunia hukum, apalagi dunia hukum di Indonesia. Ku hanya ingin mengajak berlogika dalam melihat fenomena-fenomena unik yang terjadi.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama bibit-chandra diperiksa oleh pak polisi karena diduga menyalah gunakan kekuasaannya dengan mencekal Anggoro. Si Anggoro di cekal supaya tidak melarikan diri keluar negeri karena diduga sebagai pemberi suap pada Yusuf Emir Faisal dan beberapa anggota DPR lainnya dalam kasus Tanjung si api-api. Yusuf Emir Faisal sendiri sudah didakwa bersalah oleh Pengadilan Tipikor di Jakarta.
Logikanya nich, kalau yang menerima suap aja udah jadi tersangka trus gimana yang pemberi suap?? Harusnya dihukum juga dunk. Kalau gak dihukum berarti malah akan banyak timbul pertanyaan. Nah ini ada pihak yang mau bertindak tegas malah di anggap menyalahgunakan kekuasaan.

Fenomena unik lainnya yakni begitu besar peran media saat ini, opini publik yang dibentuknya sungguh luar biasa. Polisi dan Kejaksaan tampak benar-benar 'dihabisi' oleh media, seakan-akan tidak punya kharisma lagi. Dengan cepat seseorang dianggap sebagai pahlawan dan dengan cepat pula seseorang dihabisi karakternya hanya dengan sebuah berita.

Sebenarnya senang-senang aja sich beritanya di liput secara terus menerus oleh media. Tapi menurutku sich seharusnya juga diimbangi dengan berita-berita lainnya yang sifatnya mencerahkan, membangkitkan kecintaan pada negeri sendiri. Misalnya tentang keberhasilan anak Indonesia dalam berprestasi mengharumkan nama bangsa (atau mungkin memang berita seperti ini sangat langka ya??). Kalau terus-menerus disajikan berita-berita tentang ulah para penguasanya yang tak patut untuk ditiru, lama-kelamaan akan menambah rasa pesimistis kita tehadap negeri sendri.

Yach kita liat aja kelanjutan kasusnya berkembang ke mana. Bingung juga sich, semuanya bersumpah mengaku tidak bersalah. Apa mereka sudah tidak menganggap sakral lagi ya arti sebuah sumpah. Yang buat lebih miris lagi kalau memang semua itu benar, sudah separah itukah penegakan hukum di negeri ini?? Malu aku sebagai warga negaranya.

Mudah-mudahan aja sich media tetap trus mengawal kasus itu sampai tuntas. Tidak seperti kasus Ibu Prita yang sampai sekarang sudah gak ada kabarnya lagi. Gimana ya kabar Ibu Prita sekarang??

Wednesday, November 4, 2009

Kabar dari Bandung


Terasa singkat banget liburan kemarin, ku cuma punya waktu kurang dari 4 hari untuk bertemu istri. Tapi lumayan lah untuk sekedar melepas rindu daripada tidak sama sekali. 4 hari di Bandung lebih banyak dihabiskan di rumah aja. Males banget buat jalan-jalan keluar. Terlebih lagi sehari menjelang pulang ku diserang diare yang ku prediksi disebabkan oleh kwetiau yang ku makan dimalam sebelumnya. Kebanyakan merica sepertinya. Untung aja tidak berlanjut waktu mau berangkat ke Makassar.

Alhamdulillah semua keluaga di Bandung baik-baik aja. Ada kabar baik juga, Istri dihadiahi adik baru lagi. Namanya Raki Syadad Khoir, yang artinya Raki:patuh , Syadad: Pemberani, Khoir : Baik... Yach initnya dia diharapkan menjadi anak yang tak lupa untuk selalu patuh kepada sang Maha Pencipta Allah SWT dan kepada orang tua, pemberani terutama dalam menegakkan keadilan, serta menjadi anak yang baik. Berguna bagi agama, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara. Amiiin... Mudah-mudahan ntar Raki bakal cepat-cepat dapat teman main dari teteh. He3x.

Tuesday, October 27, 2009

Arti Secarik Piagam??



Apa sich arti sebuah piagam buat kamu?? Tentunya punya banyak arti. Ada yang menganggap piagam sebagai secarik kertas yang penuh dengan makna. Memajangnya dalam ruangan yang gampang dilihat orang yang lewat dengan terlebih dahulu dibingkai dalam sebuah frame cantik. Atau banyak juga yang hanya menyimpannya dalam tumpukan berkas hingga akhirnya menjadi kertas bekas, usang tak berkualitas.

Bagiku, sebuah piagam penghargaan merupakan bentuk apresiasi orang lain atas kinerja yang kita lakukan selama ini. Sebagai pertanda bahwa apa yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia. Meskipun itu hanya secarik kertas, tapi bisa untuk menambah semangat untuk terus berkarya. Melakukan yang terbaik dalam hidup.

Sebenarnya gambar di atas merupakan piagam yang diberikan oleh kantor pusat atas kinerja kantor kami(terutama di Seksi ku, seksi vera) atas penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat tahun 2008. Kami menempati urutan ke 2 setelah Banjarmasin. Yach Alhamdulillah sich selama ku menempati seksi vera (verifikasi dan akuntansi) di Balikpapan hingga Manado peringkatnya tidak pernah mengecewakan. Waktu di Balikpapan dulu kami mendapat peringkat 11, kemudian saat di Manado pertama kali naik ke peringkat 8, dan yang terakhir meningkat ke posisi 2.

Ntah kontribusiku dalam penentuan peringkat itu mungkin hanya sekian persen. Tapi ku turut ikut berbangga karena ku ikut menjadi bagian team dalam pencapaian prestasi itu. Mudah-mudahan peringkat kami ditahun depan tidak 'terjun bebas' sepeninggalnya bos vera, Mr. No. Mudah-mudahan kami bisa membuktikan siapapun kepala seksinya tak jadi masalah,,, Semoga...

Alhamdulillah Ketemu Istri Lagi



Padahal baru memulai untuk sholat dhuha nich, tapi dah kerasa banget manfaatnya. Kalau menurut perhitunganku, sesuai dengan kemampuan keuangan dan waktu yang ada tentunya. Ku cuma bisa bolak-balik Bandung-Manado untuk bertemu istri paling tidak 2-3 bulan sekali. Tapi Alhamdulillah 2 bulan ini ku mendapat 'tiket gratis' buat pulang. Dimulai dengan besok, ku mengambil cuti 2 hari (kamis s.d. jum'at) sebelum hari minggunya berangkat ke Makassar untuk mengikuti sosialisasi dari kantor pusat dan bulan Desember mengantar laporan keuangan ke Jakarta sebagai hadiah dari kantor karena telah meraih peringkat 2 Laporan Keuangan se Indonesia.

Alhamdulillah bisa ketemu istri lagi :)

Saturday, October 24, 2009

A Trip to Ciawi, Tasikmalaya



Baru liat isi digital camera ku lagi, sampai lupa kalau ada foto-foto waktu libur lebaran kemarin di Ciawi, Tasik, Jawa Barat. Suasananya bener-bener masih pedesaan banget. Sawah, Balong (kolam ikan air tawar), peternak bebek dan lain sebagainya yang menandakan mata pencarian pokok para penduduknya.

Waktu itu hari kamis, hari ke empat setelah lebaran. Kami (Aku, Istri, Ayah mertua, dan adik istri) dengan menggunakan 2 motor berangkat ke sana guna bersilaturahim dengan keluarga Almarhumah ibu mertua. Aku tidak sempat menghitung berapa jarak yang kami tempuh dari Bandung menuju Ciawi. Tapi yang pasti waktu perjalannya (dihitung waktu istirahatnya juga) adalah kurang lebih 4 jam. Untung Jalur yang menuju ke Tasik tidak macet, sedangkan jalur sebaliknya menuju Bandung macet total karena telah memasuki arus balik.

Jalan setapak menyambut kami sebelum tiba di tempat tujuan. Hamparan sawah di kanan kiri jalan sempit itu seakan-seakan siap menerima kejatuhan kami bila kami tidak berhati-hati. Ditambah tidak adanya lampu penerangan membuat jalan itu menjadi semakin horor. Sehingga ku memutuskan untuk berjalan secara perlahan-lahan saja. Kan gak lucu kalau aku, istri, beserta motornya terjun bebas ke sawah,,,




Lega akhirnya sampai juga ke tempat tujuan kami, arghhh pinggangku rasanya mau copot. Sebuah rumah panggung kecil sederhana berdindingkan anyaman bambu menjadi tempat peristirahatan kami malam ini. Di rumah itu tinggal sepasang suami istri yang sudah cukup uzur, saudara tertua dari keluarga almarhumah ibu Mertua. Tahu kami datang, para tetangga yang juga umumnya masih saudara berdatangan. Serasa jadi artis... he3x. Tapi sayang mereka menggunakan bahasa sunda untuk berkomunikasi, jadi ku tidak dapat ikut berinteraksi. Ku hanya cuma bisa manggut-manggut sambil senyum-senyum mendengarkan pembicaraan yang hanya sekali-sekali diterjemahkan oleh istri. Bener-bener gak ngerti bahasa sunda euy, harus belajar nich...

Seperti yang ku takutkan, masalah utama daerah pedesaan yakni masalah sanitasi yang kurang diperhatikan ternyata benar juga. Jarang sekali rumah penduduk yang mempunyai toilet di dalam rumah mereka. Kebanyakan mereka menggunakan 'toilet helikopter' untuk urusan buang hajat. Untunglah pada keesokan paginya kami diantar ke rumah keluarga yang punya toilet di dalam rumah mereka. Lega rasanya...

Setelah sarapan kami diajak berkeliling sambil melihat-lihat proses panen ikan di balong milik keluarga. Sudah menjadi tradisi kalau ada keluarga dari jauh yang datang maka satu petak balong akan dipanen guna keperluan makan tamu dan sebagian lagi untuk dijual. Sebenarnya jijik juga sich melihat tempat habitat ikan-ikan itu. Makanan utama mereka ya kotoran dari kita-kita yang dibuang dari 'toilet helikopter'. Tapi bagaimana lagi, ikan-ikan seperti ikan gurami, ikan mas, ikan nila dan ikan-ikan air tawar lainnya enak untuk dijadikan lauk saa makan. hehehe




Karena siang hari setelah sholat jum'at kami harus balik ke Bandung jadi di sisa hari yang ada kami gunakan untuk berkeliling. Kami bersilaturahim di rumah keluarga-keluarga lainnya. Terasa banget keramah tamahan khas masyarakat pedesaan, pulangnya kami dibekali dengan banyak oleh-oleh.

Ada satu hal unik yang aku jumpai saat mengunjungi beberapa rumah keluarga yang boleh dibilang cukup mewah dibanding dengan rumah-rumah sekitarnya. Ternyata kebanyakan dari penduduk desa itu bekerja di daerah perkotaan dengan berdagang alat-alat rumah tangga secara kredit terutama pada ibu-ibu. Di kota mereka biasanya mengontrak rumah yang sangat sederhana sedangkan hasil keuntungan dari usahanya mereka simpan untuk membangun rumah di desa. Ada pula yang hanya dengan hasil menjual fried chicken di kota mereka bisa membangun rumah seperti layaknya rumah para pengusaha sukses di kota. Bisa jadi rumah para penjual kaki lima yang sering kita jumpai di jalan lebih bagus daripada rumah kita sendiri. Namanya juga rejeki ya..., yang pasti mereka tidak malu untuk berusaha.

Selesai sholat jum'at akhirnya kami balik lagi ke Bandung, karena hari minggu ku sudah harus kembali ke Manado. Perjalanan yang cukup melelahkan tapi cukup membawa pengalaman baru. Kapan-kapan ku ingin berkunjung lagi ke sana. Semogaaa...

Pengalaman Pertama Jadi Pembawa Materi


Ini dia nich pangalaman pertamaku jadi 'Pembawa Materi' di sebuah acara yang diadain oleh BPS Propinsi Sulut. Masih kaku banget pokoknya, perlu banyak-banyak belajar biar bisa jadi Pengajar yang baik. Keinginanku gak muluk-muluk, ku ingin suatu saat nanti ku bisa jadi seorang widyaswara/dosen yang baik berguna bagi agama, nusa dan bangsa (he3x)

Thursday, October 22, 2009

Photo Iseng... KCB 3


Baru-baru ini ku iseng edit foto pake photoshop, temanya banner film KCB. Masih kasar gitu sich editannya... Tapi lumayan lah buat pemula,,, he3x.

Thursday, October 15, 2009

A Tribute to Mr. NO


Serasa kehilangan induk nich beberapa hari ini, mau kerja jadi malas-malasan. Gak ada yang negur lagi sich kalau lagi keasyikan internetan, He3x. Pak boss ku (red-Kasie Vera- Pak Marno) sejak beberapa hari yang lalu mendapat promosi Esselon III sekaligus mutasi ke Kanwil Jogja. Di sana beliau menjabat sebagai Kabid Aklap. Penggantinya... belum tau kapan, mudah-mudahan bukan dalam hitungan bulan karena sebentar lagi kan tutup tahun. Kalau gak ada penggantinya juga sampai akhir tahun,.. Oh tidakkkk...

Kalau dipikir-pikir enak juga sich beliau, umur masih 30an sudah promosi ke Esselon III. Dah gitu mutasinya ke dekat kampung halaman lagi. Prestasi yang lumayan kinclong itu tentunya tidak diraih dengan gampang. Beliau itu type orang yang religus, pekerja keras (Over workholic malah...), supel, jago aplikasi, dan terkadang juga sering iseng.

Religius,,, setidaknya Puasa daud (puasa selang hari) selalu beliau amalkan. Bahkan kalau lagi tidak puasapun sangat jarang menemukan beliau sedang makan siang. Tiap pagi tak lupa rutinitas sebelum bekerja ,sholat dhuha, beliau kerjakan, & kalau sedang dzikir sehabis sholat terkadang lama bangettt.

Pesan terakhir beliau pada kami sebelum meninggalkan Manado diantaranya adalah agar kami memperbanyak shodaqoh terutama pada anak yatim. Kalau punya hajat (keinginan) bershodaqohlah di awal sebagai pembuka pintu rejeki, bukan hanya diakhir setelah rejeki itu didapat. Pesan lainnya, jangan lupa selalu meminta do'a restu dari orang terdekat. Terutama do'a dari kedua orang tua dan pada anak kita (kalau ada) yang belum baligh.

Pekerja keras... Jadi ingat waktu itu lembur sampai jam 2 pagi cuma untuk membuat surat dan mengamplopkannya supaya bisa didistribusikan keesokan paginya ke satker-satker. Pernah juga waktu itu disuruh merapikan berkas-berkas di gudang di hari sabtu-minggu. Merapikan berkas-berkas segede gunung itu?? Membayangkannya saja aku gak bisa. Boleh dibilang itu pekerjaan kuli, tapi beliau tak sungkan-sungkan langsung turun tangan . Untunglah waktu itu aku lagi sakit jadi ada alasan untuk tidak ikut membantu. Jadilah Pak Marno dkk yang membereskannya, he3x (sorry ya teman-teman :). Biasanya beliau baru meninggalkan kantor di atas jam 5 dan juga sabtu minggu tak susah menemukan beliau sedang berada di kantor. Salut dech Pak.,.

Supel... Mungkin beliau satu-satunya kasie di kantor yang paling enak diajak becanda. Bahkan oleh teman-teman sering di godain, tapi beliau tidak pernah marah. Kita-kita dan para satker tidak ada rasa sungkan untuk bertanya kepada beliau.

Jago aplikasi... Yach bila kami anak buahnya dah pada nyerah buat menyelesaikan masalah aplikasi-aplikasi dari satker. Beliau dech yang turun tangan dan hampir semuanya bisa terselesaikan.

Iseng... Terkadang mang beliau sering iseng juga. Kalau ada tas, hp,dan bahkan sendal jepit yang tergeletak sembarangan sering beliau sembunyikan. Hingga beberapa saat kemudian setelah si empunya capek mencari beliau kembalikan tanpa sepengetahuan si pemilik. Ku juga salah satu yang pernah jadi korbannya.

Sepeninggal beliau beban kami cukup berat. Rasanya sulit untuk mempertahankan peringkat 2 dari 181 KPPN dalam Penyusunan Laporan Keuangan. Boleh dibilang 75% prestasi itu diraih dari usaha beliau. Yach mudah-mudahan peringkatnya tidak terlalu jeblok lah untuk tahun depan. I wish...

Satu pelajaran dari beliau, tak ada yang namanya pekerjaan kuli. Semua pekerjaan harus dikerjakan dengan ikhlas sampai tuntas tanpa membekas. Ok pak... semoga semangatmu tertular buat kami yang kamu tinggalkan. SEMANGATTT !!!

Saturday, October 10, 2009

Buaya dan Mitos di Keluargaku


Ku termasuk salah satu orang yang tidak percaya pada hal-hal yang berbau tahayul atau pada mitos-mitos yang banyak berkembang di masyarakat terutama mengenai makhluk halus. Tapi tentunya ku percaya kalau selain kita manusia, ada makhluk lain dari golongan jin yang menempati dunia ini berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an. Bahkan jumlah mereka jauh lebih banyak daripada kita karena mereka diberi umur yang panjang dan mereka diberi keturunan yang banyak pula.

Jadi wajar-wajar saja bila dalam suatu ruangan terdapat banyak jinnya karena memang jumlah mereka sangat banyak dan mereka bertempat tinggal di mana saja. Bahkan jin dari golongan syaitan menempati bagian-bagian tubuh kita bila kita mulai tampak jauh dari Allah. Tapi seharusnya keberadaan mereka bukan untuk saling mengganggu karena faktanya kita dan mereka hidup dalam dimensi yang berbeda. Cukup kita percaya aja kalau mereka itu ada, asal mereka tidak mengganngu kita dan kita juga tidak perlu mengganngu mereka.

Kalau tahayul tentang hantu-hantu sebenarnya adalah cuma rekayasa dari jin-jin yang mampu menampakkan diri untuk menggoda manusia. Karena dalam Islam tidak ada yang namanya arwah penasaran. Setiap orang yang meninggal ruhnya tidak bisa lagi bergentayangan di dunia hingga waktunya dibangkitkan kembali.

Well,.. sebenarnya ku tidak ingin membahas secara detil segala sesuatu tentang jin karena memang pengetahuanku sangat terbatas tentang itu. Yang ingin ku bahas adalah suatu kejadian yang berhubungan mitos yang terjadi di keluargaku sendiri, yakni mengenai kesurupan adikku yang baru saja terjadi.

Jadi ceritanya adikku yang cowok, memang beberapa hari sebelum kejadian sudah mengalami sakit yang menyebabkan dia demam tinggi dan disertai batuk kering . Belum dibawa ke rumah sakit karena menurut dokter praktik, penyakit itu dapat sembuh dengan hanya banyak istirahat dan minum obat secara teratur. Hingga akhirnya di hari itu mungkin kondisi tubuhnya dalam keadaan paling lemah karena setiap makanan yang masuk selalu dimuntahkan kembali. Dimulai dari keramnya lengan adikku hingga terjadilah peristiwa itu.

Tiba-tiba saja dia terjatuh dari kursi tempat dia tidur dan kemudian bertingkah seperti layaknya buaya. Menurut cerita ibuku yang pada saat kejadian ada di sampingnya, adikku berteriak-teriak layaknya orang kesurupan. Berterak-berteriak meminta makan karena katanya dia sudah 2 bulan tidak diberi makan. Bila tidak ditindih & dipegang oleh beberapa orang adikku akan merayap menuju dapur mungkin untuk mencari makan. Kontan saja rumahku jadi rame oleh para tetangga yang menonton.

Hingga akhirnya ada yang berinisiatif untuk meminta kepada makhluk yang menguasai tubuh adikku untuk segera keluar. Tapi ternyata makhluk itu meminta syarat agar diberi makan telur kampung dan ketan terlebih dahulu baru dia mau keluar. Setelah menghabiskan 3 butir telur beserta kulitnya dan ketan barulah adikku sadar kembali.

Menurut cerita bapak dan ibuku, konon katanya dulu dari keluarga bapakku ada keluarga yang lahir kembar dengan buaya. Buaya tersebut kemudian dipelihara disamping rumah. Hingga suatu ketika buaya itu masuk ke dalam mimpi si orang tua dan meminta agar dia dilepaskan di sungai dan dalam periode tertentu diberi makanan dengan melarutkannya di air sungai.

Menurutku memang cerita itu sangat tidak logis, mana ada manusia lahir kembar dengan buaya. Lagian juga tindakan melarutkan makanan ke air adalah tindakan yang mubazir yang disenangi syaitan. Menurutku kejadian itu tak lebih dari masuknya jin ke dalam tubuh adikku yang memanfaatkan kelemahan kondisi tubuhnya saat itu dan jin itu sudah hapal bener dengan keluargaku. Karena sebelumnya juga dikeluarga bapakku yang lain sudah pernah terjadi kejadian yang sama.

Yach namanya juga mitos, sulit untuk diubah. Kebanyakan orang terutama para orang tua masih sangat percaya dengan hal-hal seperti itu. Sebenarnya kalau kondisi tubuh dan keimanan kita lagi kuat, Insya Allah tidak akan diganggu oleh mereka karena mereka sendiripun takut dengan kita. Sedangkan penanganan yang benar sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah menghadapi peristiwa itu adalah dengan rukyah.

Alhamdulillah sekarang setelah satu minggu adikku mulai pulih dari sakitnya. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa-peristiwa kesurupan seperti itu terjadi dikeluargaku. Dan laknat Allah moga-moga tertuju pada jin yang telah merasuki adikku itu… Amiiinn…

Tuesday, October 6, 2009

Surat Cinta untuk Istriku


Teringat ketika untuk pertama kali kita bertemu
Ku melihat pribadi tangguh yang bersemayam di dalam dirimu
Pribadi yang menurutku mampu untuk bersama membina rumah tangga
Yang dilandaskan pada kecintaan pada Allah dan Rasulnya

Pada saat itu pula ku yakin bahwa kau adalah jodohku
Tanpa berpikir panjang akhirnya ku langsung memberanikan diri melamarmu

Dua bulan kemudian ku kembali untuk memenuhi janji
Menyempurnakan separuh agama dalam sebuah ikatan suci
Bersama... Berdua denganmu... membina keluarga yang hakiki
Dalam panduan sang Ilahi Robbi...

Alhamdulillah... sudah 4 bulan hubungan suami istri telah bersama kita lalui
Hingga saat ini tak ada masalah yang berarti
Kecuali mungkin faktor komunikasi

Barangkali memang ku tak pandai dalam berucap
Merangkai kumpulan kata menjadi sebuah puisi yang mantap
Ataupun merencanakan sebuah kejutan yang dapat membuatmu terkesiap…

Bukan… aku bukan type orang seperti itu
Ku adalah type orang yang boleh dibilang terlalu kaku
Tak punya kepandaian untuk merayu apalagi untuk mengucapkan kata ‘I Love U’
Tapi yang pasti ku akan selalu tetap belajar dan tentunya itu membutuhkan waktu

Percayalah… Setelah tentunya kepada Allah dan Rasulullah…
Tak ada momen yang paling ku tunggu selain menunggu untuk bertemu denganmu
Tak ada suara terindah yang ingin ku dengar selain suara merdumu
Tak ada hal yang paling ingin ku lihat selain melihat wajah manjamu

Betapa saat ini ku juga sangat merindukanmu
Untuk selalu hadir disini… disisiku,,.
Memeluk candamu, merangkul erat cintamu

Sebelum ikrar suci kita pernah berkomitmen untuk dapat hidup saling berjauhan
Aku berjibaku dengan kesibukan kerjaku, kamu berkonsentrasi untuk menyelesaikan studimu
Dan beberapa bulan sekali bertemu untuk melepas rindu
Balikpapan-Bandung-Manado, 3 pulau besar akan menjadi jalur utama cinta kita

Sungguh sangat berat memang...
Tapi itulah artinya berjuang

Yang harus kita lakuakan sekarang adalah tetap bersabar dan terus bersabar
Hingga waktu itu tiba... waktu di mana kita akhirnya bersatu dalam satu pintu
Dalam sebuah rumah sederhana yang penuh dengan cinta
Berkumpul bersama anak-anak kita (Insya Allah)
Bertarbiyah untuk membangun rumah tangga, bangsa, dan agama
Untuk meraih ridho sang maha pencipta,,, Allah azza wa Jalla...

Ya Allah abadikan cinta kami berdua hingga yaumil qiyamah nanti

Monday, October 5, 2009

Kado Puisi untuk Pernikahan Kalian




Duhai sahabat, betapa kami ikut bahagia melihat senyum kalian berdua hari ini

Senyum yang penuh dengan arti karena akhirnya kalian telah menjalin sebuah ikatan suci

Yang Insya Allah akan selalu diridhoi oleh sang Ilahi…

Mulai hari ini bahtera rumah tangga kalian akan mulai berlayar

Mangarungi samudra kehidupan yang terbentang lebar


Bila angin sedang bertiup dengan santai dan ombak berguling dengan landai

Kembangkan layar, nikmati perjalanan cinta kalian dengan damai

Sedang bila badai mulai menghadang dan ombak tiba-tiba menerjang

Jangan pernah kalian bimbang


Tetaplah fokus untuk mencapai tujuan perjalanan dan jangan berpikir untuk mundur ke belakang

Pesan kami, berusahalah untuk saling mengerti

Karena memang kita punya ego sendiri-sendiri

Mungkin suatu saat diantara kalian harus ada yang mengalah

Bukan tanda kalah

Tapi untuk sekedar meredakan amarah

Juga sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah…


Dan jangan lupa landaskan cinta kalian hanya kepada Allah

Harapan kami, walaupun nanti kalian saling jauh harus tetap membina komunikasi

Telepon, sms, mms, video call, coment-coment an di pesbuk, e-mail, chatting, surat menyurat, faximile, telegram, dan bila perlu surat-menyurat menggunakan jasa burung merpati

Yang tepenting bisa saling bertukar informasi setiap hari


Do’a kami, Ya Allah limpahkanlah rasa cinta kepada sahabat kami

layaknya rumah tangga Rasulullah dan khadijah, Rasullullah dan Aisyah

Nabi Ibrohim dan siti hajrah, Ali bin abi thalib dan Fatimah

Rumah tangga yang dipenuhi dengan kasih sayang dan selalu penuh barokah

Yang langgeng hingga nanti di yaumil qiyamah


Ya Allah, Hiasilah rumah tangga mereka dengan cinta

Berikan keturunan kepada mereka yang shalih dan sholihah kelak sebagai pembela agama

Penuhi kehidupan mereka dengan canda dan tawa

Dan mudah-mudahan kehidupan mereka dijauhkan dari Bala


Ya Allah

Jadikan kami sebagai pribadi yang selalu bersukur kepada Mu

Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan, bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan, bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan. Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Barokallahu laka wa baroka alaika wa jama’a baynakuma fil khoir

(Presented to Kang Hadi & Teh Rini)